Selasa, 06 Januari 2009

Foto Acara Pelantikan Koordinator RW dan Workshop Pemenangan Pemilu Kamis (25/12)


Tampak Kader dan simpatisan baik ikhwan dan akhwat
memadati gedung serba guna Teratai



Pelantikan Koordinator Oleh Ketua DPD Ust. Asmeldi Firman didampingi ketua DPC Cibitung Akhi Data Pura dan DPC Cikarang Barat Akhi Henderson.


Tampak hadir memberikan sambutan CAD dari Dapil 2 (Cibitung-Cikarang Barat)


Suasana Saat Workshop yang bergemuruh oleh teriakan takbir.

Sabtu, 03 Januari 2009

Korban Gaza: Mereka Membombardir Kami Saat Sedang Bersujud


Kairo – Infopalestina: “Saat kami sedang bersujud menghadap Allah, tiba-tiba kami mendengar raungan pesawat tempur Zionis Israel yang datang dari jauh. Tidak lama kemudian pesawat-pesawat pembunuhan itu memuntahkan bom-bom ke arah kami. Semua itu terjadi dalam hitungan menit hingga masjid yang kami ada di dalamnya dihancurkan dari atas kepala-kepala kami.”

Inilah kalimat yang menuturkan kepedihan. Yang menggambarkan aksi bombardemen pesawat tempur Israel ke rumah-rumah Allah di Jalur Gaza. Kalimat itu dituturkan Ramadhan Khaled al Afsy, salah seorang dari 13 korban luka yang sampai di rumah sakit Nasher di Kairo, Mesir, dari total 36 korban luka Jalur Gaza yang berhasil dibawa ke wilayah Mesir.

Khaled (27), menuturkan sisi lain “genosida Gaza yang kedua”. Dia mengatakan, “Saya adalah satu di antara warga kamp pengungsi Nusairat di Jalur Gaza. Bersamaan dengan dimulainya gempuran Israel ke seluruh wilayah Jalur Gaza Sabtu (27/12) siang lalu, saya bersama sekelompok orang berangkat menunaikan shalat dzuhur di masjid al Zahra, sebuah masjid kecil di kamp pengungsi Nusairat.”

Dia menambahkan, “Baru saja kami memulai pada rekaat pertama hingga missil-missil pesawat pembunuhan Israel menghantam kami saat kami sedang bersujud. Saya saat itu hanya bica memohon kepada Allah agar melindungi kami semua dari segala keburukan dan mengembalikan tipu daya mereka ke leher-leher mereka.”

Dia merasa bersyukur atas apa yang menimpanya, lebih baik dari apa yang menimpa yang lainnya. Khaled menuturkan, “Tiba-tiba saja masjid sudah dihancurkan total dari atas kepala-kepala kami. Bukan hanya masjid satu-satunya. Namun sejumlah rumah warga di sekitar masjid juga dihancurkan. Nasibku agak lebih baik. Karena saya berada di dekat pintu masjid yang dipenuhi dengan jamaah shalat. Saya berhasil dikeluarkan dengan segera dari bawah reruntuhan puing-puing masjid dan dibawa ke rumah sakit. Kami, 40 jamaah shalat tertimpa masjid dari atas kepala-kepala kami akibat bombardemen Israel. Saya tidak tahu sampai sekarang, apa yang terjadi pada mereka (jamaah yang lain).”

Khaled, meskipun mengalami patah tulang di kedua pundahknya dan sejumlah tulang rusuk serta terkena serpihan rudal di pinggang kanannya, sehingga membuatnya sangat sulit berbicara, namun dia terus melanjutkan penuturannya. “Sesampainya saya di rumah sakit as Shifa di kotaGaza, saya tahu bahwa Zionis Israel menjadikan masjid-masjid sebagai sasaran bombardemennya. Saya tahu pesawat-pesawat tempur Israel menghancurkan sejumlah masjid lainnya. Di antaranya adalah masjid as Shifa di barat Gaza, masjid al Qassam di Khan Yunis, masjid Imad Aqil di utara Jalur Gaza, masjid Abu Bakar ash Shidiq di kamp pengungsi Jabaliya dan masjid al Istiqamah di kota Rafah,” tuturnya.

