Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Oktober 2013

Pilkades Wanajaya Berjalan Tertib dan Damai


[pks-cibitung.com] Pemilihan kepala Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat yang dilangsungkan pada Ahad (27/10) berjalan tertib dan damai. Berlokasi di Lapangan Bola RW 14 Blok N Perumahan Villa Mutiara Jaya, Ribuan warga berbondong - bondong menuju TPS. Tua, muda, pria, wanita dan juga anak-anak tak mau kalah untuk memeriahkan perhelatan dalam rangka memilih pemimpin di Desa Wanajaya.

Warga yang memenuhi area pemilihan datang dari beberapa wilayah perumahan maupun perkampungan yang ada di Desa Wanajaya, diantaranya yaitu Perumahan Villa Mutiara Jaya, Perumahan Pesona Gading 1 & 2, Perumahan Kirana, Perumahan Alam Pesona, Perumahan Metland Cibitung, Perkampungan Selang, Rawa Lele dan lain sebagainya.

Rabu, 21 Agustus 2013

Inilah Pernyataan paling Berani dari 11 Tokoh Indonesia untuk Mesir




 1. Subhanallah,ada yg bicara mengapa bantu mesir,inikan masalah politik yg bkn urusan kita{ini kemanusiaan my bro,jgn tutup matamu}.
Setidaknya hati ini belum mati,ketika masih ada iba & peduli kpd musibah didpn mata,kpd duka yg terjadi kpd saudara kita.
(Opick/musisi religi: @opick_tomboati1)...

2. Allah, hamba tak bisa jawab jika kelak Kau tanya apa yg kau lakukan saat tahu saudaramu dibantai di Mesir? Allah, ampuni hambaMu yg daif ini.
(Habiburrahman el shirazy/novelis,script writer: @h_elshirazy)

3. Savage massacre and murder will never be justified. Sympathy for Egyptian-Mursi-Muslims-Protesters.
Please yaa Allah destroy Mesir Evil & BadMiliters of Mesir, and help ikhwans of Mursi and IkhwanulMuslimin.
(Yusuf Mansur/Da’i: @yusuf_mansur)

4. Apa pelajaran kita dari Mesir?? Sekali lagi; jangan kasih hidup paham Liberalis. Mereka biadab & anti-demokrasi nomor 1 dalam sejarah!
(Afwan Riyadi/Musisi religi: @af1_)

Jumat, 27 Januari 2012

Direct Selling dan Sosialisasi Pasangan SAJA di Pasar Pamor Cibitung



[pks-wanajaya] Dewan Pengurus Ranting (DPRa) PKS Wanasari, menggelar kegiatan Direct selling dan sosialisasi pasangan SAJA yang berpusat di Pasar Pamor, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung pada Ahad (22/1).

Kegiatan tersebut difokuskan untuk menyapa dan mensosialisasikan hajatan 5 tahunan dalam rangka pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bekasi periode 2012-2017 serta profil Pasangan SAJA keseluruh elemen masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari beraktifitas di dalam pasar serta warga pengunjung pasar yang hendak berbelanja kebutuhan sehari-hari disana.

Sebelum diterjunkan ke tengah hiruk pikuk pasar, Laskar Sipitung dari DPRa Wanasari yang berjumlah lebih dari 30 orang tersebut terlebih dulu berkumpul di depan gerbang perumahan Regency Bekasi untuk konsolidasi dan mendengarkan arahan baik dari penanggung jawab acara Bapak Muhtadi maupun dari Kabidcabda DPD PKS Kabupaten Bekasi, Bapak Ust. Sumarsono, ST.

Rabu, 05 Oktober 2011

Fahri, KPK Dan Bangsa Yang Tak Hobi Mengunyah

Islamedia - Betapa dahsyatnya pengaruh media terhadap pembentukan opini publik kian tak terbantahkan, Senin, 3 Oktober lalu. Kala itu, dalam pertemuan antara Komisi III DPR, KPK, Kejagung dan Polri, sebuah pernyataan untuk membubarkan KPK dilontarkan Wakil Ketua Komisi III Fahri Hamzah. Usai itu, berbagai media cetak dan online ramai memberitakan. Fahri menjadi newsmaker. Bahkan, di www.detik.com, berita Fahri bersaing dengan Ayu Ting-Ting, pelantun lagu Alamat Palsu.


PKS pun terkena imbasnya. Keberadaan Fahri sebagai wakil sekjen PKS membuat media mengopinikan jika wacana pembubaran KPK didukung PKS. Simak beberapa judul berikut ini.Busyro: Silakan Kalau PKS Mau Membubarkan KPK (www.detik.com), Tifatul Sembiring: Tidak Benar PKS Anti KPK (www.vivanews.com), "Jika PKS Tak Membantah, Usul Fahri Mewakili Partai"(www.okezone.com), Busyro Persilakan F-PKS Bubarkan KPK (www.kompas.com).

Senin, 23 Mei 2011

PKS Bekasi Adakan Training Media


[PKS Wanajaya] Pagi itu, Ahad, (21/5) bertempat di Markaz Dakwah PKS Kabupaten Bekasi, bidang media mengadakan Pelatihan Media angkatan III. Acara tersebut diikuti lebih dari 70 kader ikhwan dan akhwat yang merupakan utusan dari seluruh DPC yang ada di Kabupaten Bekasi.

Pada acara tersebut, disampaikan materi yaitu : Dasar – dasar pembuatan blog, Cara menulis untuk media dan lain sebagainya. Hadir sebagai utusan dari DPC Kecamatan Cibitung yaitu, Bapak Muhamad Saidi selaku Bidang Media, Bapak Holil Sumarna selaku Bendahara dan Bapak Abbas dari DPRa Wanasari.

Minggu, 22 Mei 2011

’Semangat, Semangat, Semangat,… Allahu Akbar!!!.’


[PKS wanajaya] ‘ Semangaat!!!.’….Ujar Ketua DPC PKS Cibitung, Bapak Data Pura dengan lantang, yang serempak disambut oleh peserta yang hadir,’ Semangat.., semangat.., semangat..,..Allahu Akbar!!!’.

Itulah yel –yel penyemangat yang disampaikan Bapak Data Pura, dalam sambutannya pada acara Pembukaan Liga Sipitung 2, 2011, hari ini ahad (15/3) di Lapangan Futsal ’MJ’ yang berlokasi di Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Bapak Data Pura menyampaikan bahwa di Liga Sipitung yang kedua ini, jumlah peserta yang ikut berpartisipasi sebanyak 2 kali lipat dari penyelenggaraan tahun lalu.

Senin, 21 Maret 2011

Dewan Pengurus Ranting Partai Keadilan Sejahtera Se-Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Periode 2011 – 2012.



بســم الله الرحمن الرحيم



Pada hari Ahad, 8 Rabiul Tsani 1432 H bertepatan dengan 13 Maret 2011 M, Pukul 10:00 WIB, bertempat di Wanasari Cibitung telah dilaksanakan pelantikan Dewan Pengurus Ranting Partai Keadilan Sejahtera Desa/Kelurahan Wanasari-Wanajaya, Cibuntu, Sukajaya, Sarimukti, Muktiwari dan Kertamukti Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Periode 2011 – 2012.

Kamis, 03 Maret 2011

Nana Siap Lanjutkan Budi


CIKARANG PUSAT – Nana Supriyatna sejak Senin (28/2) resmi menggantikan Budi sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi lewat Pergantian Antar Waktu di Fraksi PKS.Budi mengaku rela melepas kursinya diambil Nana, sementara Nana mengaku siap melanjutkan kerja Budi.

Nana Supriyatna yang datang diantar oleh puluhan pendukungnya mengaku siap menggantikan posisi Budi di Komisi B. Sadar sebagai pendatang baru di DPRD Kabupaten Bekasi, Nana mengaku akan melakukan percepatan adaptasi.

“Pada intinya, saya siap menggantikan posisi pak Budi, saya akan langsung beradaptasi dengan yang lain,” tutur Nana.

Disinggung mengenai perselisihan Nana dan Budi pada Pileg 2009 lalu, dia menolak berkomentar. Dia hanya mengatakan, kalau PAW merupakan hajat DPD PKS Kabupaten Bekasi. ”Ini kan hajat DPD, kami hanya ikut saja” tuturnya.

