Kamis, 04 Maret 2010

PEDULI HUSNA – Proyek amal resmi ditutup



raport terakhir ananda HUSNA,… (smart girl)

Para Sahabat HUSNA yang Budiman,

Diawal ketika kami berkoordinasi untuk melakukan penggalangan dana, tidak ada sedikitpun bayangan bahwa dana yang akan terkumpul dapat menutupi nilai hutang perawatan Almarhum Pa Ade Sulaeman / ayahanda HUSNA dirumah sakit. Yang ada justru perasaan bahwa, sungguh kami akan mendapatkan jalan yang sangat berat dan kalaupun mendapatkan nilai yang ditargetkan, pasti akan memerlukan waktu yang sangat lama.

Tentu saja, perasaan itu tidak serta merta mengurungkan niat kami dan menguburkan kaki-kaki ini sehingga tidak segera dapat melangkah. Dengan modal keyakinan dan harapan penuh kepada ALLAH, kamipun tetap optimis untuk terus bergerak mencari potensi-potensi dana yang ada, menyebarkan proposal, dan mengirimkan kabar kepada teman, sahabat, kerabat serta keluarga.

Alhamdulillah, kabar telah tersiar dengan sangat cepat, kemudian direspon dengan tepat oleh para sahabat HUSNA dari berbagai tempat dan ditindak lanjuti dengan mengirimkan dana kepedulian. Sebut saja misalnya, sahabat yang berada di Jakarta, Bekasi dan sekitarnya, DKM-DKM perusahaan dibeberapa kawasan industri di kab. Bekasi, lembaga-lembaga zakat, sahabat di Kalimantan tengah, para sahabat di Saudi, bahkan sahabat yang berada di Inggris raya. Subhanallah, ukhuwah telah terjalin tiada batas, satu sama lain telah saling memperhatikan, momentum pahala tidak tersia-siakan, dan semua berlomba menuju pintu kebaikan. Pada akhirnya, beban berat keluarga almarhum menjadi ringan.

Sahabat,

Diantara kita mungkin ada yang menanyakan, bagaimana dengan pendidikan ananda HUSNA?

Alhamdulillah, diawali oleh seorang ibu muda yang mengabarkan kepada kami pada tanggal 11 pebruari 2010 bahwa beliau berniat untuk menyisihkan sebagian pendapatannya pada setiap bulan untuk membantu biaya pendidikan dan awal maret kemarin niatnya telah diamalkan. Disusul kemudian seorang ibu muda lainnya pada tanggal 24 Pebruari 2010 telah mengamanahkan dana cash kepada kami untuk melunasi kebutuhan biaya sekolah HUSNA s/d bulan Juli 2010, dan malam itu juga amanah itu telah kami sampaikan kepada Gurunya HUSNA. Kemudian pada hari yang sama (24 peb’2010), kami bertemu dengan manager Rumah Zakat Indonesia cabang Cikarang kemudian mendapat kabar bahwa HUSNA dan adiknya akan menjadi penerima manfaat program Beasiswa Ceria.

Terimakasih Ya ALLAH, engkau sampaikan kabar kebaikan ini kepada orang-orang yang tepat.

Sahabat,

Ikhtiar kita dalam mengirim kabar dan mengajak satu sama lain telah berbuah hasil yang maksimal, ALLAH telah berikan jalan-jalan kemudahan dari arah yang tidak disangka-sangka, ALLAH telah gerakkan hati para Dermawan..

Sampai dengan hari Selasa jam 23.00 dana yang terkumpul sebesar Rp. 115.330.000,- (Seratus lima belas juta tiga ratus tiga puluh ribu rupiah).

Subhanallah, angka yang tidak terbayangkan sebelumnya. Dana yang telah terkumpul ini melebihi beban hutang keluarga, dan Insya Allah kelebihannya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya.

Namun dengan berat hati kami sampaikan, bahwa penggalangan dana secara resmi akan kami tutup pada hari Selasa, 9 Maret 2010 jam 00.15 (tepat satu bulan dihari yang sama Ayahanda HUSNA meninggal dunia). Setelahnya kami akan melaksanakan serahterima dengan keluarga HUSNA. Kami memohon, jika masih ada dana yang belum tersalurkan, agar kiranya dapat segera dikirmkan sebelum hari penutupan.

Dari dalam lubuk hati yang paling dalam, kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas seluruh kontribusi sahabat dalam proyek kebaikan di waktu yang sangat singkat ini. Semogalah, menjadi amal shalih bagi kita semua sebagai bekal dihari kemudian, dan semoga ALLAH tetap menjaga keikhlasan kita masing-masing, amin.