Khaled, yang kini dirawat di lantai empat bagian gawat darurat di rumah sakit Nasher, Mesir, dengan bercucuran air mata melanjutkan penuturannya. “Saya memiliki 9 anak. Saya tidak tahu nasib sebagian dari mereka sekarang. Meskipun salah seorang anak saya sudah menghubungi saya dan menenangkan saya soal mereka, namun saya belum mendengar suara mereka. Saya cemas mereka tertimpa bahaya,” ungkapnya sedih.

Mengenai perjalanannya hingga sampai ke Mesir dia mengatakan, “Saya tinggal di rumah sakit as Shifa di Jalur Gaza selama dua hari. Selama itu kondisi saya terus memburuk. Senin malam saya sampai di Kairo setelah diangkut mobil ambulan dari kotaGaza ke perbatasan Mesir. Kemudian mobil ambulan di perbatasan Mesir membawa saya ke rumah sakit Arisy. Dari sana saya dibawa ke Kairo karena saya sangat membutuhkan tindakan operasi cukup rumit.”

Para Dokter Menangis

Dengan suara bercampur cucuran air mata, Khaled menyerukan semua pihak segera membawa para korban luka agresi biadab Israel di Jalur Gaza ke Mesir untuk mendapatkan pengobatan. “Para dokter di rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza menangir karena kengerian yang mereka saksikan dan sedikitnya kemampuan yang mereka miliki. Saya sampaikan kepada semua, rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza sama sekali tidak memiliki apa-apa untuk mengobati korban. Semua penuh dengan korban luka.”

Di kamar sebelah Khaled, berbaring rekannya bernama Syukri Muhammad Riyad, yang menuturkan kondisi kerja pegawai medis di Jalur Gaza. “Saya bekerja di departemen kesehatan pemerintah Gaza di kota Rafah. Saat saya melakukan tugas mengevakuasi korban luka, kepala saya kejatuhan bagian tembok yang roboh dan membuat jaringan mata saya terputus.”

Dengan sangat sedih Riyad menegaskan, “Korban luka di rumah sakit-rumah sakit Jalur Gaza tidak mendapatkan apa-apa bahkan sekadar tempat untuk meringankan rasa sakit mereka. Kami semua berharap derita sakit itu bisa berkurang dengan pengiriman korban luka ke rumah sakit-rumah sakit Mesir dan sampainya bantuan Arab ke Jalur Gaza.” Hingga Selasa (30/12), jumlah korban luka yang sampai di Mesir baru 36 orang, sebagian besar mereka dalam kondisi kritis, untuk mendapatkan pengobatan yang semestinya.

Korban Terus Bertambah

Sejak sabtu (27/12) siang jet-jet tempur Zionis Israel membombardir seluruh wilayah Jalur Gaza. Rumah-rumah warga, masjid dan fasilitas umum menjadi target bombardemen Israel. Hingga hari keenam, Kamis 01/01/09), jumlah korban gugur mencapai lebih 420-an syuhada dan lebih 2100-an terluka, 300-an di antaranya dalam kondisi kritis.

Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem sebelumnya telah menegaskan bahwa korban pembantaian terbuka yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza sejak hari Sabtu (27/12), terus bertambah banyak. Terlebih ada ratusan korban luka yang dalam kondisi kritis dan puluhan lainnya masih di bawah puing-puing reruntuhan.

Naeen menegaskan persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungakapkan ada 105 jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga nol.

Naeem mengatakan 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan pembangkit listrik. Naeem menegaskan semua itu sudah terjadi sejak sebelum pembantaian yang dimulai Israel Sabtu lalu dan akibat blockade Israel. Dia mengatakan, “Agresi terjadi di tengah-tengah sikap diam Arab yang membunuh dan persekongkolan dunia.”

Dia menyatakan pasukan penjajah Zionis Israel tidak hanya menggempur isntitusi-institusi dan gedung-gedung namun mulai mengempur fasilitas-fasilits sipil dan rumah-rumah warga. Ada puluhan peringatan untuk mengosongkan rumah dan ancaman kepada para penghuninya akan dihancurkan di atas kepala mereka. Dia meminta pengiriman tim medis Arab dan rumah sakit-rumah sakit lapangan untuk membantu pengobatan korban luka di saat-saat korban tiba. Dia mengimbau Negara-negara Arab untuk mengirim obat-obatan dan kebutuhan medis secepatnya dan mengganti kekurangan mobil ambulan dengan mengirim mobil ambulan yang siap beroperasi.

