Jumat, 28 Mei 2010

Heru Susanto, Relawan Kita !!!!


Setiap kali ada bencana melanda negeri ini, pasti mengusik kepeduliannya. Jiwanya terpanggil untuk sesegera mungkin bertindak menolong para korban. Beliau rela meninggalkan pekerjaannya dan terjun langsung ke lokasi bencana. Kalaulah setiap pasca bencana ada lencana yang disematkan untuk para relawan, maka beliau (boleh jadi) telah memenuhi bajunya dengan lencana itu. Tsunami Aceh, Gempa Jogja, Gempa Pangandaran, Gempa Jabar (Tasikmalaya) dan banjir tahunan yang melanda Kabupaten Bekasi.

Beliau adalah Heru Susanto, Ketua Posko Penanggulangan Bencana (P2B) Kabupaten Bekasi. Ketika rumah tinggalnya di Kavling Santunan Jaya RT 007/01 Mangunjaya Tambun Selatan kebanjiran, beliau tetap terjun ke daerah banjir di Bekasi bagian Utara, meninggalkan anak dan istrinya. Sungguh beliau adalah relawan sejati yang menjadi garda terdepan dalam aksi kepedulian terhadap sesama.

Kini, relawan bencana itu sedang “ditimpa bencana”. Allah SWT mengujinya dengan penyakit. Akh Heru Susanto positif menderita penyakit paru-paru (TBC). Sudah tiga bulan lamanya, ayah dari tiga orang anak ini tidak bekerja dan terbaring sakit. Berbagai pengobatan telah beliau jalani, namun sampai saat ini kondisinya belum membaik. Rasa sakit itu telah menyusutkan berat badannya sampai dengan 30 kg. Berat badan ketika sehat 75 kg dan sekarang hanya 45 kg. Bayangkan, betapa kurusnya kondisi beliau saat ini. Kami mempunyai dokumentasi ketika beliau dalam keadaan bugar dan dokumentasi terbaru sekarang.

Sakit paru-paru membutuhkan penanganan khusus. Dokter yang merawatnya mengatakan, lebih kurang butuh enam bulan untuk terapi pengobatan hingga bisa sembuh kembali. Terapi pengobatannya pun bersayarat; tidak boleh terputus, jika terputus maka harus diulang dari awal lagi.

Masalah yang muncul kemudian adalah pendanaan. Pabrik tempat dia bekerja tidak lagi menanggung biaya pengobatan. Oleh karena itu, untuk meringankan beban Akh Heru Susanto, marilah kita mengumpulkan dana “ta’awun sihi”.

Dana dapat dikumpulkan melalui

Rekening Bank Mandiri No. 125.000.465. 8837 a.n. Budi Purwanto.

Konfirmasi pengiriman ke 081388741164 atau ke budipur2020@ gmail.com atau ke zainudhin@gmail.com. Atas bantuan rekan-rekan semua, kami ucapkan jazakumullohu khoiron katsiro.

Sabtu, 24 April 2010

Sa'aduddin, Kesederhanaan Seorang Bupati


Djoko Tjiptono - detikNews

Jakarta - Sederhana. Itulah prinsip utama Sa'aduddin. Orang nomor satu di Kabupaten Bekasi ini ke mana-mana kerap tampil seadanya. Kedua kakinya sangat jarang berbalut sepatu kulit mengkilat. Ditambah lagi, sikap cueknya terhadap aturan protokoler yang serba formil.

Banyak peristiwa unik dari sikap santai serta jauh dari protokoler yang dilakoni Sa'aduddin. Salah satunya ketika melakukan kunjungan kerja ke salah satu kecamatan. Dia diam-diam duduk di sebuah warung kopi tak jauh dari lokasi acara tujuannya. Dia tersenyum geli saat mendengar obrolan beberapa pengunjung warung kopi itu.

"Mereka bertanya-tanya, kok bupatinya nggak datang-datang ya," ungkap Sa'aduddin saat berbicara dengan detikcom, Kamis (15/4/2010).

Bapak dari 8 anak ini mengaku dirinya tidak anti protokoler yang serba resmi. Dia hanya ingin tidak terlalu formil saat bertemu warganya. Sebab dengan demikian, dia bisa mendengar dan melihat lebih dekat kondisi warganya.

"Kalau kita jauh, warga tentunya ya juga jauh. Ukuran sukses juga tidak dinilai dari harta atau jabatan, tapi bagaimana saya bisa siap melayani dan memberikan yang terbaik bagi warga masyarakat sepanjang jabatan saya ini," ujar Sa'aduddin.