Selanjutnya kami berpesan, teruslah jalin ukhuwah, teruslah saling memperhatikan, rebut setiap peluang kebaikan, semarakan lembaga-lembaga zakat dengan infaq, shadaqah dan zakat kita, agar “HUSNA-HUSNA” lainnya dapat terbantukan, Insya Allah.

Dan terakhir, dengan kerendahan hati kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, jika dalam 1 bulan terakhir ini ada hal yang kurang berkenan sehingga sedikit mengganggu rutinitas sahabat, semua ini kami lakukan semata-mata ingin mencari keredhaan ALLAH dan Pahala Besar yang dijanjikan-NYA dalam Q.S. 4:114.

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar”

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Data Pura

Senin, 22 Februari 2010

Taujih Presiden PKS, Ust. Luthfi Hasan Ishaq di President University Bekasi


Dalam sebuah acara temu struktur dan kader PKS se-Kabupaten Bekasi (17/2) tadi malam, Presiden PKS Ustadz Lutfi Hasan Ishaaq, MA memberikan taujih. Alhamdulillah ada pencerahan tentang persepsi dakwah PKS dan semangat baru bagi kader untuk kembali meneruskan dan tetap istiqomah memperjuangkan cita-cita mulia partai ini bagi kebaikan umat. Berikut point-point penting diantara taujih beliau :

Syukur

Mensyukuri nikmat dan anugrah Allah SWT atas hasil Pemilu 2009 yang menempatkan PKS saat ini sebagai partai Islam terbesar (sebelumnya thn 1999 = 1,8 %, thn 2004 = 8,7 %) yang hakekatnya adalah pertolongan dari Allah SWT. Keberhasilan ini harus dibangun mulai dari perbaikan diri, keluarga, masyarakat dan akan terus menuju kebaikan bagi bangsa dan negara. Meskipun angka Demokrat meroket sampai puncak, tetapi bagi partai dakwah kemenangan adalah bukan pada kuantitas tetapi lebih kepada kualitas, yaitu tumbuhnya sikap istiqomah. Karena dengan demikian, seorang kader telah mampu mengatasi syahwat dan syubhat, serta mampu menentang berbagai kendala dengan sikap berani dan istiqomah.

Perbaikan

Upaya-upaya perbaikan dan meluruskan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di tingkat masyarakat, negara maupun pemerintahan didasari oleh dalil yang jelas, di antaranya : hendaklah takut azab Allah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang jahat saja, Allah menghancurkan suatu negeri akibat kemaksiatan penduduknya sementara ahli ibadahnya berdiam diri asyik dengan kesholehan untuk dirinya sendiri tiada peduli dengan sekitarnya. Pada akhirnya tujuan dakwah PKS adalah memperbaiki keadaan pada level politik selain memperbaiki keadaan individu, keluarga dan masyarakat. PKS dan dakwahnya harus menjadi ikon problem solver, yaitu menjadi solusi bagi segala permasalahan ummat, bangsa dan Negara.

Power Sharing untuk dakwah

Memasuki wilayah negara dengan power sharing bukan berarti dakwah PKS serta merta ditinggalkan dan beralih dari tahapan-tahapan sebelumnya, akan tetapi ini semua merupakan tambahan tugas dakwah bagi para kadernya, agar dakwah sampai kepada para pengambil kebijakan negeri ini, sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Yusuf AS. Apalagi dalam pemahaman kader telah menjadi prinsip bahwa tarbiyah madal hayah – tarbiyah / pembinaan dan dakwah terus dilakukan sepanjang hidup.

Upgrade potensi diri

PKS harus senantiasa menjaga tradisi yang telah diajarkan Islam bahwa hakekatnya pemimpin / pejabat adalah pelayan ummat / rakyat. Kader PKS harus selalu berusaha agar dakwah Islam dilakukan secara syamil (menyeluruh) dan mutakamil (lengkap). Untuk melaksanakan syumuliyatul Islam sekedar mengimani saja tidaklah cukup, karena itu diperlukan sikap ekstra untuk segera melaksanakan tujuan-tujan mulia tersebut. Kuncinya berupa : sikap bersegera melaksanakan dan kesiapan ruh/jiwa, fisik/raga, dan fikriyah. Kader harus terus mengupgrade segala potensi dirinya untuk menjadi manfaat bagi masyarakat yang didakwahinya.

Menjadi sosok teladan

Dalam bersikap hendaklah kita semua menteladani apa yang telah dicontohkan para generasi awal Islam yang telah mampu menampilkan perbedaan yang menonjol antara sebelum masuk Islam dengan setelah masuk Islam, sebelum tarbiyah dengan setelah tarbiyah. Maka setidaknya ada 2 hal yaitu : usia kematangan dan percepatan menyelesaikan masalah.

