Tampilkan postingan dengan label Kiprah tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiprah tokoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2011

Dewan Pengurus Ranting Partai Keadilan Sejahtera Se-Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Periode 2011 – 2012.



بســم الله الرحمن الرحيم



Pada hari Ahad, 8 Rabiul Tsani 1432 H bertepatan dengan 13 Maret 2011 M, Pukul 10:00 WIB, bertempat di Wanasari Cibitung telah dilaksanakan pelantikan Dewan Pengurus Ranting Partai Keadilan Sejahtera Desa/Kelurahan Wanasari-Wanajaya, Cibuntu, Sukajaya, Sarimukti, Muktiwari dan Kertamukti Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Periode 2011 – 2012.

Sabtu, 24 April 2010

Sa'aduddin, Kesederhanaan Seorang Bupati


Djoko Tjiptono - detikNews

Jakarta - Sederhana. Itulah prinsip utama Sa'aduddin. Orang nomor satu di Kabupaten Bekasi ini ke mana-mana kerap tampil seadanya. Kedua kakinya sangat jarang berbalut sepatu kulit mengkilat. Ditambah lagi, sikap cueknya terhadap aturan protokoler yang serba formil.

Banyak peristiwa unik dari sikap santai serta jauh dari protokoler yang dilakoni Sa'aduddin. Salah satunya ketika melakukan kunjungan kerja ke salah satu kecamatan. Dia diam-diam duduk di sebuah warung kopi tak jauh dari lokasi acara tujuannya. Dia tersenyum geli saat mendengar obrolan beberapa pengunjung warung kopi itu.

"Mereka bertanya-tanya, kok bupatinya nggak datang-datang ya," ungkap Sa'aduddin saat berbicara dengan detikcom, Kamis (15/4/2010).

Bapak dari 8 anak ini mengaku dirinya tidak anti protokoler yang serba resmi. Dia hanya ingin tidak terlalu formil saat bertemu warganya. Sebab dengan demikian, dia bisa mendengar dan melihat lebih dekat kondisi warganya.

"Kalau kita jauh, warga tentunya ya juga jauh. Ukuran sukses juga tidak dinilai dari harta atau jabatan, tapi bagaimana saya bisa siap melayani dan memberikan yang terbaik bagi warga masyarakat sepanjang jabatan saya ini," ujar Sa'aduddin.

Sejak memimpin Kabupaten Bekasi, penyandang gelar doktor ini telah melakukan berbagai terobosan. Untuk urusan pendidikan, dia menggratiskan biaya pendidikan mulai tingkat SD hingga SMP. Tunjangan bagi kesejahteraan para guru pun tak luput diberikan.
Layanan kesehatan masyarakat pun menjadi perhatiannya. Termasuk di antaranya mengupayakan peningkatan pelayanan rumah sakit di Kabupaten Bekasi dengan meningkatkan kelas plus ketersediaan peralatan.

Demikian pula dengan sektor ekonomi. Sa'adudin tengah gencar melakukan optimalisasi sumber penerimaan serta merevisi beberapa regulasi terkait retribusi daerah. Dia juga menggiring pihak swasta agar terlibat dalam proses pembangunan.

"Keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan sangat strategis. Terlebih jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Bekasi mencapai lebih dari 143 ribu orang," tutur Sa'aduddin.

Diakui Sa'aduddin, menarik minat swasta untuk melakukan investasi di wilayahnya bukan perkara sepele. Sebab, para investor butuh kepastian hukum dan iklim yang kondusif. Terutama masalah birokrasi dan perizinan usaha yang berbelit-belit. Untuk itulah, Pemkab Bekasi berniat menerapkan pelayanan perizinan satu atap.

"Ke depan, layanan perizinan ini akan kita tingkatkan statusnya menjadi sebuah badan," terang Sa’duddin.

Di akhir cerita, Sa'aduddin mengaku mempunyai 3 doa utama yang selalu dilafalkan setiap hari. Pertama, dirinya selalu berdoa agar bisa menjalani hidup dengan ikhlas. Kedua, dia berdoa agar dirinya selalu istiqomah.