Dia juga mengaku akan langsung berkoordinasi dengan anggota Komisi B lainnya agar bisa langsung berkontribusi pada masyarakat. ”Konsultasi dan belajar menjadi langkah awal yang akan saya lakukan,” kata Nana.

Sementara Budi mengaku legowo dengan pergantian tersebut. Ia menuturkan akan kembali ke habitatnya sebagai pengajar. Namun Budi mengaku akan kembali ke dunia politik pada masanya nanti.

“Saya sangat legowo dengan pergantian ini, nanti suatu saat saya akan kembali ke panggung politik lagi,” papar Budi.

Dalam paripurna PAW tersebut, Bupati Bekasi Sa’duddin terlihat hadir. Namun Wakil Bupati Darip Mulyana tidak terlihat datang di tengah sidang paripurna.
sumber : radar

Ketua DPD : Media PKS Menjadi Rujukan Berita



Ketua DPD Kab. Bekasi H. Muhammad Nuh.


PKS Kab. Bekasi menjadikan media sebagai ujung tombak kemenangan partai ini di Kabupaten Bekasi. Pentingnya peran media telah ditunjukkan oleh keberhasilan rakyat Tunisia menggulingkan presiden Ben Ali. Melalui pemberitaan media, seorang yang membakar diri diekspos oleh media international. Lalu kondisi Tunisia menjadi berita besar. Demikian juga dengan rakyat Mesir menggulingkan presiden Hosni Mubarak. Berbagai opini publik juga terbentuk melalui media. Kini ada Maidan At Tahrir sebagai ikon perjuangan rakyat Mesir.


Mengambil semangat itu PKS Kabupaten Bekasi menyelenggarakan workshop jurnalistik (13/2). Diadakan di Markaz Dakwah PKS Kab. Bekasi di Tambun, acara ini dibuka oleh Ustadz Zainudhin. Diharapkan setelah mengikuti acara ini seluruh wakil DPC menjadi wartawan dan kontributor media online PKS Kab. Bekasi. Acara ini dihadiri oleh sekitar 30 kader PKS dari setiap DPC Kab. Bekasi dan Kewanitaan dari DPC masing-masing.


Dalam sambutannya Ketua DPD Kab. Bekasi Ustadz Muhammad Nuh, Lc, mengatakan bahwa jika selama ini media kita merujuk berita dari detik.com, vivanews.com, inilah.com atau di bekasi ada radar bekasi.com. Kini saatnya kita menjadi rujukan berita. Dari media PKS, pembaca bisa mendapatkan berbagai macam berita seputar Kabupaten Bekasi.


Media bisa membentuk opini public. Pembaca akan membaca apapun opini yang hendak dibangun. Karena itu, opini positif harus ditanamkan. (choirul/pksciti)
sumber:http://pks-dpc-citi.blogspot.com/

Sabtu, 05 Februari 2011

Memimpin dengan Kelapangan Dada



Profil Polling Politisi Terpopuler Senayan
INILAH.COM, Jakarta - Selama menjabat sebagai Wakil Ketua DPR Bidang Korekku (Koordinator Ekonomi dan Keuangan) Anis Matta mengaku tidak hanya dituntut menguasai persoalan tapi juga membutuhkan kelapangan dada.

"Kita mengelola orang pintar, karenanya susah mengatur, khususnya dalam sidang-sidang yang temanya berat. Mereka punya hak kolegial yang penuh sebagai anggota dewan," ujar Anis Matta, di Jakarta, belum lama ini.

Tak hanya itu sebagai pimpinan dewan dirinya dituntut menguasai segala bidang mulai dari masalah politik, ekonomi, hukum, sosial dan semua masalah harus dikuasai.

Sebagai pimpinan yang membidangi ekonomi dan keuangan, pria kelahiran Bone, 7 Desember 1968 memiliki target yakni menciptakan trasparasi anggaran. Target lainnya adalah memperkuat kompetensi pelaksanaan anggaran di DPR dengan membentuk yang namanya budget office.

"Supaya kemampuan ini setara dengan pemerintah dalam penyusunan anggaran sehingga walau tugas kami hanya memberikan pandangan tapi pada kemampuan pembahasan Insya Allah satu level dengan pemerintah. Itu tanggung jawab saya dikoordinator bagian keuangan," akunya.

Sementara sebagai pimpinan DPR, bapak delapan anak ini juga memiliki target ke depan. Pertama melakukan reformasi institusional. Menurutnya DPR akan kuat jika otoritas yang dimilikinya setara dengan kompetensi yang dimilikinya.

"DPR ini punya otoritas tertinggi legislasi. DPR adalah pusat pembuatan UU di negara ini tapi kompetensinya tidak terlalu kuat. Karenanya kita ingin supaya lembaga ini benar-benar mengabungkan semua kompetensi yang diperlukan UU," jelasnya.

Target kedua adalah menciptakan efisiensi di internal DPR. Menurut politisi PKS ini DPR terlalu banyak sidang yang seharusnya tidak diperlukan, tetapi mekanisme tersebut harus dilalui.

"Misalnya banyak agenda paripurna yang mungkin tidak diperlukan dan tidak perlu dibawa ke paripurna. Contohnya membacakan surat masuk dari presiden," ujarnya. Jadi DPR terlihat sangat sibuk tapi sebagian kesibukannya tidak langsung bersentuhan dengan pekerjaan.

Mantan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengakui tak pernah berpikir masuk dalam dunia perpolitikan apalagi untuk duduk dikursi dewan. "Tidak pernah punya pikiran menjadi politisi. Sebenarnya secara personal kecenderungan saya pada dunia akademik," akunya.

Sejak terjun dalam dunia perpolitikan, Anis mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga besarnya. Walaupun dalam keluarga hanya dirinya yang terjun dalam dunia politik.

Sekjen PKS ini memiliki pengalaman yang seabrek, sebelum terjun ke dunia politik, Anis sempat mengajar di Fakultas Ekonomi UI 1996-1998. Kemudian diberikan tanggung jawab yang besar sebagai Sekjen DPP PK & PKS 1998-2010. "Saya mendapatkan tanggung jawab cukup besar pada awal-awal pendirian partai dan sejak itu saya tidak pernah meninggalkan arena," tandasnya.

Sementara di parlemen, Anis telah duduk dua periode. Pada periode pertama Anis sempat berada di Komisi I, XI dan III sementara periode kedua menduduki posisi Wakil Ketua DPR Bidang Korekku (Koordinator Ekonomi dan Keuangan).

Di tengah kesibukkannya, bapak 8 anak ini tidak berhenti berkarya sekaligus melakukan kegemarannya yakni menulis belasan buku. Seperti ‘Konsep Seni dalam Islam’ (Tulisan Bersama dalam 'Ruh Islam Dalam Budaya Bangsa'), Festival Istiqlal Jakarta, 1995, Kumpulan Cerpen Intifadhah: (Jihad Rajbi) (terjemahan) 1995, hingga 8 Mata Air Kecemerlangan: Tarbawi Press, 2009. [mdr]
Sumber : inilah.com

Senin, 20 Desember 2010

Gonzales Tahajud



by: abuhasan
---

‎"Alhamdulillah bisa menang dan masuk ke final," ucap Gonzales usai pertandingan kepada para wartawan. (detik.com)

Spektakuler! ya, gol indah semata wayang yang dilesakkan Gonzales menit ke-42 ke gawang Pilipina pada semifinal AFF 2010, Minggu (19/12/10), telah mengantarkan timnas Indonesia melaju ke babak final.

Lebih berkesan lagi adalah ungkapan syukur dari seorang El Loco, seorang mualaf kelahiran Uruguay, atas nikmat gol dan nikmat menang yang dilimpahkan kepadanya. Alhamdulillah, ya, hanya Allahlah yang patut untuk dipuja dan dipuji atas keberlimpahan nikmat yang kita dapat.

"Ini gol saya persembahkan untuk rekan-rekan saya dan para suporter Indonesia. Kemenangan ini ada karena kerja keras tim," lanjut Gonzales.

