Selasa, 05 Agustus 2008

Icuk Sugiarto Tantang Hidayat, Puan dan Tutut




Foto-foto: KOMPAS
Searah jarum jam dari kiri atas: Icuk Sugiarto, Siti Hardianti Rukmana, Puan Maharani, dan Hidayat Nurwahid.
/
Selasa, 5 Agustus 2008 15:33 WIB
SOLO, SELASA - Bukan sebuah pertandingan bulutangkis yang sedianya akan digelar di kota Solo pada 2009 nanti. Ibarat pertandingan sepak bola, kota Solo menjadi grup neraka dalam pertarungan pada pemilu legislatif mendatang.
Pasalnya, figur-figur orang terkenal akan mengadu nasib, mencari simpati menjadi calon wakil rakyat periode 2009-2014.

Kota Solo, Jawa Tengah, masuk dalam daerah pemilihan V yang meliputi Klaten, Boyolali, dan Sukoharjo. Nama-nama figur terkenal dari informasi yang dihimpun Persda Network, Selasa (5/8), dipastikan akan bertarung di dapil V ini. Mereka antara lain mantan pebulutangkis dunia yang maju lewat PPP Icuk Sugiharto, putri bungsu Ketua DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, serta mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid dipastikan head to head merebut simpati rakyat. Salah seorang staf khusus Hidayat Nurwahid, Hartono, yang dimintai tanggapannya soal ini sepakat bila mengibaratkan Kota Solo (dapil V) sebagai daerah neraka. "Solo akan menjadi penentuan, siapa yang akan paling mendapat simpati rakyat di sana. Ibaratnya memang Solo menjadi daerah 'neraka' para calon wakil rakyat yang akan bertarung," kata Hartono. Bahkan, Hartono yang juga akan menjadi caleg di sana mengakui, nama putri sulung mantan penguasa Orde Baru, Siti Hardianti Rukmana atau Mbak Tutut, juga akan maju sebagai calon wakil rakyat dari Solo. "Seru nanti pertarungannya. Semua kandidat sama-sama punya peluang. Semuanya, Mas Icuk, Pak Hidayat, Mbak Puan Maharani, dan Mbak Tutut juga. Kota Solo akan semarak di pemilu legislatif nanti," kata Hartono sambil terkekeh.
Terkait Hidayat Nurwahid yang pada pemilu legislatif lalu (1999-2004) maju sebagai wakil rakyat dari DKI Jakarta, kini dia maju dari dapil Jawa Tengah (Solo, Klaten, Boyolali, dan Sukoharjo), Hartono yang juga salah satu pengurus DPP PKS ini menjelaskan, hal ini didasari atas intruksi internal PKS. "PKS mengintruksikan kepada seluruh kadernya yang akan menjadi wakil rakyat atau yang dicalonkan kembali untuk lebih dekat dengan rakyatnya. Istilahnya mbali ndeso, seperti Pak Hidayat juga karena beliau kelahiran Klaten," Hartono menjelaskan. (Persda Network/Rachmat Hidayat)

Sumber :Kompas.com

Tidak ada komentar: