Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Maret 2011

Nana Siap Lanjutkan Budi


CIKARANG PUSAT – Nana Supriyatna sejak Senin (28/2) resmi menggantikan Budi sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi lewat Pergantian Antar Waktu di Fraksi PKS.Budi mengaku rela melepas kursinya diambil Nana, sementara Nana mengaku siap melanjutkan kerja Budi.

Nana Supriyatna yang datang diantar oleh puluhan pendukungnya mengaku siap menggantikan posisi Budi di Komisi B. Sadar sebagai pendatang baru di DPRD Kabupaten Bekasi, Nana mengaku akan melakukan percepatan adaptasi.

“Pada intinya, saya siap menggantikan posisi pak Budi, saya akan langsung beradaptasi dengan yang lain,” tutur Nana.

Disinggung mengenai perselisihan Nana dan Budi pada Pileg 2009 lalu, dia menolak berkomentar. Dia hanya mengatakan, kalau PAW merupakan hajat DPD PKS Kabupaten Bekasi. ”Ini kan hajat DPD, kami hanya ikut saja” tuturnya.

Dia juga mengaku akan langsung berkoordinasi dengan anggota Komisi B lainnya agar bisa langsung berkontribusi pada masyarakat. ”Konsultasi dan belajar menjadi langkah awal yang akan saya lakukan,” kata Nana.

Sementara Budi mengaku legowo dengan pergantian tersebut. Ia menuturkan akan kembali ke habitatnya sebagai pengajar. Namun Budi mengaku akan kembali ke dunia politik pada masanya nanti.

“Saya sangat legowo dengan pergantian ini, nanti suatu saat saya akan kembali ke panggung politik lagi,” papar Budi.

Dalam paripurna PAW tersebut, Bupati Bekasi Sa’duddin terlihat hadir. Namun Wakil Bupati Darip Mulyana tidak terlihat datang di tengah sidang paripurna.
sumber : radar

Sabtu, 20 Maret 2010

FITNAH Terbaru Menerpa PKS (Korupsi Ayat Tembakau)



Oleh: ADMIN

Tak henti-hentinya badai fitnah menerpa PKS.
Fitnah terbaru saya temukan tak sengaja ketika membuka situs kompasiana.com (saya sering bolak-balik ke situs ini bahkan jadi member). Jumat siang (19/3/10) mataku langsung melotot, degup jantung mendadak kencang, kala membaca satu judul artikel yang sangat provokatif.

"Aduhhh PKS Lagi… (Sekarang di Kasus Korupsi Ayat Tembakau)"

Setelah dibuka ternyata isinya membuat lebih kaget lagi. Saya postingkan isinya secara utuh disini (sekaligus sebagai alat bukti, karena mungkin akan dihapus oleh si penulis)

...
Ingatan kita tentu sudah mulai melupakan kasus hilangnya ayat tembakau, pada undang undang kesehatan. Padahal pada saat kasus itu muncul, jagat media memberitakan kasus ini menjadi headline, dan muncul sampai berhari hari. Kasus ini jelasnya adalah ayat 2 pasal 113 UU Kesehatan yang dilaporkan menghilang saat diserahkan ke Sekretariat Negara. Korupsi ayat itu ketahuan karena ayat di bagian penjelasan terlupa dihapus. Setelah diributkan, ayat itu telah kembali ke posisi semula. Ayat 2 Pasal 113 UU Kesehatan itu berbunyi, “Zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cairan dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan atau masyarakat sekelilingnya”.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa pengahapusan suatu ayat pada undang undang adalah suatu kriminal karena efeknya itu adalah kehancuran satu bangunan sistem yang sebelumnya telah dirancang oleh UU. Maka dari itu, penghapusan ayat tembakau pada UU Kesehatan juga merupakan suatu kriminal.

Baru baru ini Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (KAKAR) mengajukan pengaduan ulang ke Mabes Polri tentang hilangnya ayat ayar rokok itu. Sebelumnya, KAKAR sempat melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya namun ditolak dengan alasan tidak adanya aturan hukum yang mengatur.

Dalam pengaduan terbaru yang disampaikan pada hari Kamis (18/3/2010), dikatakan bahwa tiga Anggota DPR dilaporkan atas hilangnya satu ayat dalam Undang-Undang Kesehatan. Mereka adalah Ribka Tjiptaning dari PDIP, Mariani Baramuli dari Partai Golkar, dan Aisah Solehah dari Partai Keadilan Sejahtera. KAKAR mengatakan bahwa ini merupakan tindak pidana yang sangat merugikan dan menduga ada suap disana.

Berita itu sangat mengejutkan, terutama karena ada satu anggota parlemen dari PKS yang terlibat disana. Kita berharap khusnudzon (berprasangka baik) saja, yaitu bu Aisah Sholehah ini ingin membela konstituennya. Namun Demikian, apapun tujuannya, tindakan penghilangan undang undang merupakan suatu tindakan kriminal apa lagi ini dilakukan oleh anggota DPR dari PKS yang bermoto partai dakwah dan bersih.

...

Membaca baris tulisan ".. Aisah Solehah dari Partai Keadilan Sejahtera.." saya sudah langsung yakin kalau ini adalah fitnah. Karena saya sendiri tidak kenal ada anggota dewan PKS DPR pusat yang bernama Aisah Solehah. Kalau Herlini Amran, Yoyoh Yusroh, Ledia Hanifa saya kenal mereka sebagai aleg PKS DPR RI. Untungnya aleg PKS perempuan itu sedikit jadi mudah diingat. Aisah Solehah? iki sopo? Kalau aleg DPRD kabupaten atau propinsi itu mungkin ada aleg PKS yang bernama itu, tapi DPR PUSAT? ndak ada dech.

Hati ini makin mendidih membaca komentar2 pembaca yang menghujat, menyerang dan memfitnah PKS.

Maka saya pun meminta tolong pada Om Google yang baik hati, searching siapa itu sebenarnya Aisah Solehah? Benarkah dari PKS?

Alhamdulillah, Om Google cepat tanggap. Ada tulisan dari inilah.com yang menyiratkan kalau sosok Aisah Solehah (Aisyah Solekhan) adalah dari GOLKAR.

INILAH.COM, Jakarta - Tiga legislator DPR diduga telah menghilangkan ayat tentang tembakau, dalam draf rancangan Undang-Undang tentang kesehatan, September 2009 lalu.

"Yang dilaporkan Rika Ciptaning (Ketua Komisi 9 DPR dari FPDIP), Aisyah Solekhan, dan Mariani Baramuli (FPG)," kata Ketua Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (Kakar) Kartono Mohammad, usai melaporkan ke Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (18/3).

(cek disini: http://inilah.com/news/read/politik/2010/03/18/406822/inilah-3-legislator-yang-diduga-hilangkan-ayat-tembakau/)

Maka sayapun langsung kirim komentar di tulisan kompasiana itu:

MOHON DICEK APAKAH BETUL Aisah Solehah ITU DARI PKS?
KALAU TERNYATA BUKAN DARI PKS, APAKAH ANDA TIDAK MALU?

Si penulis membalas:

http://www.kabarbisnis.com/umum/hukum/2810294-Satu_ayat_hilang___Pansus_tembakau_dimabespolrikan.html
nilai sendiri mana yang benar (begitu tulisnya).

Sayapun balas komentar:

KARENA ANDA YANG MENULIS MAKA "KEWAJIBAN" ANDA UNTUK MENGKONFIRMASI LANGSUNG KE SUMBER PRIMER. TANYA LANGSUNG KE KAKAR ATAU PKS.

Karena si penulis tidak membalas, sayapun tanya ke Om Google lagi, dan jawaban Om Google lebih menjernihkan duduk perkara.

Dari situs vivanews.com ternyata menyimpan arsip tentang SIAPA SEBENARNYA Aisah Solehah yang ternyata bernama Hj.Asiah Salekan, BA, dari Golkar dapil Kalbar anggota komisi IX. Lengkap dengan biodata profil anggota dewan 2004-2009 ini.

cek disini: http://politik.vivanews.com/news/read/2557-hj_asiah_salekan__ba
ASIAH SALEKAN 100 % BERASAL DARI GOLKAR.