Tuntas

Islam mendorong umatnya untuk Qodirun ‘alal kasbi – mampu dan kreatif dalam pekerjaan agar mampu melaksanakan rukun-rukun Islamnya dengan sempurna. Bukankah untuk berzakat disyaratkan mencapai Nishab / batas minimal dan ukuran ?, bukankah untuk berhaji dibutuhkan cukup bekal ? Sudahkah kita melaksanakan rukun-rukun Islam itu dengan sempurna, sehingga kita menjadi hamba yang paling pantas untuk diberi pertolongan dan kemenangan oleh Allah SWT?

Pemecatan Anggota

Pemecatan Saeful Islam Mubarok Lc. dari keanggotannya di PKS, memang telah menjadi pertanyaan banyak kader. Namun keputusan kolektif Majelis Syuro adalah jalan terbaik demi menyelamatkan pilar-pilar dakwah PKS agar tetap berada di relnya. Keputusan ini tentu sudah melalui prosedur detail yang sangat panjang. Dan ini menjadi bukti bahwa PKS adalah partai yang serius dalam mengelola kader-kadernya sehingga tidak boleh sebagai kader bertindak semaunya.

Kasus Century

Dalam kasus century, PKS telah menempatkan dirinya menjadi partai yang paling konsisten untuk tetap bersih, peduli dan professional. Karena Publik telah banyak berharap bahwa PKS menjadi salah satu motor politik untuk menuntaskan proses politik di Pansus Hak Angket Kasus Bank Century. Maka ditempatkanlah 3 orang yaitu ust. Tamim yang arif dan bijaksana, ust. Fachrie yang tegas/keras dan ust. Andi Rahmat yang sangat menguasai dan paling lengkap data-datanya dalam membongkar kasus ini. Yusuf Kala dan anggota pansus yang lain sampai heran, PKS kok punya data-data kasus bank century sedemikian lengkap. Maka biarkan proses politik ini diakhiri dengan mengalihkannya menjadi proses hukum yang seadil-adilnya, tanpa gangguan dan intervensi kekuasaan.

Tidak seperti biasanya, taujih beliau walaupun dibawakan dengan kalem tapi jelas dan tegas sampai pkl. 24.00 wib, menjadikan jam-jam rawan mengantuk tidak dirasakan oleh lebih dari 300 kader, bahkan dirasa memperoleh pencerahan dari taujih beliau yang memang memiliki pengalaman dakwah yang cukup panjang. Pada saat ini tepatlah beliau diberi amanah partai untuk menjadi Presiden Partai menggantikan Ust Tifatul Sembiring yang telah ditunjuk Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menkoinfo pada kabinet 2009-2014.

Pada akhir taujih beliau berpesan kepada segenap kader agar tetap istiqomah (berpegang teguh) dalam bingkai dakwah dan tarbiyah.
sumber:pkscibitung.wordpress.com

Rabu, 10 Februari 2010

Proposal Permohonan Bantuan Seorang Isteri



Assalamu’alaikum wr. wb.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita banyak sekali nikmat, yaitu nikmat iman, Islam dan terlebih nikmat sehat sehingga kita masih bisa melaksanakan aktivitas kita sehari-hari. Shalawat dan salam kita sanjungkan kepada tauladan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya, mudah-mudahan kita termasuk pengikutnya yang setia sampai akhir zaman.

Melalui proposal ini kami mengetuk hati kaum musliminh dan muslimat dimana saja berada, dikarenakan keterpaksaan dan kekurangan ekonomilah yang membuat kami memberanikan diri untuk menyampaikan permohonan bantuan untuk membantu kesulitan kami sekeluarga.

Pada saat ini suami saya menderita penyakit otak yang terkena virus dan virus ini sangat sulit untuk disembuhkan dengan cepat, dan membutuhkan waktu yang lama dan memerlukan banyak biaya. Sebagai gambaran kami menjelaskan kondisi sakit dan keuangan keluarga kami, semoga dapat mengetuk hati kaum muslimin dan muslimat.

Nama suami : Ade Sulaeman

Umur : 35 Tahun

Pekerjaan : Karyawan PT. Yeong Shin Indonesia

(Kawasan Industri MM2100 Blok G Cikarang Barat)

Anak :

1. Aulia Husna Hamidah (9 tahun – Kelas 3 SDIT)

2. M. Addih Al-Haq (5 tahun – Kelas TKIT/B)

3. Khasa Fadiyah (3 tahun)

Pekerjaan isteri : Ibu Rumah Tangga

Penghasilan tetap : Rp. 1.300.000,-

Angsuran Bank : Rp. 570.000,-

Angsuran koperasi : Rp. 175.000,-

Ang. KPR Bank DKI : Rp. 500.000,-

Kebutuhan lainnya : Kebutuhan sehari-hari, biaya listrik, biaya sekolah dll.