Pihak Mesir sendiri tetap menolak membuka pintu gerbang Rafah untuk pengiriman obat-obatan, peralatan medis serta tim medisnya ke Jalur Gaza. Mesir hanya mengizinkan pengiriman korban ke gerbang Rafah untuk kemudian diangkut ke Mesir atau Negara Arab lainnya.

Mengenai pengiriman korban luka melalui gerbag Rafah ke Mesir, Naeem mengatakan, “Ada kesulitan membawa korban ke luar Jalur Gaza. Padahal ada banyak korban luka yang sangat serius. Apapun upaya membawa korban dengan tidak aman justru membuat hidup mereka terancam bahaya. Kami masih ingat meninggalnya 6 korban luka di Arisy terakhir.”

Dia mengatakan, “Kami siap membawa korban luka kapan kondisi mereka stabil.” Dia menegaskan bahwa pemerintah Haniyah sudah meminta mobil ambulan Mesir masuk ke Gaza untuk mengevakuasi korban namun mereka menolak dengan alasan politik. Naeem mengatakan, “Siapa yang ingin membantu rakyat Palestina dalam ujian ini maka harus memudahkan sampainya tim dokter dan rumah sakit lapangan masuk secepatnya pada saat-saat sulit di Jalur Gaza.”

Menurutnya, sudah ada ratusan dokter Arab yang menunjukkan kesiapan mereka untuk masuk ke Jalur Gaza. Sebagian mereka sudah bermalam di sisi perbatasan Mesir dari gerbang Rafah berharap bisa masuk. Namun otoritas Mesir menahan mereka.

Dia menambahkan, bahkan tim medis dari departemen kesehatan Palestina sudah berada di sisi Jalur Gaza dari gerbang Rfah sejak pagi untuk menerima bantuan medis Arab, namun otoritas Mesir tidak mengizinkan mereka masuk hingga saat ini.

Naeen mengucapkan terima kasih kepada Negara-negara yang sudah membantu seperti Qatar, Arab Saudi dan Libia. Namun pihaknya kembali meminta Mesir mempermudah masuknya bantuan ini dan membuka gerbang untuk masuk tim tim medis ke Jalur Gaza. (seto)

From Wanajaya for Palestine 2



Jakarta-pkswanajayaonline. Saat acara Mabit Munasharah Palestina di Masjid Miftahul Jannah Rabu (31/12), diadakan syuro kecil dengan DPC Cibitung guna mempersiapkan aksi Demo untuk Palestina. DPC Cibitung menyiapkan 3 bis yang akan digunakan oleh seluruh kader dan simpatisan yang ada di kecamatan Cibitung untuk bergabung dengan seluruh peserta aksi di HI Nanti.

Untuk DPRa Wanajaya dan sekitarnya memperoleh jatah i bis. Kemudian Syuro dilanjutkan internal DPRa Wanajaya untuk persiapan dan penetapan teknis serta korlap yang yang bertanggung jawab terhadap peserta yang berasal dari Wanajaya.

Esoknya Jum'at (2/01) seperti yang sudah direncanakan untuk rombongan DPRa Wanajaya kumpul di depan kawasan Gobel tepat jam 09.00wib. Mendekati Jam 09.00 satu persatu peserta mulai berdatangan. Akh Suwito dan akh Acim yang hari itu ditunjuk sebagai korlap mulai was-was melihat antusias dari kader dan simpatisan yang ada di Wanajaya. Kekhawatiran muncul mengingat jumlah peserta yang hadir tidak sebanding dengan bis yang tersedia.

Walaupun dengan bersesakan dan mengutamakan kaum ibu dan anak-anak untuk duduk akhirnya rombongan berangkat setelah 2 bis yang lain yang ternyata penuh sesak juga, tiba didepan Gobel. Sebelum berangkat Korlap menginformasikan agar melepas atribut yang menempel di badan bis mengingat info dari DPC bahwa untuk Kota dan Kabupaten Bekasi tidak mendapat izin dari Polda Metro Jaya untuk mngikuti aksi hari ini.