Sayapun menulis komentar lagi:

KALAU ANDA REPOT MENCARI SIAPA Aisah Solehah YANG TERNYATA NAMANYA ADALAH Asiah Salekan DARI GOLKAR.
CEK DISINI:
http://politik.vivanews.com/news/read/2557-hj_asiah_salekan__ba

Lalu saya minta agar si penulis meminta maaf kepada PKS dan meralat tulisannya. Penyelesaian kekeluargaan adalah lebih baik daripada ke meja hijau.

SEKETIKA... beberapa tulisan komentar2 pembaca yang melecehkan PKS DIHAPUS oleh si penulis, tinggal menyisakan tulisan asli dan komentar dari saya. BAHKAN, sebelum saya menyelesaikan tulisan ini, tulisan dengan judul "Aduhhh PKS Lagi… (Sekarang di Kasus Korupsi Ayat Tembakau)" sudah HILANG. Bukan hanya tulisannya yang hilang, tapi juga NAMA & PROFIL PENULIS yang tadinya ada juga ikut lenyap.

cek disini:

http://polhukam.kompasiana.com/2010/03/19/aduhhhhh-pks-lagi%E2%80%A6-sekarang-di-kasus-korupsi-ayat-tembakau/

Beruntung saya sempat copy paste isi tulisan itu (sebagai barang bukti, dan pelajaran bagi kita semua). Menghilangnya tulisan di kompasiana itu mungkin akibat ketakutan si penulis akan di meja hijaukan oleh PKS karena ternyata tulisannya salah besar. 100% FITNAH. Dia ingin menghilangkan barang bukti.

Saya sempat berpikir untuk mengusulkan kepada BIRO HUKUM DPP PKS untuk mengusut dan memperkarakan kasus pencemaran nama baik PKS ini agar menggentarkan para tukang fitnah dan agar mereka tidak lagi menyebar fitnah, kepada siapapun. Kalau tulisan yang di kompasiana.com sudah hilang tapi yang di kabarbisnis.com masih ada disitu menyebuat "...Aisah Solehah dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS)..". Menurut saya itu juga perlu diluruskan, namun berhubung keterbatasan maka saya pribadi tidak bisa "menjangkaunya". Mungkin Biro Hukum bisa turun tangan.

Tapi saya juga tidak tahu, bagaimana menghubungi BIRO HUKUM DPP PKS. Ada yang tahu? atau ada solusi yang lain?


Jum'at, 19 Maret 2010.

---
sumber:pkspiyungan.blogspot.com

Kamis, 20 Agustus 2009

Wakil Rakyat Terpilih Masa jabatan 2009-2014 DPRD Kabupaten Bekasi Resmi di lantik


Oleh M. Joko YP

Bekasi, Bekasinews.com.- Sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Bekasi remi dilantik untuk menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah , Kabupaten Bekasi, hasil pemilu legislatif lalu untuk masa jabatan lima tahun (2009-2014).

Anggota Dewan yang terpilih berasal dari Partai Demokrat 9 kursi, Partai Golkar 7 kursi, Partai PKS 8 kursi, PDIP 7 kursi, PPP 4 kursi, PAN 4 kursi, PKB 3 kursi, PBB 2 kursi, HANURA 2 kursi dan Partai Gerindra 1 kursi.

Acara pelantikan berlangsung rabu, 5 agustus 2009, bertempat di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi. Dalam acara tersebut di hadiri Utusan Gubernur Jawa Barat yang berasal dari bakorwil Purwakarta, Bupati Bekasi, Drs. Sa’ddudin MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Ketua KPUD Kabupaten Bekasi , Ketua Panwaslu Kabupaten Bekasi Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi BPD se-Kabupaten Bekasi dan para tamu undangan. Sumpah jabatan dibacakan oleh Ketua Pengadilan Negeri Bekasi, pada acara pelantikan tersebut.

Meski Pelantikan dibayangi akan adanya unjuk rasa namun berkat kesigapan aparat Kepolisian Resort Kabupaten Bekasi akhirnya acara pelantikan berjalan aman hingga akhir acara. Dalam kata sambutannya Bupati Bekasi, Drs Sa’ddudin, MM. mengatakan ,“dengan dilantiknya para anggota Dewan terpilih dapat menjalankan tugas wakil rakyat dengan penuh tanggung jawab serta mengemban amanah rakyat, selain itu wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsinya sebagai wakil rakyat hingga tercipta Kabupaten Bekasi lebih maju lagi." ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua DPRD Kab. Bekasi , Syamsul Falah menuturkan , “ saya mengapresiasikan yang tinggi kepada masyarakat Kabupaten Bekasi, yang telah menjalankan Pemilu sebagai pesta Demokrasi dengan aman tertib hingga terpilih wakil rakyat, semoga para wakil rakyat yang telah di pilih masyarakat dapat menjalankan aspirasi masyarakat yang memilihnya”ungkapnya. (M. Joko YP )

sumber:Bekasinews.com

Selasa, 29 Juli 2008

Pemutaran Perdana Film 'Sang Murabbi'