Alamat lengkap : Perumahan Villa Mutiara Jaya, Blok N81 No.12 Wanajaya Cibitung Bekasi.

Semua pengeluaran tersebut harus kami tanggung semua, sementara kondisi suami tercinta sedang sakit sampai sekarang dan kami harus menanggung biaya berobat yang belum terbayar sebesar Rp. 86.976.800,- (Delapan puluh enam juta Sembilan ratus tujuh puluh enam ribu delapan ratus rupiah) dan kami diberi tempo untuk melunasi dalam aktu sebulan.

Kronologis :

Awalnya muntah-muntah disertai panas sampai pagi, siang hari ke dokter dengan diagnose awal inspeksi lambung. Tiga hari di rumah dengan panas naik turun, terakhir panas tinggi ke dokter dirujuk ke RS Karya Medika Cikarang, langsung ICU dengan diagnose awal typus dan hilang kesadaran.

Mulai sakit : 30 November 2009

Mulai dirawat : 03 Desember 2009

Rumah Sakit : Karya Medika I Cikarang

Perawatan : ICCU (mulai tgl 3 s/d 30 Desember 2009)

Total Biaya : Rp. 93.089.800,-

Telah dibayar : Rp. 6.113.000,- (Dibayar oleh Asuransi PT. Megalife)

Belum terbayar: Rp. 86.976.800,-

Karena biaya yang harus kami tanggung cukup besar sementara kondisi belum membaik, kami memindahkan suami tercinta ke RS. Hasan Sadikin Bandung untuk melanjutkan perawatan mulai tgl. 31 Desember 2009 s/d 25 Januari 2010. Kondisi sekarang belum sadarkan diri dan rawat jalan.

Selama suami sakit, untuk biaya kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan bantuan dari tetangga dan teman-teman. Kami mohon bantuan dana untuk dapat melunasi biaya yang belum terbayar. Semoga bnatuan kaum muslimin dan muslimat mendapatkan ganjaran dari Allah SWT.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Hormat saya,

ARNASIH

Isteri

Hubungi :

Harsono (0812 106 1815)
Rahmat (0817 493 8354)
Data Pura (021 9100 3843) à datapura@suzuki.co.id
____________________________________

Assalamu’alaikum,

Kepada Saudaraku yang dirahmati Allah SWT,

Berikut saya kirimkan proposal permohonan dana dari seorang Istri di Cibitung, suaminya adalah teman saya dan saat ini masih dalam keadaan KOMA kira-kira sudah 2 Bulan.

Kondisinya sangat memprihatinkan, suami yang selama ini sbg tulang punggung ekonomi keluarga, ternyata Allah telah Takdirkan harus terbaring tidak sadarkan diri (koma) dipembaringan.

Beban perawatan selama di RS meninggalkan hutang yang harus segera dibayarkan, ketiga anaknya yang masih kecil membutuhkan perhatian dan biaya untuk makan, pakaian, sekolah.

Hampir tiap malam istrinya terjaga mengharap suaminya tersadar dari KOMA, meminta kepada Rabb Yang Maha Kuasa untuk menyembuhkan dalam do’anya yang panjang dengan diiringi tetesan air mata.

Saudaraku,

Apakah kita bisa Bantu untuk meringankan beban keluarga itu?

Saya mohon, mari kita panjatkan doa untuk kesembuhannya. Saya meyakini, Insya Allah salah satu doa kita dikabulkan Allah SWT.

Kemudian, dengan kerendahan hati, saya mohon kepada saudaraku semua, sisihkanlah sebagian harta kita, keluarkan dana sedekahnya.

Semoga Allah menjadikan kabar ini, sebagai jalan menuju pintu kebaikan berikutnya.

Wahai saudaraku, Saya tunggu, kabar baiknya.

Data Pura

Selamat Jalan Saudaraku, Akhuna Ade Sulaeman (35 thn)




Inna lillahi wa inna lillahi rajiun….

Keluarga Besar DPC PKS Cibitung Bekasi Jawa Barat mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya akhuna Ade Sulaeman (35 thn). Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa, menerima segala amal baiknya dan arwah almarhum di terima di sisi-Nya. Bagi keluarga yang ditinggalkannya semoga selalu diberi ketabahan dan kesabaran. Amin…

Insya Allah, Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan amal kebaikan kita. Adalah mudah bagi Allah untuk menurunkan mukjizatnya. Dan Allah lah yang paling mengetahui apa yang terbaik buat kita….