Sejak memimpin Kabupaten Bekasi, penyandang gelar doktor ini telah melakukan berbagai terobosan. Untuk urusan pendidikan, dia menggratiskan biaya pendidikan mulai tingkat SD hingga SMP. Tunjangan bagi kesejahteraan para guru pun tak luput diberikan.
Layanan kesehatan masyarakat pun menjadi perhatiannya. Termasuk di antaranya mengupayakan peningkatan pelayanan rumah sakit di Kabupaten Bekasi dengan meningkatkan kelas plus ketersediaan peralatan.

Demikian pula dengan sektor ekonomi. Sa'adudin tengah gencar melakukan optimalisasi sumber penerimaan serta merevisi beberapa regulasi terkait retribusi daerah. Dia juga menggiring pihak swasta agar terlibat dalam proses pembangunan.

"Keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan sangat strategis. Terlebih jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Bekasi mencapai lebih dari 143 ribu orang," tutur Sa'aduddin.

Diakui Sa'aduddin, menarik minat swasta untuk melakukan investasi di wilayahnya bukan perkara sepele. Sebab, para investor butuh kepastian hukum dan iklim yang kondusif. Terutama masalah birokrasi dan perizinan usaha yang berbelit-belit. Untuk itulah, Pemkab Bekasi berniat menerapkan pelayanan perizinan satu atap.

"Ke depan, layanan perizinan ini akan kita tingkatkan statusnya menjadi sebuah badan," terang Sa’duddin.

Di akhir cerita, Sa'aduddin mengaku mempunyai 3 doa utama yang selalu dilafalkan setiap hari. Pertama, dirinya selalu berdoa agar bisa menjalani hidup dengan ikhlas. Kedua, dia berdoa agar dirinya selalu istiqomah.

"Yang terakhir adalah bagaimana saya ini nanti dapat meninggal dalam kondisi beriman dan khusnul khotimah," ungkapnya.

(djo/nrl)
sumber:detiknews.com

Sabtu, 20 Maret 2010

FITNAH Terbaru Menerpa PKS (Korupsi Ayat Tembakau)



Oleh: ADMIN

Tak henti-hentinya badai fitnah menerpa PKS.
Fitnah terbaru saya temukan tak sengaja ketika membuka situs kompasiana.com (saya sering bolak-balik ke situs ini bahkan jadi member). Jumat siang (19/3/10) mataku langsung melotot, degup jantung mendadak kencang, kala membaca satu judul artikel yang sangat provokatif.

"Aduhhh PKS Lagi… (Sekarang di Kasus Korupsi Ayat Tembakau)"

Setelah dibuka ternyata isinya membuat lebih kaget lagi. Saya postingkan isinya secara utuh disini (sekaligus sebagai alat bukti, karena mungkin akan dihapus oleh si penulis)

...
Ingatan kita tentu sudah mulai melupakan kasus hilangnya ayat tembakau, pada undang undang kesehatan. Padahal pada saat kasus itu muncul, jagat media memberitakan kasus ini menjadi headline, dan muncul sampai berhari hari. Kasus ini jelasnya adalah ayat 2 pasal 113 UU Kesehatan yang dilaporkan menghilang saat diserahkan ke Sekretariat Negara. Korupsi ayat itu ketahuan karena ayat di bagian penjelasan terlupa dihapus. Setelah diributkan, ayat itu telah kembali ke posisi semula. Ayat 2 Pasal 113 UU Kesehatan itu berbunyi, “Zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cairan dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan atau masyarakat sekelilingnya”.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa pengahapusan suatu ayat pada undang undang adalah suatu kriminal karena efeknya itu adalah kehancuran satu bangunan sistem yang sebelumnya telah dirancang oleh UU. Maka dari itu, penghapusan ayat tembakau pada UU Kesehatan juga merupakan suatu kriminal.

Baru baru ini Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (KAKAR) mengajukan pengaduan ulang ke Mabes Polri tentang hilangnya ayat ayar rokok itu. Sebelumnya, KAKAR sempat melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya namun ditolak dengan alasan tidak adanya aturan hukum yang mengatur.

Dalam pengaduan terbaru yang disampaikan pada hari Kamis (18/3/2010), dikatakan bahwa tiga Anggota DPR dilaporkan atas hilangnya satu ayat dalam Undang-Undang Kesehatan. Mereka adalah Ribka Tjiptaning dari PDIP, Mariani Baramuli dari Partai Golkar, dan Aisah Solehah dari Partai Keadilan Sejahtera. KAKAR mengatakan bahwa ini merupakan tindak pidana yang sangat merugikan dan menduga ada suap disana.

Berita itu sangat mengejutkan, terutama karena ada satu anggota parlemen dari PKS yang terlibat disana. Kita berharap khusnudzon (berprasangka baik) saja, yaitu bu Aisah Sholehah ini ingin membela konstituennya. Namun Demikian, apapun tujuannya, tindakan penghilangan undang undang merupakan suatu tindakan kriminal apa lagi ini dilakukan oleh anggota DPR dari PKS yang bermoto partai dakwah dan bersih.