"Yang terakhir adalah bagaimana saya ini nanti dapat meninggal dalam kondisi beriman dan khusnul khotimah," ungkapnya.

(djo/nrl)
sumber:detiknews.com

Senin, 22 Februari 2010

Taujih Presiden PKS, Ust. Luthfi Hasan Ishaq di President University Bekasi


Dalam sebuah acara temu struktur dan kader PKS se-Kabupaten Bekasi (17/2) tadi malam, Presiden PKS Ustadz Lutfi Hasan Ishaaq, MA memberikan taujih. Alhamdulillah ada pencerahan tentang persepsi dakwah PKS dan semangat baru bagi kader untuk kembali meneruskan dan tetap istiqomah memperjuangkan cita-cita mulia partai ini bagi kebaikan umat. Berikut point-point penting diantara taujih beliau :

Syukur

Mensyukuri nikmat dan anugrah Allah SWT atas hasil Pemilu 2009 yang menempatkan PKS saat ini sebagai partai Islam terbesar (sebelumnya thn 1999 = 1,8 %, thn 2004 = 8,7 %) yang hakekatnya adalah pertolongan dari Allah SWT. Keberhasilan ini harus dibangun mulai dari perbaikan diri, keluarga, masyarakat dan akan terus menuju kebaikan bagi bangsa dan negara. Meskipun angka Demokrat meroket sampai puncak, tetapi bagi partai dakwah kemenangan adalah bukan pada kuantitas tetapi lebih kepada kualitas, yaitu tumbuhnya sikap istiqomah. Karena dengan demikian, seorang kader telah mampu mengatasi syahwat dan syubhat, serta mampu menentang berbagai kendala dengan sikap berani dan istiqomah.

Perbaikan

Upaya-upaya perbaikan dan meluruskan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di tingkat masyarakat, negara maupun pemerintahan didasari oleh dalil yang jelas, di antaranya : hendaklah takut azab Allah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang jahat saja, Allah menghancurkan suatu negeri akibat kemaksiatan penduduknya sementara ahli ibadahnya berdiam diri asyik dengan kesholehan untuk dirinya sendiri tiada peduli dengan sekitarnya. Pada akhirnya tujuan dakwah PKS adalah memperbaiki keadaan pada level politik selain memperbaiki keadaan individu, keluarga dan masyarakat. PKS dan dakwahnya harus menjadi ikon problem solver, yaitu menjadi solusi bagi segala permasalahan ummat, bangsa dan Negara.

Power Sharing untuk dakwah

Memasuki wilayah negara dengan power sharing bukan berarti dakwah PKS serta merta ditinggalkan dan beralih dari tahapan-tahapan sebelumnya, akan tetapi ini semua merupakan tambahan tugas dakwah bagi para kadernya, agar dakwah sampai kepada para pengambil kebijakan negeri ini, sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Yusuf AS. Apalagi dalam pemahaman kader telah menjadi prinsip bahwa tarbiyah madal hayah – tarbiyah / pembinaan dan dakwah terus dilakukan sepanjang hidup.

Upgrade potensi diri

PKS harus senantiasa menjaga tradisi yang telah diajarkan Islam bahwa hakekatnya pemimpin / pejabat adalah pelayan ummat / rakyat. Kader PKS harus selalu berusaha agar dakwah Islam dilakukan secara syamil (menyeluruh) dan mutakamil (lengkap). Untuk melaksanakan syumuliyatul Islam sekedar mengimani saja tidaklah cukup, karena itu diperlukan sikap ekstra untuk segera melaksanakan tujuan-tujan mulia tersebut. Kuncinya berupa : sikap bersegera melaksanakan dan kesiapan ruh/jiwa, fisik/raga, dan fikriyah. Kader harus terus mengupgrade segala potensi dirinya untuk menjadi manfaat bagi masyarakat yang didakwahinya.