Cristian Gonzales mengajarkan kepada kita (baca: jama'ah dakwah) bahwa kesuksesan akan didapat manakala syarat 'kerja keras' dan 'kolektifitas' (amal jama'i) sudah terwujud pada jamaah itu. Kerja keras setiap individu jamaah, masing-masing kader ikhwah mengeluarkan segenap potensinya, memahami peran dan memiliki ruhul masuliyah (rasa memiliki dan karenanya bertanggung jawab), dan semua kader berpartisipasi aktif berkontribusi dengan ikhlas, tenanan tidak manja, serius ora leda lede, totalitas tidak alakadarnya, dalam bingkai kerja jama'i. Sungguh kalau itu sudah ada di DPC anda, DPRa kita, maka masalah nasrumminallah hanyalah persoalan waktu.

Selain tipe pekerja keras, "El Loco" juga pemain dengan kepercayaan diri tinggi dan pantang menyerah. Bagaimana tidak, dalam 20 menit awal, Gonzales membuang tiga peluang emas. Seorang striker kacangan pasti mentalnya jatuh jika mengalami hal tersebut. Tapi, tidak Gonzales. Dengan kerja keras ia terus bersemangat. Tak pernah ada kata menyerah dalam kamusnya.

Begitu juga seorang ikhwah kader dakwah dalam melakukan aktifitas dakwah. Ketika seruannya tidak didengar, ditolak, mentok, belum banyak ada perubahan dari mad'u, masyarakat atau negara, dia tidak menyerah dan tinggalkan arena. Mencoba dan mencoba. Satu cara tidak berhasil, cari dan gunakan pendekatan lain. Variatif, inovatif dan kreatif.

Gonzales juga tipe pemain yang tidak mudah terprovokasi lawan. Bisa dilihat bagaimana setiap kali "El Loco" menguasai bola, dua hingga tiga pemain "The Azkals" langsung mengepungnya. Ia juga terus menerima provokasi dari pihak lawan. Namun, "El Loco" tak terpengaruh. Ia tetap fokus pada targetnya, menjebol gawang Filipina. Alhasil, kerja keras ini akhirnya terbayar melalui tendangan maut di menit ke-42.

Dalam dakwah kita sering mendapat tantangan maupun provokasi baik dari kalangan internal yang "kecewa" maupun dari pesaing yang khawatir kita berhasil dengan menebarkan opini menyudutkan. Kalau kita sudah yakin dengan jalan dakwah ini, maka fokus pada target dakwah, dan kalaupun ada yang "mengganjal" di hati atau pikiran segera tabayun dengan jajaran qiyadah, murobbi, naqib.

Kekuatan Do'a & Ibadah

"Tadi malam saya suami sekeluarga tahajud, berdoa semoga suami saya mencetak gol pada pertandingan nanti," tutur Eva Siregar istri Gonzales dalam sebuah tayangan infotainment di sebuah TV swasta usai pertandingan semifinal leg pertama.

Sungguh indah, manakala kita menyadari bahwa betapa lemahnya ikhtiar kita tanpa ditopang doa dan ibadah ekstra.

Kesuksesan Gonzales mencetak gol tak terlepas dari berkah shalat tahajud yang dilakukan sehari sebelum pertandingan krusial tersebut. Menurut Eva, striker berusia 34 tahun yang memutuskan masuk Islam pada 9 Oktober 2003 atau sejak menikah dengan Eva itu sangat taat beragama. Gonzales juga telah membangun sebuah masjid di wilayah Gresik.

"Sekarang, setiap main saya selalu ingatkan dia baca Al Fatihah. Lucu juga dengar logatnya. Saya juga yang ajarin dia shalat," tutur Eva saat ditemui di Hotel Sultan sebelum pertandingan.

Kalau Gonzales saja tahajud, tentu bagi kita para kader dakwah harus lebih rajin qiyamullail untuk membuka pintu-pintu kemenangan. Ditambah rajin puasa sunah, menghiasi lisan dengan dzikrullah, membiasakan tilawah Al-Quran 1 juz per hari, tidak melewatkan ma'tsurat, selalu sholat berjamaah di masjid, tidak lupa dhuha sebelum kerja, sunah rowatib juga tidak ditinggalkan.

"Dan pada sebahagian malam hari, sholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (17:79)

***

NB: Biro Perjalanan Haji Maktour memberikan hadiah Umrah gratis untuk Gonzales dan istrinya menyusul penampilan gemilang Gonzalez bersama skuad Merah Putih. Gonzalez pun sangat berterima kasih. Ia memang mengaku sudah sejak lama ingin menjalankan ibadah umroh. "Terima kasih, saya sangat senang karena memang ingin menjalankan itu," ujarnya dalam acara telewicara di salah satu stasiun televisi swasta beberapa waktu setelah mengantarkan timnas menang semifinal leg pertama.

sumber: pkspiyungan.blogspot.com

Sabtu, 06 November 2010

PKS dan Harapan yang Tersisa untuk Indonesia

Oleh: Anugrah Roby Syahputra

Jika mendengar nama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut, kita akan langsung terbayang pada sosok anak-anak muda berjenggot rapi dan kaum perempuan berbusana rapi dengan jilbab besar yang rajin berdemonstrasi. Ya, partai yang cikal bakalnya disebut Ali Said Damanik (Fenomena Partai Keadilan, 2002) berakar dari Gerakan Tarbiyah yang marak di kampus-kampus pada dekade 80-an itu kini melaksanakan Musyawarah Wilayah ke-2 untuk wilayah Sumatera Utara yang berlangsung di Medan pada tanggal 7-10 Oktober 2010. Ini merupakan momentum yang tepat untuk merumuskan perbaikan bagi tanah bertuah yang berbudi luhur ini.

Banyak hal yang telah ditorehkan oleh partai berlambang dua bulan sabit kembar mengapit padi ini. Sejak awal mula pendiriannya saja, partai yang dulunya bernama Partai Keadilan (PK) ini telah mencengangkan publik Indonesia. Deklarasi pendiriannya di halaman Masjid Al-Azhar, Jakarta dihadiri lima puluh ribu kader. Ini mengagetkan banyak pihak bagaimana mungkin sebuah partai baru bisa menghadirkan massa sebanyak itu. Terlebih lagi setelah mengetahui hasil Pemilu 1999 di mana PK berhasil merebut 7 kursi DPR RI, 26 kursi DPRD Propinisi, 163 kursi DPRD Kabupaten/Kota dan 1,4 juta suara pemilih atau 1,6 % dukungan rakyat. Ini sebuah debut perdana yang mengagumkan. Cuma PK satu-satunya partai baru yang bisa mendapat raihan suara sebanyak itu.

Lalu keajaiban kembali terjadi di 2004. Electoral treshold yang saat itu menjegal banyak kekuatan politik reformasi, tidak menjadi penghalang bagi partai dakwah ini untuk terus bekerja. Mereka memilih baju baru PKS untuk mewarisi dan melanjutkan cita-cita perjuangan PK. Dan hasilnya PKS (bersama Partai Demokrat) menjadi rising star dalam percaturan politik nasional. Capaian suaranya melejit tajam hingga 7,34% (8.325.020) dari jumlah total pemilih dan mendapatkan 45 kursi dari total 550 kursi di DPR. Sementara di Pemilu 2009 sebenarnya PKS mengalami “kekalahan” di beberapa kota besar yang menjadi basis mereka seperti Jakarta, Bandung dan Medan setelah disapu oleh tsunami iklan SBY dan Demokrat, meskipun syukurnya PKS bisa melakukan ekstensifikasi konstituen yang kini semakin melebar tidak hanya di wilayah urban.

Namun, hal yang amat patut diapresiasi adalah semangat PKS yang tak pernah pupus untuk berbuat kebaikan bagi bangsa. Program-program sosial mereka tetap dijalankan, meski tidak diekspos besar-besaran oleh media massa. Dalam penanggulangan bencana, PKS tetap menurukan relawan dan bantuan dana yang tidak pernah sedikit. Termasuk ketika membantu korban musibah gempa Sumatera Barat, Situ Gintung, dan banjir di beberapa daerah. Aksi-aksi solidaritas tetap mereka jalankan meskipun sering difitnah menjadikan kepedihan saudara sendiri di Palestina sebagai komoditas politik. Tulus atau tidak, sedikitnya sudah lebih dari 22 milyar rupiah yang berhasil dihimpun dan disalurkan PKS untuk perjuangan kemerdekaan dan misi kemanusiaan di bumi Al-Quds sana. Begitu pula para anggota legislatifnya yang sampai saat ini Insya Allah masih amanah dan tetap menolak budaya suap walaupun tak jarang dicemooh sebagai orang munafik. Seperti yang dilansir berbagai media, PKS masih tetap menjadi partai terdepan dalam perlawanan terhadap kultur koruptif di pemerintahan. Hal ini dibuktikan dengan data KPK yang menunjukkan bahwa PKS adalah partai yang paling tinggi angka pengembalian gratifikasinya dan tingkat kepatuhan dalam melaporkan kekayaan.