...

Membaca baris tulisan ".. Aisah Solehah dari Partai Keadilan Sejahtera.." saya sudah langsung yakin kalau ini adalah fitnah. Karena saya sendiri tidak kenal ada anggota dewan PKS DPR pusat yang bernama Aisah Solehah. Kalau Herlini Amran, Yoyoh Yusroh, Ledia Hanifa saya kenal mereka sebagai aleg PKS DPR RI. Untungnya aleg PKS perempuan itu sedikit jadi mudah diingat. Aisah Solehah? iki sopo? Kalau aleg DPRD kabupaten atau propinsi itu mungkin ada aleg PKS yang bernama itu, tapi DPR PUSAT? ndak ada dech.

Hati ini makin mendidih membaca komentar2 pembaca yang menghujat, menyerang dan memfitnah PKS.

Maka saya pun meminta tolong pada Om Google yang baik hati, searching siapa itu sebenarnya Aisah Solehah? Benarkah dari PKS?

Alhamdulillah, Om Google cepat tanggap. Ada tulisan dari inilah.com yang menyiratkan kalau sosok Aisah Solehah (Aisyah Solekhan) adalah dari GOLKAR.

INILAH.COM, Jakarta - Tiga legislator DPR diduga telah menghilangkan ayat tentang tembakau, dalam draf rancangan Undang-Undang tentang kesehatan, September 2009 lalu.

"Yang dilaporkan Rika Ciptaning (Ketua Komisi 9 DPR dari FPDIP), Aisyah Solekhan, dan Mariani Baramuli (FPG)," kata Ketua Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (Kakar) Kartono Mohammad, usai melaporkan ke Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (18/3).

(cek disini: http://inilah.com/news/read/politik/2010/03/18/406822/inilah-3-legislator-yang-diduga-hilangkan-ayat-tembakau/)

Maka sayapun langsung kirim komentar di tulisan kompasiana itu:

MOHON DICEK APAKAH BETUL Aisah Solehah ITU DARI PKS?
KALAU TERNYATA BUKAN DARI PKS, APAKAH ANDA TIDAK MALU?

Si penulis membalas:

http://www.kabarbisnis.com/umum/hukum/2810294-Satu_ayat_hilang___Pansus_tembakau_dimabespolrikan.html
nilai sendiri mana yang benar (begitu tulisnya).

Sayapun balas komentar:

KARENA ANDA YANG MENULIS MAKA "KEWAJIBAN" ANDA UNTUK MENGKONFIRMASI LANGSUNG KE SUMBER PRIMER. TANYA LANGSUNG KE KAKAR ATAU PKS.

Karena si penulis tidak membalas, sayapun tanya ke Om Google lagi, dan jawaban Om Google lebih menjernihkan duduk perkara.

Dari situs vivanews.com ternyata menyimpan arsip tentang SIAPA SEBENARNYA Aisah Solehah yang ternyata bernama Hj.Asiah Salekan, BA, dari Golkar dapil Kalbar anggota komisi IX. Lengkap dengan biodata profil anggota dewan 2004-2009 ini.

cek disini: http://politik.vivanews.com/news/read/2557-hj_asiah_salekan__ba
ASIAH SALEKAN 100 % BERASAL DARI GOLKAR.

Sayapun menulis komentar lagi:

KALAU ANDA REPOT MENCARI SIAPA Aisah Solehah YANG TERNYATA NAMANYA ADALAH Asiah Salekan DARI GOLKAR.
CEK DISINI:
http://politik.vivanews.com/news/read/2557-hj_asiah_salekan__ba

Lalu saya minta agar si penulis meminta maaf kepada PKS dan meralat tulisannya. Penyelesaian kekeluargaan adalah lebih baik daripada ke meja hijau.

SEKETIKA... beberapa tulisan komentar2 pembaca yang melecehkan PKS DIHAPUS oleh si penulis, tinggal menyisakan tulisan asli dan komentar dari saya. BAHKAN, sebelum saya menyelesaikan tulisan ini, tulisan dengan judul "Aduhhh PKS Lagi… (Sekarang di Kasus Korupsi Ayat Tembakau)" sudah HILANG. Bukan hanya tulisannya yang hilang, tapi juga NAMA & PROFIL PENULIS yang tadinya ada juga ikut lenyap.

cek disini:

http://polhukam.kompasiana.com/2010/03/19/aduhhhhh-pks-lagi%E2%80%A6-sekarang-di-kasus-korupsi-ayat-tembakau/

Beruntung saya sempat copy paste isi tulisan itu (sebagai barang bukti, dan pelajaran bagi kita semua). Menghilangnya tulisan di kompasiana itu mungkin akibat ketakutan si penulis akan di meja hijaukan oleh PKS karena ternyata tulisannya salah besar. 100% FITNAH. Dia ingin menghilangkan barang bukti.