Menjadi sosok teladan

Dalam bersikap hendaklah kita semua menteladani apa yang telah dicontohkan para generasi awal Islam yang telah mampu menampilkan perbedaan yang menonjol antara sebelum masuk Islam dengan setelah masuk Islam, sebelum tarbiyah dengan setelah tarbiyah. Maka setidaknya ada 2 hal yaitu : usia kematangan dan percepatan menyelesaikan masalah.

Tuntas

Islam mendorong umatnya untuk Qodirun ‘alal kasbi – mampu dan kreatif dalam pekerjaan agar mampu melaksanakan rukun-rukun Islamnya dengan sempurna. Bukankah untuk berzakat disyaratkan mencapai Nishab / batas minimal dan ukuran ?, bukankah untuk berhaji dibutuhkan cukup bekal ? Sudahkah kita melaksanakan rukun-rukun Islam itu dengan sempurna, sehingga kita menjadi hamba yang paling pantas untuk diberi pertolongan dan kemenangan oleh Allah SWT?

Pemecatan Anggota

Pemecatan Saeful Islam Mubarok Lc. dari keanggotannya di PKS, memang telah menjadi pertanyaan banyak kader. Namun keputusan kolektif Majelis Syuro adalah jalan terbaik demi menyelamatkan pilar-pilar dakwah PKS agar tetap berada di relnya. Keputusan ini tentu sudah melalui prosedur detail yang sangat panjang. Dan ini menjadi bukti bahwa PKS adalah partai yang serius dalam mengelola kader-kadernya sehingga tidak boleh sebagai kader bertindak semaunya.

Kasus Century

Dalam kasus century, PKS telah menempatkan dirinya menjadi partai yang paling konsisten untuk tetap bersih, peduli dan professional. Karena Publik telah banyak berharap bahwa PKS menjadi salah satu motor politik untuk menuntaskan proses politik di Pansus Hak Angket Kasus Bank Century. Maka ditempatkanlah 3 orang yaitu ust. Tamim yang arif dan bijaksana, ust. Fachrie yang tegas/keras dan ust. Andi Rahmat yang sangat menguasai dan paling lengkap data-datanya dalam membongkar kasus ini. Yusuf Kala dan anggota pansus yang lain sampai heran, PKS kok punya data-data kasus bank century sedemikian lengkap. Maka biarkan proses politik ini diakhiri dengan mengalihkannya menjadi proses hukum yang seadil-adilnya, tanpa gangguan dan intervensi kekuasaan.

Tidak seperti biasanya, taujih beliau walaupun dibawakan dengan kalem tapi jelas dan tegas sampai pkl. 24.00 wib, menjadikan jam-jam rawan mengantuk tidak dirasakan oleh lebih dari 300 kader, bahkan dirasa memperoleh pencerahan dari taujih beliau yang memang memiliki pengalaman dakwah yang cukup panjang. Pada saat ini tepatlah beliau diberi amanah partai untuk menjadi Presiden Partai menggantikan Ust Tifatul Sembiring yang telah ditunjuk Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menkoinfo pada kabinet 2009-2014.

Pada akhir taujih beliau berpesan kepada segenap kader agar tetap istiqomah (berpegang teguh) dalam bingkai dakwah dan tarbiyah.
sumber:pkscibitung.wordpress.com

Selasa, 17 November 2009

Herlini Amran: Masalah Pendidikan Kita Seperti Benang Kusut!


Anggota Komisi X DPR RI dari F-PKS, Herlini Amran, mengatakan masalah pendidikan kita seperti benang kusut. Banyak faktor yang harus diurai untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia. Hal ini disampaikannya di sela-sela rapat kerja Komisi X dengan Mendiknas, M. Nuh, di Gedung DPR RI, Rabu (11/11/09) siang.

Menteri Pendidikan Nasional, M. Nuh, baru saja memaparkan program 100 harinya di hadapan anggota Komisi X DPR RI. Ada delapan program 100 hari yang digaungkan Mendiknas, yaitu sebagai berikut.