Sebelum memulai aksi rombongan melaksanakan sholat jum'at di Masjid Baitul Ihsan, Gedung Bank Indonesia. Usai sholat peserta menyantap perbekalan yang dipersiapkan masing-masing kemudian langsung bergabung dengan rombongan lain yang sudah memadati kawasan Hotel Indonesia (HI).

Aksi dimulai dari HI hingga Duber AS. Massa tampak memenuhi ruas jalan dan terus bergerak dengan tertib sesuai dengan rute yang ditetapkan. Tampak Tim sunduk dari KNRP yang bertugas menghimpun dana untuk Palestine menghampiri peserta aksi dengan tak kenal lelah.

Aksi diakhiri di Masjid Istiqlal untuk melaksanakan sholat Ashar. Tepat pukul 17.10 rombongan sudah berkumpul kembali ke bis masing-masing yang parkir di area sekitar Masjid Istiqlal Jakarta dan langsung bertolak kembali ke Bekasi.

Walaupun lelah, namun kami sadar baru itu yang dapat dipersembahkan untuk rakyat Palestina.

Untukmu Palestina tercinta kami penuhi panggilanmu.
untukmu Palestina tercinta kami kan terus bersamamu.
Allohu Akbar!!!!
.(say_dee)

Foto Aksi Solidaritas Palestine





Berikut foto saat aksi solidaritas Palestina di Bundaran HI hingga Dubes AS, Jum'at (02/1)

Bersatu Lawan Israel


“Umat Islam harus bersatu melawan Israel, Dunia harus bersatu. Hamas dan Fatah harus bersatu melawan Israel. Jika tidak bersatu tidak akan pernah menang.” Ujar Tifatul.

PK-Sejahtera Online: Jakarta memutih. Sesuai janji Presiden PKS di depan kedubes AS pada hari rabu lalu, PKS mengerahkan massa lebih besar hari ini (2/01/09). Sekitar dua ratus ribu kader dan simpatisan PKS menyemut menuju Bunderan HI sejak Jumat pagi.

Aksi ini adalah sebagai bentuk dukungan kepada rakyat Palestina yang hingga hari ini, belum terlihat adanya petanda dari Israel untuk mengakhiri serangan brutalnya ke Jalur Gaza. Bahkan aksi mereka semakin menjadi. Masjid dan rumah sakit pun tidak luput dari serangan bom Israel.

“Kita bisa melihat bahwa status Israel atas palestina adalah penjajahan yang sangat mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Jelas sudah bahwa Israel adalah teroris sesungguhnya. Mereka mencaplok tanah palestina dan membunuh orang seenaknya. Kita teringat pada ulama Palestina Syaikh Ahmad Yasin yang dibunuh saat pulang sholat subuh. Dulu beliau ditembak dengan senjata helikopter apache. Dan ketika itu, dunia tetap bungkam melihat kekejaman Israel.” Papar Presiden PKS, Tifatul Sembiring.

Tifatul juga menggambarkan bagaimana Israel telah memecah belah rakyat Palestina. Mengadu domba antara Hamas dengan Fatah. Israel juga tidak malu dan ragu sedikitpun memblokade Gaza bertahun tahun, menyetop aliran listrik, air, dan bahan bakar. Lebih dari itu, Israel bahkan menutup arus bantuan kemanusiaan dan pintu perbatasan serta mengurung Gaza dari dunia luar dengan tembok pemisah. Tetapi pejuang palestina tidak mau menyerah. Israel frustasi dan menjatuhkan bom ke Gaza. 390 orang meninggal dan 1400 orang terluka (sumber Aljazeera)

“Umat Islam harus bersatu melawan Israel, Dunia harus bersatu. Hamas dan Fatah harus bersatu melawan Israel. Jika tidak bersatu tidak akan pernah menang.” Ujar Tifatul.

Tifatul juga mempertanyakan sikap presiden AS, “Bush, apa alasanmu mendukung Israel atas pembantaian penduduk sipil?”. Kepada presiden terpilih AS, Barack Hussein Obama, Tifatul menyeru agar Obama berani mengubah sikap Amerika dengan tidak lagi mendukung Israel.