Saya sempat berpikir untuk mengusulkan kepada BIRO HUKUM DPP PKS untuk mengusut dan memperkarakan kasus pencemaran nama baik PKS ini agar menggentarkan para tukang fitnah dan agar mereka tidak lagi menyebar fitnah, kepada siapapun. Kalau tulisan yang di kompasiana.com sudah hilang tapi yang di kabarbisnis.com masih ada disitu menyebuat "...Aisah Solehah dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS)..". Menurut saya itu juga perlu diluruskan, namun berhubung keterbatasan maka saya pribadi tidak bisa "menjangkaunya". Mungkin Biro Hukum bisa turun tangan.

Tapi saya juga tidak tahu, bagaimana menghubungi BIRO HUKUM DPP PKS. Ada yang tahu? atau ada solusi yang lain?


Jum'at, 19 Maret 2010.

---
sumber:pkspiyungan.blogspot.com

Dana Peduli Husna Rp. 151.853.000,-



Ahad sore yang cerah (14/3), penyerahan secara simbolis hasil penggalangan dana ta’awun sihi untuk keluarga almarhum Ade Sulaeman yang meninggal pada 9 Februari 2009. Kita memahami pada saat itu, almarhum Ade adalah salah satu kader dakwah. Salah satu kader yang barangkali tidak cukup di kenal oleh public, bahkan pengurus DPRa mungkin juga tidak banyak yang mengenal beliau, hanya beberapa saja yang mengenal beliau. Namun Insya Allah dia adalah hamba Allah yang dikenal oleh penduduk langit lantaran keikhlasan beliau dalam beramal untuk mengajak kebaikan d itengah-tengah masyarakat. Hal itu bisa kita lihat ketika beliau disholatkan dan dimakamkan, betapa banyak sekali para ikhwah dan masyarakat yang berduyun-duyun bersimpati dan menaruh empati yang sangat dalam dan menghantarkan almarhum ke peristirahatannya yang terakhir.

Kita memahami dan menyadari pada saat itu beban berat keluarga memang sangat terasa oleh kita semua, sehingga sebelum meninggal, pada 8 februari 2010 DPC dibantu oleh beberapa DPRa dan Aleg yang ada melakukan koordinasi untuk penggalangan dana bahwa beban berat keluarga harus menjadi tanggung jawab kita juga sebagai wujud ukhuwah. Pada saat itu memang tidak terbayangkan dari mana kita dapat memperoleh dana? Tetapi dengan dukungan ikhwah sekalian dan petunjuk dari Allah SWT, ternyata Allah memberikan jalan-jalan kemudahan terhadap upaya-upaya pengggalangan dana yang kita lakukan.

Setelah berkoordinasi pada malam itu, selanjutnya kita mengabarkan kepada saudara-saudara kita melalui media informasi-informasi yag bisa kita manfaatkan, seperti liqa-liqa, milis-milis, blog SIPITUNG, email dan facebook. Ternyata kabar ini telah tersiar dengan cepat dan sampai kepada orang yang tepat, yaitu kepada orang-orang yang mempunyai empati yang sangat dalam kepada keluarga almarhum Ade Sulaeman. Bahkan berita ini sampai kepada saudara kita yang berada di Arab Saudi dan Inggris, bahwa saudara kita yang berada di sebuah desa kecil di Wanajaya sedang menanggung beban berat. Berita ini ternyata dipahami dan akhirnya terbukti mereka dengan ikhlas memberikan bantuannya. Bahkan banyak di antara kita, terutama ibu-ibu yang meneteskan air mata ketika membaca catatan kecil dari seorang HUSNA, anak sulung almarhum Ade, yang menyiratkan kegundahan seorang anak yang mencintai abi dan umi tercintanya. Dari sinilah titik awal para ikhwah memberikan bantuannya lewat 3 rekening yang telah kita buka untuk membuktikan ukhuwah ini. Dan ternyata ukhuwah ini tidak saja kita dapatkan dikajian-kajian, tetapi ukhuwah ini ternyata telah terwujud nyata dan menembus batas, tidak terbatas pada jarak dan territorial, hingga ke Kalimantan bahkan Arab Saudi dan Inggris Raya. Dan Alhamdulillah Dana Peduli Husna yang telah terkumpul sejumlah Rp. 151.853.000,- yang selanjutnya telah diserahkan kepada ahli warisnya pada 14 Maret 2010 jam 17.00 wib. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang sempurna kepada ikhwah sekalian, kemudian kita berharap apa yang kita lakukan ini berbuah pahala yang besar, sebagaimana janji Allah SWT dalam QS. An-Nisa (4): 114;