1.Penyediaan internet secara massal di sekolah
2.Penguatan kemampuan kepala dan pengawas sekolah
3.Beasiswa PTN untuk siswa SMA/SMK/MA berprestasi dan kurang mampu
4.Penyusunan kebijakan khusus bagi guru yang bertugas di daerah terdepan dan terpencil
5.Penyusunan dan penyempurnaan renstra 2010—2014
6.Pengembangan budaya dan karakter bangsa
7.Pengembangan metodologi pembelajaran
8.Pengembangan entrepreneurship

Herlini menilai program tersebut tidak membumi dan terlalu 'idealis'. “Kita lihat saja nanti, apakah program yang sangat 'idealis' bisa diimplementasikan dalam waktu 100 hari,” ujar Herlini.

Aleg PKS dari dapil Kepulauan Riau ini juga menegaskan bahwa permasalahan pendidikan nasional saat ini yang paling urgen adalah masalah ujian nasional dan sertifikasi guru. “Yang paling mendesak, yang perlu diselesaikan adalah ujian nasional, sertifikasi guru. Kita lihat dampaknya terjadi kecurangan-kecurangan (dalam penyelenggaraan ujian-red),” ungkap Herlini.

Lebih lanjut, Herlini mengusulkan agar ujian di tingkat sekolah menengah mengambil format UASBN seperti yang telah dilaksanakan di tingkat sekolah dasar. “Bagaimana kalau ujian SMP itu seperti ujian SD yang bentuknya UASBN. Jadi soal dibuat provinsi tapi diberikan otonomi sekolah untuk menentukan kelulusan. Jadi, soal-soal itu bisa diujikan dan jangan dari pusat. Kalau ujian nasional itu disamakan, bagaimana nasibnya dengan yang ada di pulau-pulau,” ujarnya seraya menegaskan.

Selain permasalahan ujian, Herlini juga menyoroti posisi sekolah agama, madrasah misalnya, yang masih di bawah naungan Departemen Agama. “Bisa nggak satu atap pendidikan yang dikelola antara Depag dan Diknas. Madrasah itu terkesan dianaktirikan, padahal dana terbesar ada di Diknas,” ungkap Herlini.

Ia juga mengungkapkan, stakeholder mempunyai peran besar dalam mengurai benang kusut permasalahan pendidikan di Indonesia. “Jadi, (permasalahan pendidikan-red) memang kayak benang kusut. Kalau stakeholder, pemerintah, punya niat baik untuk memajukan pendidikan, insya Allah kita bisa mewujudkan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya geram. (Ind)
sumber: eramuslim.com

Kamis, 29 Oktober 2009


Penulis : A-186
Kamis, 22 Oktober 2009, 10:49:33 WIB (Hits : 101 x)
Bupati Bekasi, Sa’duddin meraih gelar doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (21/10). Melalui desertasinya yang berjudul “Pengaruh Komunikasi Interpersonal Kerja Tim dan Kepemimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Aparat Pejabat Eselon II di Pemerintahan Daerah Kabupaten Bekasi”, Sa`duddin dinyatakan lulus menjadi doktor dengan nilai sangat memuaskan.

“Alhamdulillah, akhirnya proses meraih gelar doktor telah berakhir dengan sidang terbuka ini. Meski begitu, meraih gelar doktor ini semoga tidak hanya bermanfaat bagi saya, namun juga bagi masyarakat Kab. Bekasi khusunya,” ujarnya saat ditemui seusai sidang terbuka Senat UNJ di Aula Gedung Pascasarjana Universitas Negeri, Jakarta.

Menurut Sa`duddin, gelar doktor yang kini disandangnya semoga bisa menambah kualitas kepemimpinan untuk membuat Kabupaten Bekasi semakin maju. “Ini tidak saja buat saya, namun juga untuk kemajuan Kab. Bekasi melalui kepemimpinan yang semakin baik dan komunikasi antar pemimpin dan bawahannya semakin harmonis,” tuturnya.