Di samping itu, sejauh ini partai yang kini dipimpin Luthfi Hassan Ishak itu mau tak mau harus diakui telah berhasil melakukan strategi political marketing yang jitu. Terbukti slogan Bersih, Peduli dan Profesional yang didengung-dengungkan telah melekat di benak masyarakat. Hal ini bukanlah semata karena faktor keunggulan konsultan politik sebagaimana yang dilakoni parpol lain, melainkan lebih disebabkan oleh kesantunan sikap berpolitiknya yang tetap mengedepankan prilaku jujur dan bersih, kepekaan pengurus dan kadernya terhadap masalah sosial dan isu-isu kerakyatan serta keberhasilan kader-kadernya yang didaulat menjadi pejabat publik. Kementerian Pertanian yang telah dua kabinet dipegang oleh kader PKS misalnya telah mencatatkan prestasi memperoleh swasembada pangan. Selain itu, kader PKS yang menjad kepala daerah pun juga tak kalah prestasinya. Misalnya, Nurmahmudi Ismail yang mendapat amanah sebagai walikota Depok mendapatkan penghargaan dari KPK sebagai kota yang paling bersih dan tranparan proses pengadaan barang dan jasanya.
Membaca Jalan Moderat PKS

Sejak Mukernasnya pada 2008 di Denpasar, wacana perubahan PKS menjadi partai terbuka menggema di mana-mana. Partai yang selama ini dicap ekslusif ini menyatakan kesiapannya untuk membersamai seluruh komponen bangsa tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama dan ras. Apalagi setelah Munas ke-2 PKS di Hotel Ritz Carlton, Jakarta yang semakin meneguhkan komitmen mereka menghargai pluralitas dan kebhinekaan Indonesia dengan mengundang tokoh-tokoh Amerika dan negara Eropa untuk duduk bersama membincangkan masa depan bangsa. Hal tersebut, ungkap J. Kristiadi, menunjukkan bahwa PKS adalah partai yang percaya diri dan bukan harus inferior terhadap negara adidaya. Ditambah lagi iklan-iklan yang menampilkan sosok-sosok beragam mulai dari kyai sampai anak punk, mulai dari Natsir sampai Soekarno dengan merahnya yang menyala. Barangkali pencitraan keberagaman yang ditampilkan tersebut adalah dalam kerangka mewujudkan visi dan misi PKS sebagai “Partai Dakwah Penegak Keadilan dan Kesejahteraan dalam Bingkai Persatuan Ummat dan Bangsa” sebagaimana tercantum dalam AD/ART partai. Partai ini kemudian ingin bisa dikategorikan sebagai kelompok “moderat” (Collins, 2004; ICG, 2005), dalam pengertian menerima demokrasi dan bekerja dalam kerangka konstitusional dan non-kekerasan demi memperoleh simpati masyarakat. Sebab, beberapa waktu sebelumnya, santer tuduhan bahwa PKS membawa hidden agenda untuk menegakkan negara Islam yang dikhawatirkan sebagian kalangan akan merugikan kelompok minoritas. Kekhawatiran itu setidaknya terungkap dalam buku Ilusi Negara Islam yang diterbitkan oleh Ma’arif Institute dan LibforAll Foundation. PKS mendapat fitnahan keji sebagai agen kelompok transnasional garis keras yang akan merongrong kedaulatan NKRI. Begitupun, rakyat jualah yang akan menilai siapa yang santun dan siapa yang bersikap kasar layaknya teroris.

PKS dan Harapan yang Tersisa

Jujur saja, mungkin polah politik otoriter orde baru yang koruptif telah membuat sebagian besar masyarakat republik ini mengimani kepercayaan Machiavelli bahwa politik itu kotor. Wajar saja kalau kepercayaan rakyat terhadap parpol rendah. Hal itu tercermin dari semakin rendahnya tingkat partisipasi pemilih di berbagai Pemilu dan Pilkada. Hingga kemudian datang PKS yang menggabungkan dua unsur kebaikan: semangat anak muda (hamasatusy-syabab) dan kebijaksanaan para ulama (hikmatusy-syuyukh). Inilah jawaban akan penantian masyarakat akan perbaikan negeri ini. Satu-satunya harapan yang masih tersisa setelah berbagai perilaku amoral dipertontonkan oleh pejabat pemerintahan dan kader partai lain. Maka, sisa harap itu tertumpu di pundak PKS yang menasbihkan diri sebagai agent of change.

Oleh karenanya, PKS tak boleh membuat rakyat kecewa. PKS harus terus berikhtiar untuk kebaikan Indonesia. Dan, tentunya partai ini bukanlah kumpulan malaikat tanpa noda dan dosa. Ada beberapa hal yang perlu dibenahi dalam tubuh partai ini. Pertama, menjaga orisinalitas (ashalah) gerakan. Menjadi partai terbuka memanglah tuntutan konstitusi dan agama. Sebab ini adalah sarana untuk menyebarkan kebaikan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Namun yang harus digarisbawahi adalah jangan sampai karena kepentingan taktis seperti ini PKS kehilangan ruhnya sebagai sebuah gerakan dakwah. Core aktivitasnya sebagai pemikul amanah dakwah tak boleh terlupakan. Para pemimpinnya juga harus mengingat bahwa PKS bukanlah partai yang besar karena popularitas atau kharisma pemimpinnya, namun ia besar karena loyalitas dan militansi kadernya yang terbangun dari proses kaderisasi yang matang. Itulah mengapa aspek pembinaan internal dengan mensolidkan struktur dan terus-menerus meng-up-grade kader menjadi prioritas penting.

Kedua, memelihara keteladanan tokoh dan kader. Kasus yang menimpa Misbakhun sudah semestinya menjadi pelajaran bagi pengurus PKS. Meski aleg PKS tersebut belum terbukti bersalah, namun tak pelak kejadian itu telah mencoreng nama baik PKS yang telah lama dibangun. Ibarat kata pepatah, gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga. Profil kader PKS yang kokoh dan mandiri, dinamiis dan kreatif, spesialis dan berwawasan global dan lainnya itu haruslah terejawantahkan dalam laku sehari-hari kadernya sehingga kalau bisa akan terbit lagi seri-seri berikutnya dari buku Bukan di Negeri Dongeng (Kisah Para Pejuang Keadilan). Karena rakyat kita merindukan sosok yang sederhana dan bersahaja layaknya KH Rahmat Abdullah atau DR. Hidayat Nur Wahid yang bisa mereka teladani, yang sama antara tutur dan lakunya.

Ketiga, mengeluarkan kebijakan dan sikap politik yang populis. Sejarah adalah guru yang paling jujur. Maka PKS wajib bercermin pada gonjang-ganjing akibat iklan Soeharto dan tokoh-tokoh ormas Islam yang dicatut. PKS juga harus mengevaluasi statement kontroversial yang sering disampaikan oleh kadernya seperti Fahri Hamzah dan Anis Matta. Tak ada salahnya memang melakukan manuver politik. Apalagi untuk sebuah strategi agar dapat menjadi headline media massa. Namun ijtihad itu perlu dikaji ulang jika kemudian justru menimbulkan keresahan di masyarakat atau bahkan tubuh internal partai sendiri. Ada baiknya PKS berhati-hati dalam menyampaikan sikap politik ini khususnya yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak semisal harga BMM dan tarif dasar listrik.

Termasuk bagaimana PKS harus mencari posisi aman atas dua tuntutan kelompok yang berseberangan: pendukung formalisasi syariat Islam yang kaffah dan pembela kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia yang berideologi liberal bahkan cenderung fobia terhadap Islam. Untuk hal ini, PKS dapat belajar dari merosotnya suara PAS di Malaysia setelah mereka mengeluarkan buku yang berjudul Negara Islam, sebuah buku yang secara tegas memuat platform dan visi PAS untuk menerapkan Islam dalam hukum positif di negara jiran itu. Sebaliknya, partai AKP di Turki bisa menggapai kemenangan besar di sana dan menguasai 100% kabinet pemerintahan dengan “perngorbanan” merelakan sebagian nilai-nilai sekuler tetap bersemi dan saling berebut posisi dengan nilai Islam di tengah masyarakatnya.