Para pengunjung mengantri untuk menonton pemutaran perdana "Sang Murabbi".


Ketua MPR RI DR Hidayat Nurwahid, MA dan Presiden PKS Ir H Tifatul Sembiring memperlihatkan DVD "Sang Murabbi".

Penonton Membludak
Kapasitas GRJS Bulungan yang hanya memuat 300 penonton dipaksa untuk menampung lebih banyak kader yang ingin menyaksikan film besutan sutradra Zul Ardhia tersebut. Akibatnya banyak kader yang terpaksa duduk di lantai dan ditangga. Sebagian kader tertahan dipintu masuk, karena ruangan telah penuh sesak.

(pkswanajaya 0nline)Jakarta: Pemutaran perdana film “Sang Murabbi” yang bercerita tentang sepak terjang Ustdz Rahmat Abdullah.di dunia tarbiyah, dihadiri oleh ribuan kader PKS yang datang dari berbagai kota di Indonesia,

Ahad (27/7)Kapasitas GRJS Bulungan yang hanya memuat 300 penonton dipaksa untuk menampung lebih banyak kader yang ingin menyaksikan film besutan sutradra Zul Ardhia tersebut. Akibatnya banyak kader yang terpaksa duduk di lantai dan ditangga. Sebagian kader tertahan dipintu masuk, karena ruangan telah penuh sesak.

Sebelumnya sebagian penonton yang didominasi anak muda tersebut, khawatir tidak bisa masuk, karena tidak memperoleh tiket. Tiket yang dibagikan secara gratis kepada 300 pengunjung acara PekanTarbiyah yang berlangsung 25-27 Juli 2008 itu, telah ludes sehari sebelum pemutaran film yang dibintangi artis cantik Astri Ivo tersebut.Selain pemutaran film, juga digelar berbagai kegiatan, seperti symposium bertajuk “Peran Ustadz Rahmat Abdullahdalam dalam Dakwah Tarbiyah”.

Simposium ini menghadirkan beberapa nara sumber kondang, yakni Presiden PKS Tifatul Sembiring, Anggota FPKS Untung Wahono, Yoyoh Yusroh dan Aan Rohana. Pada acara ini juga digelar bedah buku, pameran foto, lomba lukis, parade nasyid, pembacaan puisi karya Ustadz Rahmat Abdullah, bazaar, dan jumpa artis pemeran “Sang Murabbi”.Dalam jumpa artis, Irwan Rinaldi yang memerankan tokoh Rahmat Abdullah menuturkan bahwa banyak pengalaman spiritual yang ia dapatkan dalam memerankan sang tokoh, Pada kesempatan itu, ia memohon maaf bila apa yang telah ia lakukan masih jauh dari kesempurnaan sosok Rahmat Abdullah.
Sedangkan Sutradra Zul Ardhia memaparkan bahwa film Sang Murabbi merupakan persembahan bagi dakwah. Film ini diharapkan dapat memotivasi seluruh kader untuk melanjutkan perjuangan Ustadz Rahmat yang telah menyemai benih-benih dakwah di Indonesia .Namun ia berpesan, agar hal ini tidak sampai mengkultuskan seseorang. Untuk mengetahui lebih jauh proses pembuatan film “Sang Murabbi” dapat mengakses situs http://www.sangmurabbi.com/ atau zul3.multiply.com.atau klubkitakemon.multiply.com. Sedangkan untuk pemesanan CD atau VCD “Sang Murabbi” dapat langsung menghubungi Zul Ardhia (HP. 0818.741180). (Adine)


Sumber: pk-sejantera.org

Jumat, 30 Mei 2008

Konsolidasi Struktural PKS Se-Jawa Barat

Shoutul Harokah in Action
Seluruh Ketua DPD,DPW dan Ust Anis Matta (tengah)

Rombongan DPD Kabupaten Bekasi


Stand Banner Tema acara didepan Sabuga



Asslamu'alaikum Wr. Wb.