Sidang Terbuka Senat UNJ tersebut diketuai Prof. Dr. Bedjo Sujanto, M.Pd (Rektor UNJ), dengan Sekretaris, Prof. Dr. H. Djaali (Guru Besar Tetap UNJ, Ketua Program Pasca Sarjana UNJ). Anggota Prof. Dr. Imam Chourmain, M.Ed (Guru Besar tetap UNJ), Prof. Dr. Ir. Kazan Gunawan (Guru Besar tetap Universitas Esa Tunggal). Sementara Komisi Promotor merangkap sebagai Anggota Panitia Ujian Doktor adalah Prof. Dr. I Made Putrawan (Guru Besar UNJ) dan Prof. Dr. Soedijarto, M.A. (Guru Besar Tetap UNJ).

Sebagai bentuk dukungan untuk pemimpinannya, hampir seluruh SKPD di Kab. Bekasi menghadiri ujian untuk meraih gelar doktor tersebut. “Dengan diraihnya gelar doktor ini, kami semakin termotivasi untuk mengikuti jejaknya,” ucap Camat Cikarang Barat, A. Karim yang turut hadir dalam acara tersebut.

Sebelum mendapat gelar doktor, Sa’duddin menempuh pendidikan D-3 IAIN Sunan Gunung Jati Serang Banten (lulus Tahun 1986), S-1 IAIN Sunan Gunung Jati Serang Banten (lulus Tahun 1991) dan S-2 STIE IPWI Jakarta (lulus Tahun 1999).

Sementara karier di bidang politik dimulai sebagai Ketua Komisi E DPRD Kabupaten Bekasi 1999-2004, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Tahun 2004-2006, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi dan terpilih sebagai Bupati Bekasi melalui Pemilihan Kepala Daerah langsung untuk Periode 2007-2012.
[Pikiran Rakyat Online :: http://www.pikiran-rakya]

Minggu, 18 Oktober 2009

Tauladan Pak Anton


by abuhasan


Detik demi detik hari-hari ini begitu mendebarkan bagi 'para calon menteri' yang akan ditelpon SBY.

Begitu kira-kira headline media masa mulai dari kemarin terkait akan dilantiknya SBY-Boediono untuk menjadi Presiden-Wakil Presiden RI 2009-2014 yang otomatis akan dibentuk juga menteri jajaran kabinet. Bahkan Sabtu (17/10) dinihari tadi, detik.com melansir judul "Tunggu Telepon SBY, Elit PKS Siaga" untuk menggambarkan 'suasana mendebarkan' terkait itu.

Namun bukan headline itu yang menarik dan menyedot pikiran serta hati ini untuk menorehkan catatan kecil kali ini. Di situs yang sama (detik.com) ada postingan yang membuat jari-jari ini serasa lumer setelah beberapa hari membeku. Tulisan itu bertitel "Jika Diminta Jadi Menteri, Anton Minta Izin Partai Dulu". Sebelum membaca isi tulisan, saya sudah memastikan kalau nama Anton dalam judul ini adalah Anton Apriyantono menteri pertanian dari PKS. Maka sayapun langsung membaca isi utuhnya seperti dibawah ini:

Jakarta - Menteri Pertanian Anton Apriantono disebut-sebut akan dipertahankan SBY di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Anton akan direkrut kembali atas nama kalangan profesional karena PKS tidak mengusulkan namanya.

Jika isu Anton akan dijadikan menteri kembali oleh SBY, Anton pun akan meminta izin dulu ke partainya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). "Yang sudah jelas, saya tidak diajukan oleh partai saya," jawab Anton ketika ditanya tentang apakah dirinya ditawari jabatan menteri di KIB II.

Hal itu disampaikan Anton usai Perpisahan KIB I di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2009).