Ia berhati putih, lembut, tawadhu’ dan sangat mencintai Islam dan dakwah ini. Setiap waktu ia selalu gunakan untuk beramal dan bersemangat mengajak tetangga dan para sahabatnya untuk mengaji dan meniti jalan dakwah ini…

Ternyata, Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang lebih menyayanginya dengan jalan mengambil dirinya kembali kedalam rengkuhan-Nya. Mengistirahatkan dirinya dari penat kehidupan yang fana ini. Selamat jalan wahai saudaraku, kami menjadi bukti atas ketulusanmu, keikhlasanmu, kebaikanmu, dan perjuanganmu dalam membela dakwah Islam yang mulia ini. Dan Allah yang Maha Perkasa yang paling mengetahui kebajikanmu. Selamat jalan saudaraku. Sesungguhnya kita adalah milik Allah, dan kepada-Nya kita akan dikembalikan.

Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un…

Rabu, 27 Januari 2010

Bukan di Republik Mimpi



“Politik itu kotor,” kata mantan Presiden Ceko, Vaclav Havel. Dan,” Puisi yang membersihkannya,” ujar Danarto dalam salah satu puisinya. Bahkan Syeikh Muhammad Abduh, ulama Mesir itu sampai harus berdo’a: “Aku berlindung kepada Allah dari masalah politik, dari orang yang menekuni dunia politik dan orang yang terlibat urusan politik, dari orang yang mengatur politik dan yang diatur politik.”

Menyaksikan kelakuan politisi di Pansus Century yang ugal-ugalan membuat kita mau tak mau membenarkan keprihatinan tersebut. Ya, saya terpaksa memakai kosa kata ugal-ugalan yang biasanya disematkan pada pengemudi metromini, mikrolet atau angkot yang tak mau tertib: berhenti di sembarang tempat, menurunkan atau menaikkan penumpang di tengah jalan, dan saling kebut-kebutan untuk mendapatkan penumpang.

Mohon maaf kepada para wakil rakyat yang terhormat, wabil khusus kepada mereka yang kerap berkata tak sopan, berdebat dengan emosi, mencaci-maki dengan kata-kata kasar. Saya--sekali lagi terpaksa—mengatakan mereka ugal-ugalan. Mereka tak ubahnya para sopir angkot yang menghalalkan segala cara untuk mengejar setoran: saling sikut, saling maki, saling tuding, saling serang dan sebagainya.

Saya tak bisa membayangkan jika adegan yang disiarkan secara langsung oleh stasiun tv itu disaksikan oleh anak-anak kita. Selain mendapat kosakata baru yang tak pantas, anak-anak kita juga akan mendapat pelajaran perilaku baru: berkata kasar jika kelak menjadi anggota dewan.

Beruntung saya tak memiliki tv di rumah sehingga anak-anak saya terhindar dari budaya buruk tersebut. Dan kian beruntung manakala pekan lalu saya untuk kali pertama menginjakkan kaki di Bangka Barat, Bangka Belitung.

Di daerah Laskar Pelangi itu, bukan pemadangan pantai nan indah yang menbuat saya terkesan. Bukan pula gurih dan nikmatnya kerupuk Bangka. Tapi justru suguhan perilaku elok yang diberikan oleh seorang politisi yang kebetulan menjadi wakil bupati Bangka Barat. Namanya Ustadz Zuhri M Syadzali. Selama dua hari disana, potret buram para politisi di Jakarta seakan buyar, tak berbekas.

Saya-- yang mendampingi bos bertemu dengan Ustadz Zuhri-- dibuat tak percaya dengan apa yang saya dengar dan saksikan dengan mata kepala sendiri. Seolah-olah sedang berada di Republik Mimpi.

“Dia tak punya mobil dan rumah,” ujar bos kepada saya. Saya terkejut. Hampir lima tahun dia menjadi wakil bupati, tapi dua hal yang seharusnya dengan mudah ia gapai, justru tak dimilikinya. Yang ia “punya” hanyalah rumah dinas yang harus ia tinggalkan saat masa jabatannya berakhir.

Untuk mobil, Ustadz Zuhri memang “memiliki“ empat buah yang terparkir di garasinya. Tapi…tiga mobil dinas dan satu lagi mobil yang dihibahkan oleh bos saya.

Ia memang tak punya banyak uang untuk membeli itu semua. Uangnya banyak dikeluarkan untuk dakwah, melayani rakyatnya. Bahkan, hari-hari belakangan ini dia sedang bingung. Dirinya banyak diminta oleh berbagai lapisan masyarakat untuk menjadi orang nomor satu di Bangka Barat.

Sebuah survey bahkan menempatkannya sebagai tokoh yang memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas tertinggi, jauh meninggalkan tokoh lainnya. Namun, ia tak mempunyai sumber dana yang memadai. Pundi-pundi uangnya sangat terbatas.