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar”

Mudah-mudahan yang kita lakukan ini berbuah kebaikan dan pahala yang besar di akherat kelak. Selanjutnya tentu kita tidak akan pernah berhenti dalam mewujudkan ukhuwah ini dan kita akan selalu berempati dan memberi manfaat kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kepada anak-anak almarhum, kita juga berupaya berkomunikasi dengan rumah zakat dan lembaga-lembaga amal lainnya, untuk bisa memberikan bantuannya berupa beasiswa pendidikan kepada anak-anak almarhum. Dan Alhamdulillah upaya kita tersebut sudah direspon dengan sangat baik oleh rumah Zakat. Selanjutnya semoga apa yang kita lakukan ini sebagai amal untuk senantiasa berjalan menuju pintu-pintu kebaikan. Amin! (bibit)
Sumber: pkscibitung.wordpress.com

Kamis, 04 Maret 2010

PEDULI HUSNA – Proyek amal resmi ditutup



raport terakhir ananda HUSNA,… (smart girl)

Para Sahabat HUSNA yang Budiman,

Diawal ketika kami berkoordinasi untuk melakukan penggalangan dana, tidak ada sedikitpun bayangan bahwa dana yang akan terkumpul dapat menutupi nilai hutang perawatan Almarhum Pa Ade Sulaeman / ayahanda HUSNA dirumah sakit. Yang ada justru perasaan bahwa, sungguh kami akan mendapatkan jalan yang sangat berat dan kalaupun mendapatkan nilai yang ditargetkan, pasti akan memerlukan waktu yang sangat lama.

Tentu saja, perasaan itu tidak serta merta mengurungkan niat kami dan menguburkan kaki-kaki ini sehingga tidak segera dapat melangkah. Dengan modal keyakinan dan harapan penuh kepada ALLAH, kamipun tetap optimis untuk terus bergerak mencari potensi-potensi dana yang ada, menyebarkan proposal, dan mengirimkan kabar kepada teman, sahabat, kerabat serta keluarga.

Alhamdulillah, kabar telah tersiar dengan sangat cepat, kemudian direspon dengan tepat oleh para sahabat HUSNA dari berbagai tempat dan ditindak lanjuti dengan mengirimkan dana kepedulian. Sebut saja misalnya, sahabat yang berada di Jakarta, Bekasi dan sekitarnya, DKM-DKM perusahaan dibeberapa kawasan industri di kab. Bekasi, lembaga-lembaga zakat, sahabat di Kalimantan tengah, para sahabat di Saudi, bahkan sahabat yang berada di Inggris raya. Subhanallah, ukhuwah telah terjalin tiada batas, satu sama lain telah saling memperhatikan, momentum pahala tidak tersia-siakan, dan semua berlomba menuju pintu kebaikan. Pada akhirnya, beban berat keluarga almarhum menjadi ringan.

Sahabat,

Diantara kita mungkin ada yang menanyakan, bagaimana dengan pendidikan ananda HUSNA?

Alhamdulillah, diawali oleh seorang ibu muda yang mengabarkan kepada kami pada tanggal 11 pebruari 2010 bahwa beliau berniat untuk menyisihkan sebagian pendapatannya pada setiap bulan untuk membantu biaya pendidikan dan awal maret kemarin niatnya telah diamalkan. Disusul kemudian seorang ibu muda lainnya pada tanggal 24 Pebruari 2010 telah mengamanahkan dana cash kepada kami untuk melunasi kebutuhan biaya sekolah HUSNA s/d bulan Juli 2010, dan malam itu juga amanah itu telah kami sampaikan kepada Gurunya HUSNA. Kemudian pada hari yang sama (24 peb’2010), kami bertemu dengan manager Rumah Zakat Indonesia cabang Cikarang kemudian mendapat kabar bahwa HUSNA dan adiknya akan menjadi penerima manfaat program Beasiswa Ceria.

Terimakasih Ya ALLAH, engkau sampaikan kabar kebaikan ini kepada orang-orang yang tepat.

Sahabat,

Ikhtiar kita dalam mengirim kabar dan mengajak satu sama lain telah berbuah hasil yang maksimal, ALLAH telah berikan jalan-jalan kemudahan dari arah yang tidak disangka-sangka, ALLAH telah gerakkan hati para Dermawan..

Sampai dengan hari Selasa jam 23.00 dana yang terkumpul sebesar Rp. 115.330.000,- (Seratus lima belas juta tiga ratus tiga puluh ribu rupiah).

Subhanallah, angka yang tidak terbayangkan sebelumnya. Dana yang telah terkumpul ini melebihi beban hutang keluarga, dan Insya Allah kelebihannya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya.