Anton pun mengaku belum dihubungi oleh SBY. Jika SBY meminta langsung dan tidak melalui partai? "Tidak bisa. Karena saya kan awalnya dari partai. Ya tetap harus dari partai," timpal doktor kimia pangan Universitas Reading, Inggris ini. [detik.com]


Subhanallah! Saya membatin atas kekaguman saya pada Akh Anton Apriyantono. Segudang prestasi selama lima tahun jadi mentan yang diakui semua kalangan tidak membuatnya merasa 'bisa sendiri tanpa jama'ah'. Kekaguman ini bertambah disaat banyak dari kita (kader atau bekas kader?) mulai 'meremehkan' arti jama'ah, arti syuro, arti qiyadah. Tapi Anton? Sungguh statemen-nya menegaskan bahwa jama'ah adalah pilar asasi dalam da'wah ini. Kita adalah jundi yang siap diterjunkan di posisi mana saja sesuai kebijakan jama'ah. Kita bukan tipe diserser yang merasa diri lebih hebat dari keputusan syuro jama'ah. Sungguh, kita ingin seperti Pak Anton Apriyantono, juga kita ingin seperti Kholid bin Walid yang tatkala 'dipecat' kholifah Umar bin Khothob dari jabatan Panglima turun 'cuma' jadi prajurit biasa, tak ada yang berubah pada 'kontribusi'nya bagi da'wah dan jama'ah.

"Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qodijtama'at ala mahabbatik
waltaqot ala tho'atik
wa tawahadat ala da'watik
wa ta'ahadat ala nushroti syari'atik
fawatsiqillahumma robithotaha......."


Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

---
sumber: pkspiyungan.blogspot.com

Sabtu, 15 Agustus 2009

Warsito, Profesor PKS yang Sukses


Ada lima tokoh yang memenangkan penghargaaan Achmad Bakrie Awards tahun ini. Di antaranya adalah Warsito PhD, yang meraih penghargaan kategori teknologi. Inikah isyarat bahwa ia akan terpilih menjadi Menristek dalam kabinet SBY mendatang? Warsito tak mau bicara soal itu. Dunianya adalah dunia ilmu. Tenang tapi menghanyutkan.

Empat pemenang lainnya adalah Pantur Silaban peraih untuk bidang sains, Danarto kategori kesusasteraan, Ag Soemantro Hardjojuwono untuk bidang kedokteran, dan terakhir Sajogyo pemenang di bidang pemikiran sosial.

Di dunia akademisi internasional, Warsito dikenal sebagai pionir dalam teknologi tomografi, yaitu teknologi untuk memindai berbagai macam obyek dari tubuh manusia, proses kimia, industri perminyakan, reaktor nuklir hingga perut bumi. Penemuannya yang paling spektakuler adalah tomografi volumetrik 4D yang dipatenkan di Amerika dan lembaga paten internasional PTO/WO tahun 2006. Teknologi ini diperkirakan akan mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi di berbagai bidang dari energi, proses kimia, kedokteran, hingga nano-teknologi.

Warsito sudah membangun sebuah institusi riset swasta pertama di Indonesia untuk mengembangkan teknologi tomografi volumetrik untuk berbagai aplikasi. Meskipun masih berskala kecil, institusi yang dibangunnya mempunyai reputasi tinggi di dunia dan telah mampu menjalin kerja sama riset dengan lembga riset dan universitas kelas dunia seperti Ohio State University (AS), National Natural Science Laboratory of Japan (RIKEN, Japan), Nanyang Technology University (Singapore), dan Universiti Kebangsaan Malaysia (Malaysia).

Produk dari institusinya telah dipakai di berbagai institusi dunia, termasuk Ohio State University (AS), Cambrige University (UK), B&W Company (AS), dan Morgantown National Laboratory (Dept of Energy, WA, AS). Institusi yang dibangunnya juga telah menjadi standar bagi teknologi tomografi volumetrik dan yang dikembangkan di seluruh dunia dan dipublikasikan di dua jurnal internasional terkemuka, yaitu Measurement Science and Technology (UK) dan IEE Sensors Journal (AS).