Keempat, menyiapkan SDM yang mumpuni untuk mengelola negara. Sudah bukan rahasia lagi kalau PKS dihuni oleh kader-kader muda yang berpendidikan dan punya latar belakang sebagai aktivis mahasiswa di kampusnya. Ini membuat idealisme dan cita-cita mereka menemukan muara yang tepat. Hal seperti inilah yang perlu terus dimatangkan oleh PKS agar ketika kelak masyarakat memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada PKS, tidak ada lagi keterkejutan. Mengelola negara bukanlah pekerjaan sepele yang semudah membalikkan telapak tangan. Sebab untuk menyusun kembali puing reruntuhan yang terserak ini tak cuma dibutuhkan orang shalih dan jujur, namun juga harus cakap dan kapabel.

Akhirnya, kita harus terus berikhtiar, berdo’a dan memupuk harapan itu agar mindset masyarakat tak lagi berbunyi, “Ah, buat apa nyontreng, siapapun yang terpilih, tetap juganya awak hidup susah.” Alangkah indahnya kalau kemudian yang terdengar dari mereka adalah optimisme menyongsong kebangkitan kembali kejayaan zamrud khatulistiwa ini bersama PKS. Semoga.

*Tulisan ini memenangkan Juara Pertama dalam Lomba Penulisan Opini Muswil ke-2 PKS Sumut 2010

Jumat, 28 Mei 2010

Heru Susanto, Relawan Kita !!!!


Setiap kali ada bencana melanda negeri ini, pasti mengusik kepeduliannya. Jiwanya terpanggil untuk sesegera mungkin bertindak menolong para korban. Beliau rela meninggalkan pekerjaannya dan terjun langsung ke lokasi bencana. Kalaulah setiap pasca bencana ada lencana yang disematkan untuk para relawan, maka beliau (boleh jadi) telah memenuhi bajunya dengan lencana itu. Tsunami Aceh, Gempa Jogja, Gempa Pangandaran, Gempa Jabar (Tasikmalaya) dan banjir tahunan yang melanda Kabupaten Bekasi.

Beliau adalah Heru Susanto, Ketua Posko Penanggulangan Bencana (P2B) Kabupaten Bekasi. Ketika rumah tinggalnya di Kavling Santunan Jaya RT 007/01 Mangunjaya Tambun Selatan kebanjiran, beliau tetap terjun ke daerah banjir di Bekasi bagian Utara, meninggalkan anak dan istrinya. Sungguh beliau adalah relawan sejati yang menjadi garda terdepan dalam aksi kepedulian terhadap sesama.

Kini, relawan bencana itu sedang “ditimpa bencana”. Allah SWT mengujinya dengan penyakit. Akh Heru Susanto positif menderita penyakit paru-paru (TBC). Sudah tiga bulan lamanya, ayah dari tiga orang anak ini tidak bekerja dan terbaring sakit. Berbagai pengobatan telah beliau jalani, namun sampai saat ini kondisinya belum membaik. Rasa sakit itu telah menyusutkan berat badannya sampai dengan 30 kg. Berat badan ketika sehat 75 kg dan sekarang hanya 45 kg. Bayangkan, betapa kurusnya kondisi beliau saat ini. Kami mempunyai dokumentasi ketika beliau dalam keadaan bugar dan dokumentasi terbaru sekarang.

Sakit paru-paru membutuhkan penanganan khusus. Dokter yang merawatnya mengatakan, lebih kurang butuh enam bulan untuk terapi pengobatan hingga bisa sembuh kembali. Terapi pengobatannya pun bersayarat; tidak boleh terputus, jika terputus maka harus diulang dari awal lagi.

Masalah yang muncul kemudian adalah pendanaan. Pabrik tempat dia bekerja tidak lagi menanggung biaya pengobatan. Oleh karena itu, untuk meringankan beban Akh Heru Susanto, marilah kita mengumpulkan dana “ta’awun sihi”.

Dana dapat dikumpulkan melalui

Rekening Bank Mandiri No. 125.000.465. 8837 a.n. Budi Purwanto.

Konfirmasi pengiriman ke 081388741164 atau ke budipur2020@ gmail.com atau ke zainudhin@gmail.com. Atas bantuan rekan-rekan semua, kami ucapkan jazakumullohu khoiron katsiro.

Sabtu, 24 April 2010

Sa'aduddin, Kesederhanaan Seorang Bupati


Djoko Tjiptono - detikNews

Jakarta - Sederhana. Itulah prinsip utama Sa'aduddin. Orang nomor satu di Kabupaten Bekasi ini ke mana-mana kerap tampil seadanya. Kedua kakinya sangat jarang berbalut sepatu kulit mengkilat. Ditambah lagi, sikap cueknya terhadap aturan protokoler yang serba formil.

Banyak peristiwa unik dari sikap santai serta jauh dari protokoler yang dilakoni Sa'aduddin. Salah satunya ketika melakukan kunjungan kerja ke salah satu kecamatan. Dia diam-diam duduk di sebuah warung kopi tak jauh dari lokasi acara tujuannya. Dia tersenyum geli saat mendengar obrolan beberapa pengunjung warung kopi itu.

"Mereka bertanya-tanya, kok bupatinya nggak datang-datang ya," ungkap Sa'aduddin saat berbicara dengan detikcom, Kamis (15/4/2010).

Bapak dari 8 anak ini mengaku dirinya tidak anti protokoler yang serba resmi. Dia hanya ingin tidak terlalu formil saat bertemu warganya. Sebab dengan demikian, dia bisa mendengar dan melihat lebih dekat kondisi warganya.

"Kalau kita jauh, warga tentunya ya juga jauh. Ukuran sukses juga tidak dinilai dari harta atau jabatan, tapi bagaimana saya bisa siap melayani dan memberikan yang terbaik bagi warga masyarakat sepanjang jabatan saya ini," ujar Sa'aduddin.

Sejak memimpin Kabupaten Bekasi, penyandang gelar doktor ini telah melakukan berbagai terobosan. Untuk urusan pendidikan, dia menggratiskan biaya pendidikan mulai tingkat SD hingga SMP. Tunjangan bagi kesejahteraan para guru pun tak luput diberikan.
Layanan kesehatan masyarakat pun menjadi perhatiannya. Termasuk di antaranya mengupayakan peningkatan pelayanan rumah sakit di Kabupaten Bekasi dengan meningkatkan kelas plus ketersediaan peralatan.

Demikian pula dengan sektor ekonomi. Sa'adudin tengah gencar melakukan optimalisasi sumber penerimaan serta merevisi beberapa regulasi terkait retribusi daerah. Dia juga menggiring pihak swasta agar terlibat dalam proses pembangunan.

"Keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan sangat strategis. Terlebih jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Bekasi mencapai lebih dari 143 ribu orang," tutur Sa'aduddin.

Diakui Sa'aduddin, menarik minat swasta untuk melakukan investasi di wilayahnya bukan perkara sepele. Sebab, para investor butuh kepastian hukum dan iklim yang kondusif. Terutama masalah birokrasi dan perizinan usaha yang berbelit-belit. Untuk itulah, Pemkab Bekasi berniat menerapkan pelayanan perizinan satu atap.

"Ke depan, layanan perizinan ini akan kita tingkatkan statusnya menjadi sebuah badan," terang Sa’duddin.

Di akhir cerita, Sa'aduddin mengaku mempunyai 3 doa utama yang selalu dilafalkan setiap hari. Pertama, dirinya selalu berdoa agar bisa menjalani hidup dengan ikhlas. Kedua, dia berdoa agar dirinya selalu istiqomah.

"Yang terakhir adalah bagaimana saya ini nanti dapat meninggal dalam kondisi beriman dan khusnul khotimah," ungkapnya.

(djo/nrl)
sumber:detiknews.com

Sabtu, 20 Maret 2010

FITNAH Terbaru Menerpa PKS (Korupsi Ayat Tembakau)



Oleh: ADMIN

Tak henti-hentinya badai fitnah menerpa PKS.
Fitnah terbaru saya temukan tak sengaja ketika membuka situs kompasiana.com (saya sering bolak-balik ke situs ini bahkan jadi member). Jumat siang (19/3/10) mataku langsung melotot, degup jantung mendadak kencang, kala membaca satu judul artikel yang sangat provokatif.