Namun dengan berat hati kami sampaikan, bahwa penggalangan dana secara resmi akan kami tutup pada hari Selasa, 9 Maret 2010 jam 00.15 (tepat satu bulan dihari yang sama Ayahanda HUSNA meninggal dunia). Setelahnya kami akan melaksanakan serahterima dengan keluarga HUSNA. Kami memohon, jika masih ada dana yang belum tersalurkan, agar kiranya dapat segera dikirmkan sebelum hari penutupan.

Dari dalam lubuk hati yang paling dalam, kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas seluruh kontribusi sahabat dalam proyek kebaikan di waktu yang sangat singkat ini. Semogalah, menjadi amal shalih bagi kita semua sebagai bekal dihari kemudian, dan semoga ALLAH tetap menjaga keikhlasan kita masing-masing, amin.

Selanjutnya kami berpesan, teruslah jalin ukhuwah, teruslah saling memperhatikan, rebut setiap peluang kebaikan, semarakan lembaga-lembaga zakat dengan infaq, shadaqah dan zakat kita, agar “HUSNA-HUSNA” lainnya dapat terbantukan, Insya Allah.

Dan terakhir, dengan kerendahan hati kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, jika dalam 1 bulan terakhir ini ada hal yang kurang berkenan sehingga sedikit mengganggu rutinitas sahabat, semua ini kami lakukan semata-mata ingin mencari keredhaan ALLAH dan Pahala Besar yang dijanjikan-NYA dalam Q.S. 4:114.

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar”

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Data Pura

Senin, 22 Februari 2010

Taujih Presiden PKS, Ust. Luthfi Hasan Ishaq di President University Bekasi


Dalam sebuah acara temu struktur dan kader PKS se-Kabupaten Bekasi (17/2) tadi malam, Presiden PKS Ustadz Lutfi Hasan Ishaaq, MA memberikan taujih. Alhamdulillah ada pencerahan tentang persepsi dakwah PKS dan semangat baru bagi kader untuk kembali meneruskan dan tetap istiqomah memperjuangkan cita-cita mulia partai ini bagi kebaikan umat. Berikut point-point penting diantara taujih beliau :

Syukur

Mensyukuri nikmat dan anugrah Allah SWT atas hasil Pemilu 2009 yang menempatkan PKS saat ini sebagai partai Islam terbesar (sebelumnya thn 1999 = 1,8 %, thn 2004 = 8,7 %) yang hakekatnya adalah pertolongan dari Allah SWT. Keberhasilan ini harus dibangun mulai dari perbaikan diri, keluarga, masyarakat dan akan terus menuju kebaikan bagi bangsa dan negara. Meskipun angka Demokrat meroket sampai puncak, tetapi bagi partai dakwah kemenangan adalah bukan pada kuantitas tetapi lebih kepada kualitas, yaitu tumbuhnya sikap istiqomah. Karena dengan demikian, seorang kader telah mampu mengatasi syahwat dan syubhat, serta mampu menentang berbagai kendala dengan sikap berani dan istiqomah.

Perbaikan

Upaya-upaya perbaikan dan meluruskan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di tingkat masyarakat, negara maupun pemerintahan didasari oleh dalil yang jelas, di antaranya : hendaklah takut azab Allah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang jahat saja, Allah menghancurkan suatu negeri akibat kemaksiatan penduduknya sementara ahli ibadahnya berdiam diri asyik dengan kesholehan untuk dirinya sendiri tiada peduli dengan sekitarnya. Pada akhirnya tujuan dakwah PKS adalah memperbaiki keadaan pada level politik selain memperbaiki keadaan individu, keluarga dan masyarakat. PKS dan dakwahnya harus menjadi ikon problem solver, yaitu menjadi solusi bagi segala permasalahan ummat, bangsa dan Negara.

Power Sharing untuk dakwah

Memasuki wilayah negara dengan power sharing bukan berarti dakwah PKS serta merta ditinggalkan dan beralih dari tahapan-tahapan sebelumnya, akan tetapi ini semua merupakan tambahan tugas dakwah bagi para kadernya, agar dakwah sampai kepada para pengambil kebijakan negeri ini, sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Yusuf AS. Apalagi dalam pemahaman kader telah menjadi prinsip bahwa tarbiyah madal hayah – tarbiyah / pembinaan dan dakwah terus dilakukan sepanjang hidup.