Lembaga penelitian yang juga memberikan beasiswa dan bimbingan penelitian bagi mahasiswa Indonesia dari seluruh tanah air. Ini sebagai bantuan untuk menyelesaikan tugas akhir dengan pembinaan riset kelas dunia bekerja sama dengan lembaga-lembaga riset dunia yang terikat dalam kerjasama penelitian.

Di bidang keorganisasian, Warsito adalah salah satu pendiri dan ketua umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI). Selama menjabat sebagai ketua umum MITI sejak tahun 2005, Warsito telah membangun jaringan MITI di seluruh Indonesia dan luar negeri terutama MITI-Mahasiswa di 50 kampus di 26 Propinsi di seluruh Indonesia.

Program utama yang dilancarkan MITI adalah meningkatkan kualitas akademis dan kemampuan riset mahasiswa Indonesia, serta membantu pengembangan SDM mahasiswa Indonesia melalui program pengiriman mahasiswa Indonesia untuk belajar ke luar negeri. Tahun 2007 MITI bekerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Riyadh berhasil mengirim mahasiswa untuk program belajar S2 dan S3 sebanyak 51 orang atas beasiswa dari pemerintah Saudi Arabia.

Saat ini MITI juga sedang membangun kelompok-kelompok belajar dan riset bagi pelajar dan mahasiswa di seluruh pelosok tanah air untuk membudayakan riset ilmiah dan mendorong segera terwujudnya universitas riset di universitas-universitas seluruh Indonesia.

Dr Warsito lahir di Solo, 1967, adalah seorang penemu alat pemindai tubuh (tomografi) yang lebih murah dan akurat yang dinamakan ECVT (electrical capacitance volume tomography). Warsito meraih gelar doktor dari Universitas Shizuoka Jepang tahun 1997. Dia memulai riset tomografi ini sejak tahun 1991, ketika masih menjadi mahasiswa S1. Saat itu ia masih mengembangkan tomografi ultrasound yang bertujuan untuk mendeteksi kepekatan gas dan partikel di dalam reaktor berfasa banyak.

Selain melakukan penelitian, Warsito juga mengajar di Sekolah MIPA dan Fisika, Universitas Indonesia, mengarahkan murid-murid postdoctoral dari Universitas Negeri Ohio, Universitas Negeri Washington dan Universitas Shizuoka. Warsitor adalah salah satu dari '50 Tokoh' Revolusi Kaum Muda versi majalah Gatra, (Edisi Khusus 2003), '10 Tokoh yang Mengubah Indonesia' versi majalah Tempo (Edisi Khusus Akhir Tahun 2006), dan juga terpilih menjadi salah satu dari '100 Tokoh Kebangkitan Indonesia' versi majalah Gatra (Mei, 2008).

Selain di MITI, Warsito juga aktif sebagai anggota Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Komisi Kebijakan Publik yang salah satunya bertanggung jawab langsung dalam merancang dan menyusun flatform pembangungan PKS Bidang Perekonomian.

Warsito menghabiskan waktu bertahun-tahun demi menggeluti ilmunya. Dengan temuan teknologinya, Warsito juga disebut-sebut banyak kalangan sangat layak mendapat Hadiah Nobel.

Anggoro Wijoyo
SUMBER:INILAH.COM

Selasa, 19 Mei 2009

Koalisi Permanen HNW-Diana


Kelahiran anak kembar mereka yang keenam dan ketujuh semakin mengokohkan koalisi permanen Hidayat Nur Wahid dan Diana Abbas Thalib.

Di tengah ramainya bursa pencalonan capres-cawapres 2009, berita gembira datang dari pasangan Hidayat Nur Wahid (HNW) dan dr. Diana Abbas Thalib. Pertengahan bulan lalu, mereka semakin mengokohkan koalisi mereka dengan istilah koalisi permanen. Seperti apa?