"Aduhhh PKS Lagi… (Sekarang di Kasus Korupsi Ayat Tembakau)"

Setelah dibuka ternyata isinya membuat lebih kaget lagi. Saya postingkan isinya secara utuh disini (sekaligus sebagai alat bukti, karena mungkin akan dihapus oleh si penulis)

...
Ingatan kita tentu sudah mulai melupakan kasus hilangnya ayat tembakau, pada undang undang kesehatan. Padahal pada saat kasus itu muncul, jagat media memberitakan kasus ini menjadi headline, dan muncul sampai berhari hari. Kasus ini jelasnya adalah ayat 2 pasal 113 UU Kesehatan yang dilaporkan menghilang saat diserahkan ke Sekretariat Negara. Korupsi ayat itu ketahuan karena ayat di bagian penjelasan terlupa dihapus. Setelah diributkan, ayat itu telah kembali ke posisi semula. Ayat 2 Pasal 113 UU Kesehatan itu berbunyi, “Zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cairan dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan atau masyarakat sekelilingnya”.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa pengahapusan suatu ayat pada undang undang adalah suatu kriminal karena efeknya itu adalah kehancuran satu bangunan sistem yang sebelumnya telah dirancang oleh UU. Maka dari itu, penghapusan ayat tembakau pada UU Kesehatan juga merupakan suatu kriminal.

Baru baru ini Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (KAKAR) mengajukan pengaduan ulang ke Mabes Polri tentang hilangnya ayat ayar rokok itu. Sebelumnya, KAKAR sempat melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya namun ditolak dengan alasan tidak adanya aturan hukum yang mengatur.

Dalam pengaduan terbaru yang disampaikan pada hari Kamis (18/3/2010), dikatakan bahwa tiga Anggota DPR dilaporkan atas hilangnya satu ayat dalam Undang-Undang Kesehatan. Mereka adalah Ribka Tjiptaning dari PDIP, Mariani Baramuli dari Partai Golkar, dan Aisah Solehah dari Partai Keadilan Sejahtera. KAKAR mengatakan bahwa ini merupakan tindak pidana yang sangat merugikan dan menduga ada suap disana.

Berita itu sangat mengejutkan, terutama karena ada satu anggota parlemen dari PKS yang terlibat disana. Kita berharap khusnudzon (berprasangka baik) saja, yaitu bu Aisah Sholehah ini ingin membela konstituennya. Namun Demikian, apapun tujuannya, tindakan penghilangan undang undang merupakan suatu tindakan kriminal apa lagi ini dilakukan oleh anggota DPR dari PKS yang bermoto partai dakwah dan bersih.

...

Membaca baris tulisan ".. Aisah Solehah dari Partai Keadilan Sejahtera.." saya sudah langsung yakin kalau ini adalah fitnah. Karena saya sendiri tidak kenal ada anggota dewan PKS DPR pusat yang bernama Aisah Solehah. Kalau Herlini Amran, Yoyoh Yusroh, Ledia Hanifa saya kenal mereka sebagai aleg PKS DPR RI. Untungnya aleg PKS perempuan itu sedikit jadi mudah diingat. Aisah Solehah? iki sopo? Kalau aleg DPRD kabupaten atau propinsi itu mungkin ada aleg PKS yang bernama itu, tapi DPR PUSAT? ndak ada dech.

Hati ini makin mendidih membaca komentar2 pembaca yang menghujat, menyerang dan memfitnah PKS.

Maka saya pun meminta tolong pada Om Google yang baik hati, searching siapa itu sebenarnya Aisah Solehah? Benarkah dari PKS?

Alhamdulillah, Om Google cepat tanggap. Ada tulisan dari inilah.com yang menyiratkan kalau sosok Aisah Solehah (Aisyah Solekhan) adalah dari GOLKAR.

INILAH.COM, Jakarta - Tiga legislator DPR diduga telah menghilangkan ayat tentang tembakau, dalam draf rancangan Undang-Undang tentang kesehatan, September 2009 lalu.

"Yang dilaporkan Rika Ciptaning (Ketua Komisi 9 DPR dari FPDIP), Aisyah Solekhan, dan Mariani Baramuli (FPG)," kata Ketua Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (Kakar) Kartono Mohammad, usai melaporkan ke Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (18/3).

(cek disini: http://inilah.com/news/read/politik/2010/03/18/406822/inilah-3-legislator-yang-diduga-hilangkan-ayat-tembakau/)

Maka sayapun langsung kirim komentar di tulisan kompasiana itu:

MOHON DICEK APAKAH BETUL Aisah Solehah ITU DARI PKS?
KALAU TERNYATA BUKAN DARI PKS, APAKAH ANDA TIDAK MALU?

Si penulis membalas:

http://www.kabarbisnis.com/umum/hukum/2810294-Satu_ayat_hilang___Pansus_tembakau_dimabespolrikan.html
nilai sendiri mana yang benar (begitu tulisnya).

Sayapun balas komentar:

KARENA ANDA YANG MENULIS MAKA "KEWAJIBAN" ANDA UNTUK MENGKONFIRMASI LANGSUNG KE SUMBER PRIMER. TANYA LANGSUNG KE KAKAR ATAU PKS.

Karena si penulis tidak membalas, sayapun tanya ke Om Google lagi, dan jawaban Om Google lebih menjernihkan duduk perkara.

Dari situs vivanews.com ternyata menyimpan arsip tentang SIAPA SEBENARNYA Aisah Solehah yang ternyata bernama Hj.Asiah Salekan, BA, dari Golkar dapil Kalbar anggota komisi IX. Lengkap dengan biodata profil anggota dewan 2004-2009 ini.

cek disini: http://politik.vivanews.com/news/read/2557-hj_asiah_salekan__ba
ASIAH SALEKAN 100 % BERASAL DARI GOLKAR.

Sayapun menulis komentar lagi:

KALAU ANDA REPOT MENCARI SIAPA Aisah Solehah YANG TERNYATA NAMANYA ADALAH Asiah Salekan DARI GOLKAR.
CEK DISINI:
http://politik.vivanews.com/news/read/2557-hj_asiah_salekan__ba

Lalu saya minta agar si penulis meminta maaf kepada PKS dan meralat tulisannya. Penyelesaian kekeluargaan adalah lebih baik daripada ke meja hijau.

SEKETIKA... beberapa tulisan komentar2 pembaca yang melecehkan PKS DIHAPUS oleh si penulis, tinggal menyisakan tulisan asli dan komentar dari saya. BAHKAN, sebelum saya menyelesaikan tulisan ini, tulisan dengan judul "Aduhhh PKS Lagi… (Sekarang di Kasus Korupsi Ayat Tembakau)" sudah HILANG. Bukan hanya tulisannya yang hilang, tapi juga NAMA & PROFIL PENULIS yang tadinya ada juga ikut lenyap.

cek disini:

http://polhukam.kompasiana.com/2010/03/19/aduhhhhh-pks-lagi%E2%80%A6-sekarang-di-kasus-korupsi-ayat-tembakau/

Beruntung saya sempat copy paste isi tulisan itu (sebagai barang bukti, dan pelajaran bagi kita semua). Menghilangnya tulisan di kompasiana itu mungkin akibat ketakutan si penulis akan di meja hijaukan oleh PKS karena ternyata tulisannya salah besar. 100% FITNAH. Dia ingin menghilangkan barang bukti.

Saya sempat berpikir untuk mengusulkan kepada BIRO HUKUM DPP PKS untuk mengusut dan memperkarakan kasus pencemaran nama baik PKS ini agar menggentarkan para tukang fitnah dan agar mereka tidak lagi menyebar fitnah, kepada siapapun. Kalau tulisan yang di kompasiana.com sudah hilang tapi yang di kabarbisnis.com masih ada disitu menyebuat "...Aisah Solehah dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS)..". Menurut saya itu juga perlu diluruskan, namun berhubung keterbatasan maka saya pribadi tidak bisa "menjangkaunya". Mungkin Biro Hukum bisa turun tangan.