Selain melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk solidaritas dan dukungan, massa PKS juga melakukan penggalangan dana untuk bantuan atas rakyat Pelestina. PKS kembali menggalang program one men one dollar for Palestine. Bagi pengendara bermotor yang akan melintas jalan Thamrin dan hendak berkontribusi mendukung rakyat palestina dengan bantuan dana, PKS menyediakan kotak sumbangan. Seluruh bantuan dan yang terkumpul akan disalurkan melalui Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP)

Bagi masyarakat yang hendak mengirimkan bantuan melalui bank, dapat mengirimkan pada rekening KNRP di BCA BCA Jatinegara Barat. No Rek. 7600325099 a.n. Komnas untuk Rakyat Palestina.

Pengirim: MHN Update: 02/01/2009 Oleh: MHN

Sumber:pk-sejahtera.org

Kamis, 01 Januari 2009

From Wanajaya for Palestine



Cibitung-pkswanajayaonline. Sebagai wujud rasa kepedulian terhadap saudara – saudara kita di Palestina, kader PKS Wanajaya secara spontanitas mengelar acara yang bertajuk,’ MABIT Munasharah Peduli Palestina’. Acara tersebut hanya memakan waktu hanya 2 hari untuk mempersiapkannya.

Bertempat di Masjid Miftahul Jannah RW 011, Kamis (31/12) Masyarakat di kecamatan Cibitung mendapat alternatif untuk mengisi acara pergantian tahun dengan mengahadiri acara Munasoroh Palestina.

Pada kesempatan tersebut tampil sebagai pengisi materi Ust. Sumarsono, ST.(Calon Anggota DPRD Kab Bekasi dapil2) yang mengupas sekilas tentang sejarah Palestina.

Sebagai pegisi materi yang ke dua Ust. DR. Ayub Rohadi, Mphil. (Calon Anggota DPRD Kab Bekasi dapil2) Di daulat untuk mengupas tentang masalah Palestina terkini. Beliau yang alumni Islamic University Pakistan begitu gamblang memaparkan semua yang diketahuinya tentang Palestina.

Pada kesempatan tersebut panitia juga tak henti-hentinya memberikan pemahaman tentang arti betapa berharganya bantuan baik itu moril dan materil dari seluruh muslim bagi perjuangan rakyat Palestina.

Acara yang dihadiri tak kurang dari 200-an orang ini berhasil mengumpulkan dana yang akan disalurkan ke Palestina melalui KISPA sebesar lebih dari 5 juta rupiah.

Di akhir materi malam para hadirin di suguhkan dengan pemutaran film tentang kebidaban dan kebengisan yahudi laknatullah yang membunuhi rakyat sipil Palestina baik itu wanita, pria maupun anak-anak.

Peserta juga berkesempatan untuk melaksanakan Qiyamullail berjamaah yang dilanjutkan dengan muhasabah sampai menjelang waktu Subuh. Usai melaksanakan sholat Shubuh berjama’ah acara dilanjutkan dengan kuliah subuh yang disampaikan oleh Ust. Nuryasin, Lc. (Calon Anggota DPRD Propinsi JABAR).

Kamis (1/1/09) jam 06.00 acara berakhir yang didahului doa yang dipimpin langsung oleh Ust. Nuryasin, Lc.

Harapan kami adalah walaupun kecil kontribusinya terhadap rakyat palestina, namun kami yakin dari Wanajaya ini mengalir deras semangat dan harapan yang menggelora dijiwa-jiwa rakyat Palestina yang akan menghancurkan kesombongan zionis dari muka bumi ini, Allahu Akbar!!!.(say_dee)

PKS Siapkan Demo Sejuta Ummat Save Palestine


Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Kepada seluruh kader dan simpatisan PKS serta seluruh masyarakat Indonesia yang dirahmati Allah SWT. Marilah kita satukan hati dan langkah untuk membantu meringankan beban penderitaan saudara kita di bumi Palestina.

Oleh karena itu, DPP PKS Mengundang seluruh masyarakat Indonesia untuk hadir pada Aksi Solidaritas Untuk Rakyat Palestina, yang Insya Allah akan digelar pada hari Jum’at, 2 Januari 2009, pukul 13.00 WIB, di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta.

Sisihkanlah sebagian rizki yang kita miliki melalui aksi “One Man One Dollar To Save Palestine”.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Presiden PKS
Ir. Tifatul Sembiring