Upgrade potensi diri

PKS harus senantiasa menjaga tradisi yang telah diajarkan Islam bahwa hakekatnya pemimpin / pejabat adalah pelayan ummat / rakyat. Kader PKS harus selalu berusaha agar dakwah Islam dilakukan secara syamil (menyeluruh) dan mutakamil (lengkap). Untuk melaksanakan syumuliyatul Islam sekedar mengimani saja tidaklah cukup, karena itu diperlukan sikap ekstra untuk segera melaksanakan tujuan-tujan mulia tersebut. Kuncinya berupa : sikap bersegera melaksanakan dan kesiapan ruh/jiwa, fisik/raga, dan fikriyah. Kader harus terus mengupgrade segala potensi dirinya untuk menjadi manfaat bagi masyarakat yang didakwahinya.

Menjadi sosok teladan

Dalam bersikap hendaklah kita semua menteladani apa yang telah dicontohkan para generasi awal Islam yang telah mampu menampilkan perbedaan yang menonjol antara sebelum masuk Islam dengan setelah masuk Islam, sebelum tarbiyah dengan setelah tarbiyah. Maka setidaknya ada 2 hal yaitu : usia kematangan dan percepatan menyelesaikan masalah.

Tuntas

Islam mendorong umatnya untuk Qodirun ‘alal kasbi – mampu dan kreatif dalam pekerjaan agar mampu melaksanakan rukun-rukun Islamnya dengan sempurna. Bukankah untuk berzakat disyaratkan mencapai Nishab / batas minimal dan ukuran ?, bukankah untuk berhaji dibutuhkan cukup bekal ? Sudahkah kita melaksanakan rukun-rukun Islam itu dengan sempurna, sehingga kita menjadi hamba yang paling pantas untuk diberi pertolongan dan kemenangan oleh Allah SWT?

Pemecatan Anggota

Pemecatan Saeful Islam Mubarok Lc. dari keanggotannya di PKS, memang telah menjadi pertanyaan banyak kader. Namun keputusan kolektif Majelis Syuro adalah jalan terbaik demi menyelamatkan pilar-pilar dakwah PKS agar tetap berada di relnya. Keputusan ini tentu sudah melalui prosedur detail yang sangat panjang. Dan ini menjadi bukti bahwa PKS adalah partai yang serius dalam mengelola kader-kadernya sehingga tidak boleh sebagai kader bertindak semaunya.

Kasus Century

Dalam kasus century, PKS telah menempatkan dirinya menjadi partai yang paling konsisten untuk tetap bersih, peduli dan professional. Karena Publik telah banyak berharap bahwa PKS menjadi salah satu motor politik untuk menuntaskan proses politik di Pansus Hak Angket Kasus Bank Century. Maka ditempatkanlah 3 orang yaitu ust. Tamim yang arif dan bijaksana, ust. Fachrie yang tegas/keras dan ust. Andi Rahmat yang sangat menguasai dan paling lengkap data-datanya dalam membongkar kasus ini. Yusuf Kala dan anggota pansus yang lain sampai heran, PKS kok punya data-data kasus bank century sedemikian lengkap. Maka biarkan proses politik ini diakhiri dengan mengalihkannya menjadi proses hukum yang seadil-adilnya, tanpa gangguan dan intervensi kekuasaan.

Tidak seperti biasanya, taujih beliau walaupun dibawakan dengan kalem tapi jelas dan tegas sampai pkl. 24.00 wib, menjadikan jam-jam rawan mengantuk tidak dirasakan oleh lebih dari 300 kader, bahkan dirasa memperoleh pencerahan dari taujih beliau yang memang memiliki pengalaman dakwah yang cukup panjang. Pada saat ini tepatlah beliau diberi amanah partai untuk menjadi Presiden Partai menggantikan Ust Tifatul Sembiring yang telah ditunjuk Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menkoinfo pada kabinet 2009-2014.

Pada akhir taujih beliau berpesan kepada segenap kader agar tetap istiqomah (berpegang teguh) dalam bingkai dakwah dan tarbiyah.
sumber:pkscibitung.wordpress.com

Rabu, 10 Februari 2010

Proposal Permohonan Bantuan Seorang Isteri



Assalamu’alaikum wr. wb.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita banyak sekali nikmat, yaitu nikmat iman, Islam dan terlebih nikmat sehat sehingga kita masih bisa melaksanakan aktivitas kita sehari-hari. Shalawat dan salam kita sanjungkan kepada tauladan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya, mudah-mudahan kita termasuk pengikutnya yang setia sampai akhir zaman.

Melalui proposal ini kami mengetuk hati kaum musliminh dan muslimat dimana saja berada, dikarenakan keterpaksaan dan kekurangan ekonomilah yang membuat kami memberanikan diri untuk menyampaikan permohonan bantuan untuk membantu kesulitan kami sekeluarga.

Pada saat ini suami saya menderita penyakit otak yang terkena virus dan virus ini sangat sulit untuk disembuhkan dengan cepat, dan membutuhkan waktu yang lama dan memerlukan banyak biaya. Sebagai gambaran kami menjelaskan kondisi sakit dan keuangan keluarga kami, semoga dapat mengetuk hati kaum muslimin dan muslimat.