Tapi saya juga tidak tahu, bagaimana menghubungi BIRO HUKUM DPP PKS. Ada yang tahu? atau ada solusi yang lain?


Jum'at, 19 Maret 2010.

---
sumber:pkspiyungan.blogspot.com

Kamis, 04 Maret 2010

PEDULI HUSNA – Proyek amal resmi ditutup



raport terakhir ananda HUSNA,… (smart girl)

Para Sahabat HUSNA yang Budiman,

Diawal ketika kami berkoordinasi untuk melakukan penggalangan dana, tidak ada sedikitpun bayangan bahwa dana yang akan terkumpul dapat menutupi nilai hutang perawatan Almarhum Pa Ade Sulaeman / ayahanda HUSNA dirumah sakit. Yang ada justru perasaan bahwa, sungguh kami akan mendapatkan jalan yang sangat berat dan kalaupun mendapatkan nilai yang ditargetkan, pasti akan memerlukan waktu yang sangat lama.

Tentu saja, perasaan itu tidak serta merta mengurungkan niat kami dan menguburkan kaki-kaki ini sehingga tidak segera dapat melangkah. Dengan modal keyakinan dan harapan penuh kepada ALLAH, kamipun tetap optimis untuk terus bergerak mencari potensi-potensi dana yang ada, menyebarkan proposal, dan mengirimkan kabar kepada teman, sahabat, kerabat serta keluarga.

Alhamdulillah, kabar telah tersiar dengan sangat cepat, kemudian direspon dengan tepat oleh para sahabat HUSNA dari berbagai tempat dan ditindak lanjuti dengan mengirimkan dana kepedulian. Sebut saja misalnya, sahabat yang berada di Jakarta, Bekasi dan sekitarnya, DKM-DKM perusahaan dibeberapa kawasan industri di kab. Bekasi, lembaga-lembaga zakat, sahabat di Kalimantan tengah, para sahabat di Saudi, bahkan sahabat yang berada di Inggris raya. Subhanallah, ukhuwah telah terjalin tiada batas, satu sama lain telah saling memperhatikan, momentum pahala tidak tersia-siakan, dan semua berlomba menuju pintu kebaikan. Pada akhirnya, beban berat keluarga almarhum menjadi ringan.

Sahabat,

Diantara kita mungkin ada yang menanyakan, bagaimana dengan pendidikan ananda HUSNA?

Alhamdulillah, diawali oleh seorang ibu muda yang mengabarkan kepada kami pada tanggal 11 pebruari 2010 bahwa beliau berniat untuk menyisihkan sebagian pendapatannya pada setiap bulan untuk membantu biaya pendidikan dan awal maret kemarin niatnya telah diamalkan. Disusul kemudian seorang ibu muda lainnya pada tanggal 24 Pebruari 2010 telah mengamanahkan dana cash kepada kami untuk melunasi kebutuhan biaya sekolah HUSNA s/d bulan Juli 2010, dan malam itu juga amanah itu telah kami sampaikan kepada Gurunya HUSNA. Kemudian pada hari yang sama (24 peb’2010), kami bertemu dengan manager Rumah Zakat Indonesia cabang Cikarang kemudian mendapat kabar bahwa HUSNA dan adiknya akan menjadi penerima manfaat program Beasiswa Ceria.

Terimakasih Ya ALLAH, engkau sampaikan kabar kebaikan ini kepada orang-orang yang tepat.

Sahabat,

Ikhtiar kita dalam mengirim kabar dan mengajak satu sama lain telah berbuah hasil yang maksimal, ALLAH telah berikan jalan-jalan kemudahan dari arah yang tidak disangka-sangka, ALLAH telah gerakkan hati para Dermawan..

Sampai dengan hari Selasa jam 23.00 dana yang terkumpul sebesar Rp. 115.330.000,- (Seratus lima belas juta tiga ratus tiga puluh ribu rupiah).

Subhanallah, angka yang tidak terbayangkan sebelumnya. Dana yang telah terkumpul ini melebihi beban hutang keluarga, dan Insya Allah kelebihannya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya.

Namun dengan berat hati kami sampaikan, bahwa penggalangan dana secara resmi akan kami tutup pada hari Selasa, 9 Maret 2010 jam 00.15 (tepat satu bulan dihari yang sama Ayahanda HUSNA meninggal dunia). Setelahnya kami akan melaksanakan serahterima dengan keluarga HUSNA. Kami memohon, jika masih ada dana yang belum tersalurkan, agar kiranya dapat segera dikirmkan sebelum hari penutupan.

Dari dalam lubuk hati yang paling dalam, kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas seluruh kontribusi sahabat dalam proyek kebaikan di waktu yang sangat singkat ini. Semogalah, menjadi amal shalih bagi kita semua sebagai bekal dihari kemudian, dan semoga ALLAH tetap menjaga keikhlasan kita masing-masing, amin.

Selanjutnya kami berpesan, teruslah jalin ukhuwah, teruslah saling memperhatikan, rebut setiap peluang kebaikan, semarakan lembaga-lembaga zakat dengan infaq, shadaqah dan zakat kita, agar “HUSNA-HUSNA” lainnya dapat terbantukan, Insya Allah.

Dan terakhir, dengan kerendahan hati kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, jika dalam 1 bulan terakhir ini ada hal yang kurang berkenan sehingga sedikit mengganggu rutinitas sahabat, semua ini kami lakukan semata-mata ingin mencari keredhaan ALLAH dan Pahala Besar yang dijanjikan-NYA dalam Q.S. 4:114.

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar”

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Data Pura

Kamis, 29 Oktober 2009

Hari Ini Tifatul Lepas Jabatan Presiden PKS


Ini merupakan tradisi di PKS untuk dapat lebih fokus bertugas untuk bangsa.

PK-Sejahtera Online: Hari ini (27/10) Tifatul Sembiring akan menyerahkan jabatannya sebagai presiden PKS kepada Luthfi Hasan Ishaq, Presiden PKS terpilih yang baru. Acara akan diselenggarakan pada siang ini pukul 11.00 WIB di Kantor DPP PKS.

Tifatul menyerahkan jabatannya sebagai presiden setelah dipilih oleh presiden SBY untuk menempati tugas sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika di Kabinet Indonesia Bersatu II.

Tifatul mengatakan bahwa pengunduran diri sudah terlebih dahulu dicontohkan oleh dua presiden PKS sebelumnya, yaitu Nur Mahmudi Ismail dan Hidayat Nurwahid. Ini merupaka tradisi di PKS untuk dapat lebih fokus bertugas untuk bangsa sebagai pembantu presiden.

"Nur Mahmudi mundur saat terpilih sebagai Menteri Kehutanan era Gusdur, dan Hidayat juga mundur saat terpilih sebagai Ketua MPR periode lalu," tuturnya.

Beberapa kalangan menilai langkah yang dilakukan Tifatul Sembiring sebagai pemimpin partai sepatutnya diikuti oleh para pemimpin partai lain yang terpilih sebagai menteri.

Selain Tifatul, posisi Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS juga akan diserahterimakan. Suharna Surapranata yang sebelumnya menempati posisi ini, akan digantikan oleh Untung Wahono. Untung Wahono yang sebelumnya menjabat Ketua bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, Suharna dipilih sebagai Menteri Riset dan Teknologi.

Kemudian, Suswono, yang juga dipilih sebagi Menteri Pertanian akan melepas jabatannya di struktur partai sebagai Ketua Wilayah Dakwah Jawa Tengah dan DIY. Suswono akan digantikan oleh Agus Poernomo
SUMBER: http://pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&id=8119

Penulis : A-186
Kamis, 22 Oktober 2009, 10:49:33 WIB (Hits : 101 x)
Bupati Bekasi, Sa’duddin meraih gelar doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (21/10). Melalui desertasinya yang berjudul “Pengaruh Komunikasi Interpersonal Kerja Tim dan Kepemimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Aparat Pejabat Eselon II di Pemerintahan Daerah Kabupaten Bekasi”, Sa`duddin dinyatakan lulus menjadi doktor dengan nilai sangat memuaskan.

“Alhamdulillah, akhirnya proses meraih gelar doktor telah berakhir dengan sidang terbuka ini. Meski begitu, meraih gelar doktor ini semoga tidak hanya bermanfaat bagi saya, namun juga bagi masyarakat Kab. Bekasi khusunya,” ujarnya saat ditemui seusai sidang terbuka Senat UNJ di Aula Gedung Pascasarjana Universitas Negeri, Jakarta.