Berikut Ringkasan saat menghadiri konsolidasi struktural PKS se-Jawa Barat dan Tasyakuran Kemenangan HADE dalam PILGUB Jawa Barat , yang dihadiri oleh ketua DPD , DPC dan DPRa se-Jawa Barat. Ana sendiri mewakili akh Kholid (ketua DPRa Wanajaya) yang hari itu berhalangan hadir. Acara tersebut diselenggarakan di Sabuga Bandung (Gedung Sasana Budaya Ganesa ITB) pada hari Ahad Tgl 25 Mei 2008. Dalam acara tersebut hadir Gubernur Jawa Barat Ust Ahmad Heryawan, Lc. , Ust. Anis Matta, Lc selaku ketua TPPN (Tim Pemenangan Pemilu Nasional),Bupati dan Walikota se-Jawa Barat yang diusung oleh PKS, Ketua DPW Ust. Taufik Ridlo,Mec.dll.
Kami rombongan dari DPD PKS Kab. Bekasi berangkat di Depan kantor DPD yang terdiri dari satu mobil APV dan 1 buah Bis jam 09.10. Tiba dilokasi jam 11.15. Acara baru dimulai sekitar jam 13.00. Saat memasuki tempat acara setiap peserta diberikan satu buah slayer yang akan di sematkan secara simbolik oleh Ust Anis Matta. Acara dimulai dengan pembacaan tilawah oleh ust Abu Rabbani. Kemudian sambutan-sambutan. Yang pertama ole Ust. Makmur Hasanudin, beliau sebagai ketua BANJABAR. Yaitu orang yang bertanggung jawab untuk wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat. Kemudian do'a oleh Ust Hilman Rosyid,Lc. Sambutan berikutnya oleh ketua DPW Ust Taufik Ridlo,Mec dan dilanjutkan Penyajian hasil survey Mengenai hasil Pilkada yang dimenangkan oleh pasangan HADE yang disampaikan oleh tim R&D DPW. Puncaknya yaitu penyampaian sambutan ketua TPPN Ust. Anis Matta,Lc mengenai target untuk PKS Jawa Barat untuk memperoleh suara sebesar 51%. Nilai tersebut diperoleh dari hasil survey tim R&D bahwa yang akan memilih PKS sebesar 31% ditambah 20 % yang merupakan responden yang belum menentukan pilihannya.Dalam kesempatan tersebut Anis Matta juga menyampaikan kegiatan yang telah dan akan dilakukan oleh TPPN. Dalam kesempatan tersebut seluruh Ketua DPD naik keatas panggung dipimpin oleh ketua DPW untuk penyematan secara simbolik slayer oleh Ust. Anis Matta sebagai tanda menyongsong kemenangan pemilu di 2009.
Dalam acara tersebut diselingi pula oleh hiburan khas PKS Jawa Barat yang menampilkan Barakatak grup, Ababil Voice dengan lagu - lagunya dalam bahasa sunda namun sarat dengan kritik sosial.MuPLA serta tak ketinggalan Tim Nasyid Shoutul Harokah yang begitu mengelorakan semangat para peserta yang hadir, Yang tentunya membawakan lagu terbarunya yang berjudul,: Bangkitlah Negeriku Harapan itu masih ada. Pada kesempatan tersebut menyanyikan lebih dari 4 buah lagu yang merupakan lagu baru dan sebagian lagu lama yang telah di arransemen ulang. disela -sela membawakan nasyid panitia juga membagi-bagikan door price bagi peserta yang hadir.Acara baru selesai jam 17.30.
Demikian ringkasan perjalanan ana ke SABUGA, mudah-mudahan bisa memberikan sedikit gambaran bagi seluruh kader yang ada di Wanajaya.

Wassalam

PKS Hadirkan Pakar untuk Bedah Platform

Ketiga pakar yang diberi kesempatan mempresentasikan kajiannya terhadap buku platform PKS tersebut memuji sikap PKS yang telah berani terbuka dengan membuat platform perjuangan sehingga bisa dikaji oleh masyarakat luas.