Nama suami : Ade Sulaeman

Umur : 35 Tahun

Pekerjaan : Karyawan PT. Yeong Shin Indonesia

(Kawasan Industri MM2100 Blok G Cikarang Barat)

Anak :

1. Aulia Husna Hamidah (9 tahun – Kelas 3 SDIT)

2. M. Addih Al-Haq (5 tahun – Kelas TKIT/B)

3. Khasa Fadiyah (3 tahun)

Pekerjaan isteri : Ibu Rumah Tangga

Penghasilan tetap : Rp. 1.300.000,-

Angsuran Bank : Rp. 570.000,-

Angsuran koperasi : Rp. 175.000,-

Ang. KPR Bank DKI : Rp. 500.000,-

Kebutuhan lainnya : Kebutuhan sehari-hari, biaya listrik, biaya sekolah dll.

Alamat lengkap : Perumahan Villa Mutiara Jaya, Blok N81 No.12 Wanajaya Cibitung Bekasi.

Semua pengeluaran tersebut harus kami tanggung semua, sementara kondisi suami tercinta sedang sakit sampai sekarang dan kami harus menanggung biaya berobat yang belum terbayar sebesar Rp. 86.976.800,- (Delapan puluh enam juta Sembilan ratus tujuh puluh enam ribu delapan ratus rupiah) dan kami diberi tempo untuk melunasi dalam aktu sebulan.

Kronologis :

Awalnya muntah-muntah disertai panas sampai pagi, siang hari ke dokter dengan diagnose awal inspeksi lambung. Tiga hari di rumah dengan panas naik turun, terakhir panas tinggi ke dokter dirujuk ke RS Karya Medika Cikarang, langsung ICU dengan diagnose awal typus dan hilang kesadaran.

Mulai sakit : 30 November 2009

Mulai dirawat : 03 Desember 2009

Rumah Sakit : Karya Medika I Cikarang

Perawatan : ICCU (mulai tgl 3 s/d 30 Desember 2009)

Total Biaya : Rp. 93.089.800,-

Telah dibayar : Rp. 6.113.000,- (Dibayar oleh Asuransi PT. Megalife)

Belum terbayar: Rp. 86.976.800,-

Karena biaya yang harus kami tanggung cukup besar sementara kondisi belum membaik, kami memindahkan suami tercinta ke RS. Hasan Sadikin Bandung untuk melanjutkan perawatan mulai tgl. 31 Desember 2009 s/d 25 Januari 2010. Kondisi sekarang belum sadarkan diri dan rawat jalan.

Selama suami sakit, untuk biaya kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan bantuan dari tetangga dan teman-teman. Kami mohon bantuan dana untuk dapat melunasi biaya yang belum terbayar. Semoga bnatuan kaum muslimin dan muslimat mendapatkan ganjaran dari Allah SWT.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Hormat saya,

ARNASIH

Isteri

Hubungi :

Harsono (0812 106 1815)
Rahmat (0817 493 8354)
Data Pura (021 9100 3843) à datapura@suzuki.co.id
____________________________________

Assalamu’alaikum,

Kepada Saudaraku yang dirahmati Allah SWT,

Berikut saya kirimkan proposal permohonan dana dari seorang Istri di Cibitung, suaminya adalah teman saya dan saat ini masih dalam keadaan KOMA kira-kira sudah 2 Bulan.

Kondisinya sangat memprihatinkan, suami yang selama ini sbg tulang punggung ekonomi keluarga, ternyata Allah telah Takdirkan harus terbaring tidak sadarkan diri (koma) dipembaringan.

Beban perawatan selama di RS meninggalkan hutang yang harus segera dibayarkan, ketiga anaknya yang masih kecil membutuhkan perhatian dan biaya untuk makan, pakaian, sekolah.

Hampir tiap malam istrinya terjaga mengharap suaminya tersadar dari KOMA, meminta kepada Rabb Yang Maha Kuasa untuk menyembuhkan dalam do’anya yang panjang dengan diiringi tetesan air mata.

Saudaraku,

Apakah kita bisa Bantu untuk meringankan beban keluarga itu?

Saya mohon, mari kita panjatkan doa untuk kesembuhannya. Saya meyakini, Insya Allah salah satu doa kita dikabulkan Allah SWT.

Kemudian, dengan kerendahan hati, saya mohon kepada saudaraku semua, sisihkanlah sebagian harta kita, keluarkan dana sedekahnya.

Semoga Allah menjadikan kabar ini, sebagai jalan menuju pintu kebaikan berikutnya.

Wahai saudaraku, Saya tunggu, kabar baiknya.

Data Pura