Menurut Sa`duddin, gelar doktor yang kini disandangnya semoga bisa menambah kualitas kepemimpinan untuk membuat Kabupaten Bekasi semakin maju. “Ini tidak saja buat saya, namun juga untuk kemajuan Kab. Bekasi melalui kepemimpinan yang semakin baik dan komunikasi antar pemimpin dan bawahannya semakin harmonis,” tuturnya.

Sidang Terbuka Senat UNJ tersebut diketuai Prof. Dr. Bedjo Sujanto, M.Pd (Rektor UNJ), dengan Sekretaris, Prof. Dr. H. Djaali (Guru Besar Tetap UNJ, Ketua Program Pasca Sarjana UNJ). Anggota Prof. Dr. Imam Chourmain, M.Ed (Guru Besar tetap UNJ), Prof. Dr. Ir. Kazan Gunawan (Guru Besar tetap Universitas Esa Tunggal). Sementara Komisi Promotor merangkap sebagai Anggota Panitia Ujian Doktor adalah Prof. Dr. I Made Putrawan (Guru Besar UNJ) dan Prof. Dr. Soedijarto, M.A. (Guru Besar Tetap UNJ).

Sebagai bentuk dukungan untuk pemimpinannya, hampir seluruh SKPD di Kab. Bekasi menghadiri ujian untuk meraih gelar doktor tersebut. “Dengan diraihnya gelar doktor ini, kami semakin termotivasi untuk mengikuti jejaknya,” ucap Camat Cikarang Barat, A. Karim yang turut hadir dalam acara tersebut.

Sebelum mendapat gelar doktor, Sa’duddin menempuh pendidikan D-3 IAIN Sunan Gunung Jati Serang Banten (lulus Tahun 1986), S-1 IAIN Sunan Gunung Jati Serang Banten (lulus Tahun 1991) dan S-2 STIE IPWI Jakarta (lulus Tahun 1999).

Sementara karier di bidang politik dimulai sebagai Ketua Komisi E DPRD Kabupaten Bekasi 1999-2004, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Tahun 2004-2006, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi dan terpilih sebagai Bupati Bekasi melalui Pemilihan Kepala Daerah langsung untuk Periode 2007-2012.
[Pikiran Rakyat Online :: http://www.pikiran-rakya]

Minggu, 18 Oktober 2009

Tauladan Pak Anton


by abuhasan


Detik demi detik hari-hari ini begitu mendebarkan bagi 'para calon menteri' yang akan ditelpon SBY.

Begitu kira-kira headline media masa mulai dari kemarin terkait akan dilantiknya SBY-Boediono untuk menjadi Presiden-Wakil Presiden RI 2009-2014 yang otomatis akan dibentuk juga menteri jajaran kabinet. Bahkan Sabtu (17/10) dinihari tadi, detik.com melansir judul "Tunggu Telepon SBY, Elit PKS Siaga" untuk menggambarkan 'suasana mendebarkan' terkait itu.

Namun bukan headline itu yang menarik dan menyedot pikiran serta hati ini untuk menorehkan catatan kecil kali ini. Di situs yang sama (detik.com) ada postingan yang membuat jari-jari ini serasa lumer setelah beberapa hari membeku. Tulisan itu bertitel "Jika Diminta Jadi Menteri, Anton Minta Izin Partai Dulu". Sebelum membaca isi tulisan, saya sudah memastikan kalau nama Anton dalam judul ini adalah Anton Apriyantono menteri pertanian dari PKS. Maka sayapun langsung membaca isi utuhnya seperti dibawah ini:

Jakarta - Menteri Pertanian Anton Apriantono disebut-sebut akan dipertahankan SBY di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Anton akan direkrut kembali atas nama kalangan profesional karena PKS tidak mengusulkan namanya.

Jika isu Anton akan dijadikan menteri kembali oleh SBY, Anton pun akan meminta izin dulu ke partainya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). "Yang sudah jelas, saya tidak diajukan oleh partai saya," jawab Anton ketika ditanya tentang apakah dirinya ditawari jabatan menteri di KIB II.

Hal itu disampaikan Anton usai Perpisahan KIB I di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2009).

Anton pun mengaku belum dihubungi oleh SBY. Jika SBY meminta langsung dan tidak melalui partai? "Tidak bisa. Karena saya kan awalnya dari partai. Ya tetap harus dari partai," timpal doktor kimia pangan Universitas Reading, Inggris ini. [detik.com]


Subhanallah! Saya membatin atas kekaguman saya pada Akh Anton Apriyantono. Segudang prestasi selama lima tahun jadi mentan yang diakui semua kalangan tidak membuatnya merasa 'bisa sendiri tanpa jama'ah'. Kekaguman ini bertambah disaat banyak dari kita (kader atau bekas kader?) mulai 'meremehkan' arti jama'ah, arti syuro, arti qiyadah. Tapi Anton? Sungguh statemen-nya menegaskan bahwa jama'ah adalah pilar asasi dalam da'wah ini. Kita adalah jundi yang siap diterjunkan di posisi mana saja sesuai kebijakan jama'ah. Kita bukan tipe diserser yang merasa diri lebih hebat dari keputusan syuro jama'ah. Sungguh, kita ingin seperti Pak Anton Apriyantono, juga kita ingin seperti Kholid bin Walid yang tatkala 'dipecat' kholifah Umar bin Khothob dari jabatan Panglima turun 'cuma' jadi prajurit biasa, tak ada yang berubah pada 'kontribusi'nya bagi da'wah dan jama'ah.

"Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qodijtama'at ala mahabbatik
waltaqot ala tho'atik
wa tawahadat ala da'watik
wa ta'ahadat ala nushroti syari'atik
fawatsiqillahumma robithotaha......."


Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

---
sumber: pkspiyungan.blogspot.com

Kamis, 20 Agustus 2009

Wakil Rakyat Terpilih Masa jabatan 2009-2014 DPRD Kabupaten Bekasi Resmi di lantik


Oleh M. Joko YP

Bekasi, Bekasinews.com.- Sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Bekasi remi dilantik untuk menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah , Kabupaten Bekasi, hasil pemilu legislatif lalu untuk masa jabatan lima tahun (2009-2014).

Anggota Dewan yang terpilih berasal dari Partai Demokrat 9 kursi, Partai Golkar 7 kursi, Partai PKS 8 kursi, PDIP 7 kursi, PPP 4 kursi, PAN 4 kursi, PKB 3 kursi, PBB 2 kursi, HANURA 2 kursi dan Partai Gerindra 1 kursi.

Acara pelantikan berlangsung rabu, 5 agustus 2009, bertempat di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi. Dalam acara tersebut di hadiri Utusan Gubernur Jawa Barat yang berasal dari bakorwil Purwakarta, Bupati Bekasi, Drs. Sa’ddudin MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Ketua KPUD Kabupaten Bekasi , Ketua Panwaslu Kabupaten Bekasi Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi BPD se-Kabupaten Bekasi dan para tamu undangan. Sumpah jabatan dibacakan oleh Ketua Pengadilan Negeri Bekasi, pada acara pelantikan tersebut.

Meski Pelantikan dibayangi akan adanya unjuk rasa namun berkat kesigapan aparat Kepolisian Resort Kabupaten Bekasi akhirnya acara pelantikan berjalan aman hingga akhir acara. Dalam kata sambutannya Bupati Bekasi, Drs Sa’ddudin, MM. mengatakan ,“dengan dilantiknya para anggota Dewan terpilih dapat menjalankan tugas wakil rakyat dengan penuh tanggung jawab serta mengemban amanah rakyat, selain itu wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsinya sebagai wakil rakyat hingga tercipta Kabupaten Bekasi lebih maju lagi." ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua DPRD Kab. Bekasi , Syamsul Falah menuturkan , “ saya mengapresiasikan yang tinggi kepada masyarakat Kabupaten Bekasi, yang telah menjalankan Pemilu sebagai pesta Demokrasi dengan aman tertib hingga terpilih wakil rakyat, semoga para wakil rakyat yang telah di pilih masyarakat dapat menjalankan aspirasi masyarakat yang memilihnya”ungkapnya. (M. Joko YP )

sumber:Bekasinews.com