Yang membuat saya kian kagum adalah bagaimana cara ia berinteraksi dengan rakyat dan tamunya. Ketika saya tiba di kediaman dinasnya, waktu menunjukkan pukul 22.30 Wib. Ustadz Zuhri datang beberapa saat kemudian. Ia baru saja takziah ke salah seorang warganya di Jebus, satu jam perjalanan dari kediamannya. Bukan kali ini saja ia melakukannya. Setiap ada kesempatan, ia akan meluangkan waktu untuk melayat meski yang meninggal hanya orang biasa.

Usai itu, ia tak berisirahat karena langsung menjamu kami walau gari-garis kelelahan tampak jelas tergurat di wajahnya. Tak berapa lama, handphone nya berdering. Peneleponnya adalah salah seorang anggota dewan dari partai baru yang ingin berkunjung malam itu juga bersama temannya. Ustadz Zuhri tak menolaknya.

Apa yang saya lihat saat Ustadz Zuhri melayani tamunya? Ia menuangkan sendiri air ke dalam gelas dan memberikan kepada tamunya. “Wah, wakil bupati turun tangan langsung nih,” kata salah seorang tamu yang anggota dewan setempat. “Ini belum seberapa dibandingkan Umar bin Khathab yang memanggul gandum untuk rakyatnya,” jawab stafnya. Sang Ustadz hanya tersenyum.

Episode singkat kunjungan saya ke Bangka Barat menyisakan begitu banyak kenangan sekaligus menghapus memori buruk lakon ugal-ugalan yang dipertontonkan para politisi di Jakarta. Politik ternyata begitu indah, santun dan elok. Politik juga sarat nilai kasih sayang dan kemanusiaan serta jiwa melayani. Tak ada arogansi, tiada tembok pembatas antara pemimpin dan rakyatnya.

Berbanding terbalik dengan apa yang dipertunjukkan oleh sebagan besar politisi kita: angkuh, jumawa, sombong, keras kepala, bermental dilayani, dan sebagainya.

Politik itu, kata Harold Lasswell, mempunyai delapan nilai: 1)Kekuasaan; 2) pendidikan; 3)kekayaan (wealth); 4) kesehatan (well being); 5) ketrampilan (skill); 6) kasih sayang (affection); 7) kejujuran (rectitude) dan 8) keadilan (fairness).

Jadi, politik tak sesempit yang ada di benak para politisi kita: hanya sebatas mengejar kekuasaan. Who gets what, how dan when. Siapa dapat apa, bagaimana caranya dan kapan itu terjadi. Tapi juga sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Andai Vaclav Havel sempat berkunjung ke Bangka Barat, mungkin ia akan meralat ucapannya.

Politik bersih, indah dan santun,” ujarnya. Muhammad Abduh pun tentu saja tak perlu berdo’a agar dijauhkan dari politik. Termasuk Danarto yang akan mengubah kesimpulannya. Tak Cuma puisi, “Agama juga dapat membersihkan politik.” Ya, karena nilai-nilai Islam telah menjadi pegangan Ustadz Zuhri dalam menjalankan perannya sebagai manusia dan qiyadah. Wallahu a’lam bishshowab.

Selasa, 12 Januari 2010

Antara Bally dan Royal Saloon ( Mobil Dinas Pejabat)


Selasa, 12/01/2010 08:00 WIB

Jakarta, 1950-an. Sepasang suami istri terlibat perbincangan tak biasa di sebuah rumah. Sang istri kecewa kepada suaminya. “ Lho, kok dari kemarin tidak bilang kalau ada sanering.” Dengan entengnya, sang suami menjawab, “Itu rahasia negara, jadi tidak boleh diberitahu.”

Sang istri pantas kecewa sebab mimpinya untuk membeli mesin jahit hampir buyar. Hanya untuk membeli mesin jahit, ia harus menyisihkan uang gaji suaminya, selama bertahun-tahun. Sedikit demi sedikit ia menabung dengan harapan suatu saat nanti bisa menghadirkan mesin jahit impiannya di rumah. Namun, kebijakan sanering (pemotongan uang yakni nilai uang Rp 100 menjadi Rp 1) membuat nilai tabungannya menurun, tak mencukupi untuk membeli mesin jahit.

Tahukah Anda jika perempuan yang kecewa itu adalah Rahmi Hatta, istri wakil presiden Mohammad Hatta? Sulit membayangkan, istri yang bersuamikan orang nomor dua di Indonesia, harus menyisihkan uang pemberian suaminya, hanya untuk membeli mesin jahit. Tapi itulah yang terjadi.