PK-Sejahtera Online: Bedah Buku Platform PPS 24 Mei lalu berlangsung menarik. Tak tanggung-tanggung pembicara yang dihadirkan merupakan pakarnya dibidang masing-masing. Sebut saja Dr.Fariastuti,SE MA seorang pakar ekonomi, Prof.Dr.Redatin, MA merupakan guru besar bidang hokum-pencetus lahirnya ilmu koruptologi, Drs.Gusti Suryansyah,M.Si seorang pakar social yang juga merupakan Panembahan Kerajaan Landak, dari Internal PKS Drs. Abdurrahmi selaku Ketua MPW PKS Kalbar.
Acara bedah buku platform kebijakan pembangunan PKS ini dimoderatori oleh H.Arif Joni Prasetyo,ST.Ketiga pakar yang diberi kesempatan mempresentasikan kajiannya terhadap buku platform PKS tersebut memuji sikap PKS yang telah berani terbuka dengan membuat platform perjuangan sehingga bisa dikaji oleh masyarakat luas. Bahkan Fariastuti menyatakan dalam prsentasenya sangat sependapat dengan konsep ekonomi di dalam buku tersebut, bahwa pembangunan ekonomi tidak wajib mengejar pertumbuhan, tapi kesejahteraan sosial.Begitupula dengan Prof.Dr.Redatin, MA yang memuji PKS dengan kemampuannya menerbitkan pemikiran setebal lebih dari 300 halaman, “dan ini tebalnya lebih ketimbang GBHN di zaman orde baru,” ungkap Redatin yang disambut tepuk tangan para undangan.
Beliau juga menambahkan bahwa sebaiknya buku platform tersebut dapat diterjemahkan sesuai dengan kondisi Kalbar, serta pembahasaanya yang tidak terlalu akademis. Demikian karena masyarakat Indonesia rata-rata masih tamatan SD dan SMP.
Pembicara lain, Panembahan Kerajaan Landak Gusti Suryansyah mengatakan bahwa PKS potensial untuk mencapai 20 persen suara di parlemen. Hal ini ditandai dengan keberhasilan PKS sebagai partai dakwah bertingkah laku sesuai dengan budi pekerti yang luhur. “Kita bangsa Indonesia merindukan politisi-negarawan yang berakhlak mulia,” ujarnya. Ketua MPW PKS Kalbar Drs.Abdurrahmi saat gilirannya menyampaikan isi buku platform PKS ini mengungkapkan bahwa buku ini diterbitkan memang untuk dikaji oleh public, sedangkan untuk internal PKS sendiri ada buku-buku lain diantaranya kiat-kiat prakstis mencapai 20 persen suara,”Buku rahasia perusahaan tentu saja tak ada yang boleh tahu kecuali pengurus inti,” ungkapnya disambut tawa para hadirin.Selain para pembedah, bedah buku juga disuguhi oleh para pembahas dari tokoh tokoh masyarakat dan media. Diantaranya Ir.H.Priyambodo, H.Yacob Mochsin dan pimpinan redaksi Borneo Tribun Nur Iskandar,SP. Priyambodo mengingatkan agar PKS selalu berjalan lurus, cepat dan tepat. Jangan sampai isi platform yang dilaunching justru akan digunakan oleh pihak-pihak lain untuk propaganda negative terhadap PKS.
Pembahas lainnya Yacob Mochsin mengingatkan agar PKS senantiasa melakukan perjuangan politik yang menjadi langkah untuk mencapai kekuasaan. Sedangkan Nur Iskandar menguraikan data dan fakta dilapangan khususnya di wilayah Kalimantan Barat mengenai kegiatan PKS dan hasil riset Borneo Tribun yang menunjukkan tingkat kepercayaan public terhadap PKS cenderung meningkat.Hasil riset itu diperkuat oleh dosen Fisipol Untan Jumadi, S.Sos, M.Si yang hadir sebagai peserta. Menurutnya tak berlebihan jika PKS menargetkan raihan kursi 20 persen di parlemen harus memenuhi tiga syarat yakni ideology partai yang kuat, soliditas massa pendukung serta kemampuan kepemimpinan para kader-kaderny(PKS Kalbar) Pengirim: Ningsih Update: 29/05/2008 Oleh: Ningsih