Saling Mendukung Meski Sama-sama Sibuk
Pasangan HNW-Diana rupanya sedang berbahagia setelah dikaruniai dua jagoan cilik, Daffa Muhammad Hidayat dan Daffi Muhammad Hidayat. Sesaat setelah si kembar melihat dunia, Hidayat langsung membisikkan adzan di telinga mereka.

Ketika menjalani pemeriksaan janin pada minggu ke-32 di RSPI, diketahui bahwa kondisi kehamilan dr. Diana kurang baik. Dokter pun lantas memutuskan melakukan terminasi (pengakhiran kehamilan). Tim dokter memutuskan agar Diana segera menjalani operasi caesar. Selama proses melahirkan, Hidayat dengan setia terus mendampingi sang istri. Sementara kelima anak dan keluarga menunggu di luar kamar operasi. Lahirlah dua bayi kembar itu pada Rabu (15/4) lalu pukul 22.17. Hidayat-Diana merasa amat bersyukur karena kedua anaknya selamat.

Menurut Hidayat, peristiwa ini adalah suatu perjuangan, baginya dan istri. Hidayat masih harus mengurus masalah umat dan di sisi lain juga tak henti memberi dorongan kepada sang istri. Beliau menyempatkan diri untuk datang tiap hari ke rumah sakit. Dokter Diana pun merasakan hal yang sama. Saat aktivitasnya harus dikurangi karena kehamilan, beliau hanya mampu mendukung Hidayat dengan doa dan meng-update berita terkini. Untuk sementara, tugasnya menemani Hidayat menghadiri acara-acara tidak dapat dilakukannya.

Selama masa kehamilan, dr. Diana juga berjuang mengatasi efek hormonial. Beliau menuturkan, begitu banyak gangguan kesehatan yang dialaminya. Diana mengalami flek atau semacam pendarahan pada rahim. Jika tidak dijaga, amat rentan keguguran. Asam lambungnya juga kerap meningkat hingga ke tenggorok. Tak urung Diana kerap batuk. Tekanan darahnya juga naik. Begitu pula penimbunan cairan tubuhnya. Juga gatal-gatal hebat di tubuhnya.

''Pokoknya, saya mengalami gangguan yang jarang dialami wanita saat hamil. Mungkin karena faktor usia,'' ungkap wanita campuran Pasuruan-Pekalongan itu. Dia bersyukur karena tidak sempat ngidam macam-macam. ''Cuma pengin rujak sama es serut aja. Nggak ngidam aneh-aneh,'' imbuhnya. Alhamdulillah, semua keluhan selama masa kehamilan tersebut hilang setelah melahirkan.

Koalisi Permanen karena Cinta
Diana begitu takjub sekaligus merasa bersyukur bisa dikaruniai dua anak lagi. Hidayat dan Diana menikah pada 10 Mei 2008 lalu. Sebelumnya, pasangan Hidayat-Diana sudah memiliki lima anak. Hidayat memiliki empat anak dari perkawinan pertama. Diana mempunyai satu anak dari perkawinan pertamanya juga. Karena itu, begitu tahu dirinya positif hamil ketika Idul Fitri 2008 lalu, Diana begitu terkejut. ''Saya dan Bapak (Hidayat, Red) terkejut. Lalu, kami sujud syukur,'' ujarnya.

Dari tujuh anak yang mereka miliki sekarang, setiap anak memiliki level aktivitas yang berbeda-beda. Hidayat-Diana harus pintar-pintar memanaje waktu dan rumah tangga untuk menyikapi perbedaan tersebut. Mereka mengaku bahwa semua masih dalam proses adaptasi. “Kami selalu berdoa semoga diberikan keberkahan rezeki, keberkahan waktu agar bisa digunakan semaksimal mungkin,” ujar Diana.

Mengenai ramainya pembicaraan koalisi antarpartai yang kini terjadi, Hidayat berkelakar, “Lebih baik koalisi yang ini, karena ini koalisi permanen. Tidak akan terpisah karena landasannya adalah cinta.”

(Indah, dari berbagai sumber)
Sumber:eramuslim.com