Seperti istrinya, Mohammad Hatta juga memiliki mimpi nyang tak terbeli: sebuah sepatu Bally, merek sepatu terkenal dan mahal. Pada tahun 1950-an, Bung Hatta berminat pada sepatu itu. Ia menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya. Ia menabung dari waktu ke waktu untuk dapat membelinya. Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi.

abungannya selalu terambil untuk keperluan rumah tangga dan membantu saudaranya.
Hingga akhir hayatnya, sepatu itu tidak pernah terbeli, karena tabungannya tidak pernah mencukupi. Sementara, guntingan iklan sepatu Bally masih tersimpan saat ia wafat.

*************************
Jakarta, 28 Desember 2009. Wajah-wajah sumringah terpancar dari pejabat tinggi negeri ini. Hari itu, mereka mendapat mobil dinas baru: Toyota Royal Saloon 3.000 cc. Harganya Rp 1,3 miliar per buah, menurut pihak Toyota. Namun, Mensesneg Sudi Silalahi membantahnya. “Di bawah Rp 1 miliar,” katanya.

“Sunyi senyap,” ujar Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta saat ditanya kesannya menaiki mobil dinas baru. "Terima kasih kepada Bapak Presiden atas mobilnya," ungkap Gusti (www.detik.com).

"Itu kan bukan punyaku, anggap saja dari rakyat. Numpang pakai punya rakyat masa tidak boleh?" ujar Ketua MPR Tauifik Kiemas, Senin (28/12/2009) yang menganggap mobil tersebut pemberian rakyat.

Ketua DPD RI Irman Gusman menganggap mobil dinas barunya mobil biasa. "Kalau wow itu (dapat) Ferrari atau Mercedes," ujarnya. (www.detik.com)

Menurut Sudi Silalahi, alasan pemerintah mengganti mobil pejabat dari jenis Camry menjadi Toyota Crown Royal Saloon 3.000 cc tidak berlebihan. Sebab, mobil Camry yang dibeli lima tahun lalu sering masuk bengkel.

"Usia pakai kendaraan selama lima tahun sudah menunjukkan ketidakefektifan lagi. Digunakan Camry, kita sering kali masuk bengkel," katanya.

***********************
Indonesian Budget Center (IBC) menganalisis, pengadaan mobil mewah pejabat menyedot APBN sekitar Rp 106 miliar. Harga 1 unit dikabarkan sekitar Rp 1,3 miliar. Sumber lain menyebutkan, mobil mewah yang diadakan melalui APBN-P 2009 itu, untuk 80 unit, beban pajak (PPnBM) yang harus ditanggung negara sekitar Rp 785 juta per mobil atau totalnya sebesar Rp 62,8 miliar (www.depkeu.go.id). Uang tersebut cukup untuk menggratiskan biaya pendidikan sekitar 2.300 siswa setingkat SMP dalam setahun. (Republika)

Kesederhanaan tak lagi dimiliki oleh kebanyakan pemimpin di negeri ini. Berkebalikan dengan Hatta, para pemimpin sekarang justru berlomba-lomba menjadi orang mewah. Dulu, Hatta hanya bisa bermimpi memakai sepatu Bally agar kakinya terasa nyaman saat berjalan. Kini, para petinggi negeri ini tak lagi bermimpi meraih kenyamanan hidup. Kursi empuk Royal Saloon, dengan AC yang sejuk, dan kedap suara, menemani perjalanan mereka, diiringi lagu-lagu favorit dari compact disc dan tayangan tv.

Islam mengajarkan kita untuk menjadi orang kaya agar bisa memberikan zakat dan infak kepada kaum dhuafa. Agar ekonomi umat maju dan kaum muslimin memimpin dunia. Tapi, kaya dan mewah adalah dua hal yang sangat berbeda. Menjadi kaya adalah keharusan; hasil kerja keras yang tak kenal lelah. Namun, mewah adalah sebuah gaya hidup yang menunjukkan karakter seseorang. Kita harus kaya, tapi tak boleh bermewah-mewahan.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” (At-Takaatsur: 1)

Dalam buku Tafsir Qur’an Per-Kata yang ditulis DR Ahmad Hatta, MA, yang dimaksud dengan “bermegah-megahan” adalah “kesibukan memperbanyak harta dan anak.” Dan yang dimaksud “telah melalaikan kamu” adalah “lalai dari ketaatan kepada Allah.”

Jelas sekali, kemewahan hidup yang kita lakukan hanyalah akan membuat kita lalai kepada Allah. Kita akan terus tergoda untuk bermegah-megahan. Kita akan terus terlena, bahkan, kata Allah, ”Sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (At-Takaatsur:2)

Itulah mengapa Rasulullah saw tak hidup dalam gelimang kemewahan, meski ia sosok yang kaya raya. Ya, Nabi Akhir Zaman itu bukan orang miskin. Ketika beliau menikahi Khadidjah, mahar yang diberikan olehnya adalah 70 ekor unta. Bahkan ada yang mengatakan 100 unta. Hanya orang yang kaya raya yang mampu memberikan mas kawin sebanyak itu.

Tahukah kita apa alas tidur Nabi saw? Hanya tikar dan berbantal pelepah daun kurma yang bekas-bekasnya akan terlihat jelas di punggung dan wajah beliau ketika bangun tidur. Di rumahnya pun sering kali tak memiliki makanan sehingga Nabi saw berpuasa.

Kita pernah memiliki konglomerat generasi pertama pada sosok Abdurrahman bin ‘Auf. Ketika ia berkumpul dengan para pembantunya, sulit membedakan mana Abdurrahman bin ‘Auf dan pembantunya. Mengapa? Karena pakaiannya yang sangat sederhana. Ia sadar dunia hanya tempat singgah sebentar saja. Itulah kehidupan generasi pertama Islam: dunia dalam gengamannya tapi mereka tidak mau diperbudak oleh dunia.

Jika kita percaya bahwa kemewahan akan meninggikan harga diri kita, yakinlah itu sama sekali tidak benar. Justru kesederhanaanlah yang membuat orang lain menghargai kita. Ingatkah dengan Mahatma Ghandi? Ia memimpin perjuangan dengan memakai tenunan bangsa sendiri dan terompah lokal yang tak bermerk. Tapi, setiap ia menoleh ke kanan, sebanyak 300 juta rakyat India ikut menoleh ke kanan. Bila ia membaringkan tubuhnya di rel kereta api, mereka pun akan ikut berbaring disana.

Apakah dengan Toyota Royal Saloon para pemimpin negeri ini bermimpi mampu menggerakkan 250 juta rakyatnya? Tak akan bisa. Alih-alih mengikuti, rakyat justru muak dengan parade mobil mewah. Mengutip kata almarhum Rahmat Abdullah dalam bukunya Pilar-Pilar Asasi, rakyat akan berkata "Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku."
sumber:eramuslim.com

Senin, 11 Januari 2010

MUSRAN






Sebagai partai dak-wah, PKS selalu me-ngedepankan musya-warah atau syuro di dalam mengambil keputusan-keputusan strategisnya, apalagi ketika akan memilih dan menetapkan sebuah kepemimpin-an. Itulah yang ditunjukkan oleh kader-kader PKS di DPRa Wanasari dan DPRa Wanajaya pada Ahad, 20 Desember 2009.

“Usai pemilu bukanlah menjadikan dakwah ini berhenti dan semakin ringan bebannya. Disadari atau tidak, justru tantangan dakwah kedepan semakin berat. Karena itu dibutuhkan seorang profil da’i yang kuat dan berkualitas ruhiyahnya. Jika itu menjadi karakter kita Insya Allah dakwah ini akan lebih diterima,” ucap ust. Wardiana dalam taujihnya.

“Musran adalah salah satu agenda dakwah. Maka di mana-pun posisi kita berada, jadikanlah kegiatan DPRa ini sebagai salah satu ladang amal sholeh kita yang terbaik,” sambung ust. Data Pura dalam sambutannya.

Setelah melalui sebuah proses penjaringan suara di akar rumput, DPC PKS Cibitung akhirnya merekomendasikan 3 orang kandidat untuk menjadi ketua DPRa. Untuk DPRa Wanasari adalah Priyo Parwoto, Suparno dan Elan Suherlan. Sementara itu untuk DPRa Wanajaya adalah Khaerul Shaleh, Arif Rahman dan Nono Harsono.

Ketika memasuki sidang Paripurna tentang pemilihan Ketua DPRa, nampak terekam dalam persidangan begitu menarik, lantaran semua kandidat adalah dipandang cukup mampu dan memenuhi syarat untuk menjadi ketua DPRa. Setelah melalui diskusi panjang dalam sidang komisi, akhirnya diputuskan secara Musyawarah mufakat, Priyo Parwoto sebagai Ketua DPRa Wanasari dan Nono Harsono sebagai ketua DPRa Wanajaya periode 2009-2010.

“Harapan kami kedepan, DPRa Wanajaya mampu lebih bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat, sehingga agenda back to tarbiyah dapat kita lanjutkan. Sesungguhnya Allah tidak menilai besar kecilnya amanah, tetapi Allah menilai kesungguhan dan keikhlasan kita. Maka temen-temen harus ikhlas juga jika saya pilih sebagai pengurus,” ucap akh. Nono Harsono, ketua DPRa terpilih dalam orasi penutupnya. Semoga Ketua DPRa terpilih selalu dalam lindungan Allah SWT di dalam menjalankan amanah ini! (bibit)
Sumber:pkscibitung.wordpress.com